Sigit Siapkan SDM Telkom di Tengah Dinamika Bisnis

Manager Planning & Evaluation Human Capital Business Partner Center di PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk., Sigit Primasatya.

Bagi Sigit Primasatya, Manager Planning & Evaluation Human Capital Business Partner Center PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk., tantangan bisnis saat ini adalah commoditization of service.

“Hampir semua produk, service, maupun layanan sangat mudah ditiru dan dibuat,” ungkapnya. Untuk itu, Sigit mengusug konsep memberikan kontribusi lebih baik untuk bisnis perusahaan.

Menurutnya, dinamika bisnis di masa mendatang dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, dan diferensiasi antara produk satu dengan yang lain sangat tipis marginnya. Perannya sebagai profesional SDM di Telkom bertugas meninjau ulang manajemen SDM perusahaan, kemudian menganalisa kebijakannya, merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi tata kelola SDM di Telkom Indonesia.

“Saya mulai masuk Telkom tahun 2011, bertugas mengevaluasi dan melakukan improvement manajemen SDM perusahaan. Tahun 2014, saya dipindahkan ke bagian human capital center dan di sini adalah operasional dari kebijakan HR,” jelas Sigit.

Ia menjelaskan, Telkom memiliki tiga pilar dalam membangun perusahaan, yaitu people, culture & system, serta structure. Untuk people, semua orang dapat pengalaman yang lengkap dalam  melahirkan inovasi terbaru secara merata di seluruh lapisan organisasi.

Bagi Sigit, Telkom kini menghadapi tantangan talent pool untuk menggantikan generasi yang akan pensiun secara massal dalam 3-4 tahun terakhir. “Kami perlu cara untuk bagaimana mempersiapkan yang agile untuk dapat menggantikan, fleksibel dan mengisi kekosongan. Maka dari itu ada kebijakan 5 orang yang pensiun, maka ada 1 orang yang direkrut,” jelasnya.

Sebagai profesional HR, Sigit ingin berusaha Developing Agile Workforce bagi organisasi Telkom, sehingga memberikan nilai lebih pelanggan  dan perusahaan. Oleh karena itu, ia arahkan karyawan untuk memperkuat technical mastery, business mastery, technology mastery, dan transformational mastery. Ia juga ingin mengapresiasi knowledge sharing & collaboration melalui Building Culture of Learning & Collaboration.

Lulusan S2 Manajemen SDM UGM ini juga menyadari bahwa implementasi nilai-nilai perusahaan yang sejalan dengan karyawan dibutuhkan untuk menjadi landasan kuat yang mendukung sebuah kinerja SDM. Value-driven Performance Management System juga menjadi salah satu cara mengeksplorasi peluang tersebut. “Saat ini kami memastikan pelaksanaan kebijakan SDM dan menyinergikan dengan program kerja perusahaan,” ujarnya.

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)