Soemah Gorecki, Shopie Paris Lirik Pasar Muslim Tanah Air

Sophie Paris memang juara urusan up date fashion. Hal ini tentu tak lepas dari peran para pemasarnya. Salah satunya adalah Soemah Gorecki. Lulusan Lycee Francais de Singapore dan ISC Paris ini kini menempati posisi sebagai Fashion and Beauty Marketing Manager. Di tangannya, Shopie Paris mulai melirik pesatnya fesyen muslim Tanah Air. Dalam 2 tahun terakhir, bahkan pihaknya berhasil menggaet desainer sekelas Ria Miranda untuk berkolaborasi. Lantas bagaimana keseruan Soemah yang notabene ‘bule’ tapi sangat antusias meramaikan busana muslim di tubuh Shopie? Berikut reportase yang berhasil diliput Swa Online :

Soemah Gorecki, foto : Gustyanita Pratiwi Soemah Gorecki, foto : Gustyanita Pratiwi

Berkaitan dengan perkembangan fesyen muslim di dunia ataupun di Indonesia, bagaimana Anda menyikapinya?

Jadi dari awal kami sangat antusias dengan tumbuhnya hijaber/hijabista di seluruh dunia. Lima tahun yang lalu, tidak ada yang punya ide bagaimana cara merge antara konsep fesyen dengan muslim. Tidak ada merek muslim saat itu. Tapi tiba-tiba sekarang banyak perempuan Indonesia yang sangat inovatif dan mulai posting cara hijab mereka. Atau bagaimana mereka memadupadankan warna baju. Jadi movement hijabers/hijabista/turbanista di Indonesia paling cepat pertumbuhannya.

Tentu saja kami sangat senang melihat tren ini dan kami selalu ikut apa yang sedang ‘gerak’ saat ini. Kami bisa belajar dari media, Youtube, atau segala macam untuk melihat tren yang sedang terjadi. Khususnya di Youtube, saya rasa itu adalah channel yang sangat reliable untuk belajar, baik pada saat kami keluarkan style muslim untuk remaja atau dewasa. Intinya, kami selalu mencoba memberikan insiprasi kepada customer lewat koleksi kami.

Di tahun 2014 ini tren fesyen muslim apa yang dihadirkan Shopie Paris?

Sudah 2 tahun Shopie Paris berkolaborasi dengan fashion desainer Ria Miranda. Untuk tahun ini temanya adalah Shabby Chic for Shopie. Totalnya ada 12 look dengan warna-warna pastel yang memberi kesan kalem dan lembut. Inspirasinya datang dari Eropa, khususnya Belanda dengan memunculkan unsur tulip, kincir angin, dan vintage style. Dari segi cutting memang lebih simple dari sebelumnya. Dress, atasan/bawahan warna-warnanya lebih ke coral.

Kenapa Shoppie Paris memilih berkolaborasi dengan Ria Miranda untuk periode Februari ini?

Pertama, dia sangat kreatif dan bisa jadi duta bagi komunitas hijaber. Ria Miranda sendiri adalah Co Foundernya, jadi kami benar-benar memilih publik figur yang bisa mensupport koleksi kami.

Berapa kisaran harga untuk produk-produk kolaborasi ini dan kemana target marketnya?

Karena kami juga jual sepatu, tas, syal, pasmina, dll, jadi harga termurahnya Rp 369.000 dan termahalnya sekitar Rp 400.000-an. Untuk target market, tidak ada batasan umur ya. Pokoknya fesyen buat semua. Yang paling penting percaya diri dan harus belajar bagaimana memadupadankan. Desain Ria Miranda sendiri justru punya motto fashion for all. Karena umur 30-an seperti saya pantas-pantas saja memakai desainnya. Saya juga pernah lihat, yang sudah ibu-ibupun, pakai baju Ria pantas-pantas saja, cocok sekali. Dan memang signature Ria sangat menonjolkan siluet feminin seorang wanita. I think it’s a matter of pattern and cutting. Jika potongan dan bahannya bagus, pasti akan cocok untuk semuanya.

Apa kolaborasi ini berdampak nyata terhadap penjualan Shopie?

Pasti. Kami juga berharap bisa mengembangkan produk kolaborasi ini ke Shopiholic di daerah-daerah.

Apa produk-produk kolaborasi ini bisa dijual di luar Indonesia mengingat Shoppie Paris memiliki 4 cabang di 4 negara yaitu Maroko, Filipina, Vietnam, dan Malaysia?

Ya. Terutama untuk Malaysia. Di sana budaya muslim sangat berkembang apalagi kalau ada penyanyi seperti Yuna atau hijaber fashion designer. Tapi menurut saya Indonesia yang paling cepat perkembangannya.

Apa ke depannya Shopie Paris ada rencana kolaborasi di luar fesyen baju, misalnya di kosmetik?

Pokoknya untuk kosmetik, misal yang terbaru adalah kosmetik nonalkohol, itu pasti akan diendorse lewat artis/penyanyi. Untuk kolaborasi, kami akan brainstorming dulu.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)