Steven Samudera Memajukan Dunia Pendidikan Lewat Infrastruktur Digital Edukasi

Steven Samudera, Presiden Direktur PT Mobile Sarana Sentosa, Tbk

Pernah gagal  untuk mencintai dunia pendidikan sewaktu kecil, menjadi gagasan awal Steven Samudera menaruh perhatian khusus berkecimpung di bidang pendidikan di Indonesia.  Pria kelahiran Belanda, 18 Mei 1974 tersebut, kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mobile Sarana Sentosa, Tbk dan  Komisaris PT Metro Mobile Indonesia.

Saat ini pun Steven juga menjabati Presiden Komisaris PT Cashlez Worldwide Indonesia, Tbk. yang telah sukses membawa Cashlez melantai di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 lalu. Sarjana Keuangan dan Pemasaran dari Universitas Curtin, Australia ini, lebih dari 20 tahun  berpengalaman dalam industri teknologi informasi (TI) dan memiliki beberapa startup di bidang edukasi dan logistik yang sukses di bawah binaannya.

Steven menuturkan, meski masa lalunya cukup familiar dengan dunia pendidikan, karena kebetulan sang ayah yang merupakan guru besar di ITB Bandung,ternyata tidak serta merta membuatnya memiliki cerita manis sepanjang perjalanan pendidikannya dari bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi.  Menurutnya, pendidikan telah menjadi suatu ruang yang memiliki andil luar biasa besar pada tiap individu penggerak bangsa, namun banyak benturan terjadi karena keterbatasan fisik di era 4.0 yang dirasa tidak relevan lagi untuk dianggap menjadi suatu masalah yang menjadi prinsip.

"Seperti sumber materi belajar yang hanya terpaku pada apa yang tertera di buku cetak, dan hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki pendanaan untuk pendidikan yang memadai," kata Steven. Berlatar belakang kegagalannya untuk mencintai pendidikan sewaktu kecil, menjadi gagasan awal Steven untuk mengembangkan infrastruktur digital edukasi, yaitu  PT Infrastruktur Digital Edukasi (IDE).

"Dengan harapan di masa sekarang dan masa depan, IDE dapat menjadi solusi bagi dunia pendidikan dengan konsep yang diusung yaitu ilmu dan kegiatan belajar mengajar tidak lagi terbatas pada ketersediaan ruang kelas, bangku dan buku, tetapi dapat diakses oleh siapapun yang ingin menimba ilmu, secara digital di manapun dan kapanpun," tuturnya tentang alasan pendirian IDE.

Dengan aplikasi dari IDE yang lengkap dan dibuat khusus sesuai kebutuhan institusi pendidikan, maka aplikasi belajar ini mampu memudahkan proses transfer ilmu antara guru dan murid dengan teknologi terdepan, serta memberikan kenyamanan kepada orang tua dengan akses pemantauan secara real time dan akurat.  Dia  bertekad  untuk lebih meningkatkan dunia pendidikan bersama MobileCom yang merupakan perusahaan penyediaan solusi perangkat keras maupun lunak merampungkan visi mereka ke dalam platform IDE. Menurutnya, IDE menyediakan layanan School Information System (SIS) & Learning Management System (LMS) berbasis web dan aplikasi mobile untuk mendukung sistem pembelajaran sekolah dan perguruan tinggi secara digital dan tentunya akan dapat diakses dimana saja.

“Lulusan itu banyak sekali, orang yang cari kerja itu juga banyak sekali, kemudian perusahaan yang cari pekerja juga banyak, tapi kenyataannya angka pengangguran tinggi. Karena apa? Pembekalan pendidikan yang tidak relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Padahal kenapa orang mau sekolah dan jadi orang berpendidikan? Supaya bisa kerja," ungkap Steven.

www.swa.co.id       

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)