Ariza dan Meroketnya Minyak Cap Lang

Menjadi market leader tidak selalu membuat pemilik brand puas. "Justru di situ tantangannya, untuk tetap mempertahankan posisi market leader," ujar Ariza Mayang Sari, Senior Brand Manager PT Eagle Indo Pharma yang membawahi brand cap lang.

Menurut anak ke 3 dari 4 bersaudara ini, tantangan terbesar adalah jeli mencari opportunity. Sebagai pemimpin pasar, merek Cap Lang tetap dituntut untuk mendapatkan growth yang sepadan. Meskipun secara packaging belum ada perubahan yang pesat, namun sebenarnya banyak perubahan yang dilakukan. Salah satunya adalah marketing activity yang menggunakan cara yang lebih modern, mempertajam tujuan, memperbarui iklan, dan lain-lain.

ket foto : Ariza Mayang Sari Ariza Mayang Sari

Bagi wanita lulusan Universitas Padjajaran jurusan Komunikasi, tahun 98 ini, dari survei yang dilakukan, sebanyak 8 dari 10 rumah tangga di Indonesia menggunakan minyak kayu putih Cap Lang. Anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun tersebut diolesi minyak kayu putih oleh ibunya sehabis mandi pagi. Kegiatan regular ini membuat Cap Lang harus berpikir secara jeli, mana lagi peluang yang bisa mereka manfaatkan. Meskipun menjadi market leader, namun kue yang dibagi pun menjadi lebih tipis, mengingat menggiurkannya pasar minyak kayu putih ini.

Pemainnya pun muncul dari berbagai kalangan, seperti perusahaan nasional dan multinasional. Mau tak mau kegiatan visit ke konsumen, pasar, warung, dan mengelola media social menjadi suatu kewajiban. Selain itu riset internal seperti brand health checking, brand health tracking pun selalu dilakukan. “Kami perlu tahu konsumen itu maunya apa, need seperti apa dan apa yang mereka harapkan dari produk kami maupun kompetitor,” ujar wanita yang baru menikah di tahun 2015 ini.

Sejak awal ia selalu tertarik dengan manusia, bagaimana menjual, mendekati, dan menebak kemauan konsumen. Tak heran bila kariernya selalu berfokus pada kemanusiaan. Ia pernah bermimpi untuk memiliki karier di bidang sosial dan brand. Ia pernah bekerja di UNDP pada akhir tahun 2009 hingga 2011 awal. Ia bertugas untuk membantu human project di Padang, setelah daerah tersebut terkena gempa. Lalu, bergabung dengan branding consultant, agency, dan Heinz ABC, hingga akhirnya berlabuh ke PT Eagle Indo Pharma pada 3 tahun yang lalu. .

Wanita berdarah Padang ini merasa memiliki kesempatan untuk mempraktekan teori-teori ke dalam brand yang menaunginya saat ini. Menurutnya, setiap industri memiliki bermacam-macam konsumen, FMCG misalnya, memiliki tipe jenis konsumen yang cepat berubah. Berbeda dengan FMCG, brand Cap Lang sendiri dikategorikan sebagai consumer health care, di mana konsumen cenderung tidak terlalu cepat berubah. Namun meskipun stabil, konsumen sejatinya memiliki keunikan, dan kedinamisan yang membutuhkan banyak variabel.

Oleh karena itu, menurut wanita yang memegang brand minyak kayu putih kategori minyak telon ini, perusahaan harus menyiapkan variabel internal dan eksternal untuk mengetahui keinginan dan kebutuhkan konsumen mereka. Tantangan akan kembli muncul tatakala brand meluncurkan produk baru, yaitu bagaimana agar produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat secara luas,

Selain itu, dikeluarkan juga minyak kayu putih kategori minyak telon plus, yang meskipun terlambat dibandingkan pesaing, namun diklaimnya telah mampu mengejar market leader di kategori tersebut.

Omset triliunan kini sudah dicapai. Namun apa yang dimiliki tak membuatnya cepat puas, ia masih ingin mengejar ketertinggalan menjadi market leader di kategori minyak telon plus. Ia ingin agar brand yang dipegangnya menjadi pilihan pertama konsumen. Selain itu, ia juga memiliki mimpi untuk mengejar mimpinya kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, namun ia mengaku masih kesulitan untuk membagi waktu antara bekerja dengan apply beasiswa. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)