Strategi Zaskia Adya Mecca Bangun Mamahke Jogja

Aktris dan pemain sinetron Zaskia Adya Mecca kini melebarkan sayap bisnisnya. Setelah sebelumnya sukses membangun bisnis bidang fashion online, kini isteri dari sutradara Hanung Bramantyo tersebut juga menjalankan bisnis oleh-oleh dengan brand Mamahke. Oleh-oleh kue Mamahke yang dibangun sejak Juni tahun 2016 itu, digandeng oleh Kementerian Pariwisata Indonesia untuk menyukseskan branding Wonderful Indonesia. Bagaimana Zaskia membangun dan menjalankan bisnisnya ini? Berikut wawancara SWA Online :

Kenapa memilih bisnis oleh-oleh kue ini ?

Jadi begini, di Jogja tuh pilihan oleh-olehnya banyak. Namun, oleh-oleh yang ketagori desert (makanan penutup) itu masih jarang sekali, itulah kenapa kami memilih bikin Mamahke ini.

Bagaimana respons pasar terhadap produk Mamahke ini ?

Responsnya sangat baik sekali, karena rasa kuenya pas buat lidah orang lokal Jogja.

Lalu bagaimana bisa diajak co-branding dengan Wonderful Indonesia ?

Itu dari manajemen kami, jadi manajemennya Mamahke ini kan dijalankan oleh Jannah Corporation.

Menurut Anda apa benefitnya co-branding ini untuk Mamahke ?

Jelas sangat menguntungkan sekali bagi kami sebagai pengusaha, karena kalau kita punya usaha dan di-support sama pemerintah, dalam hal ini pemasarannya, itu akan sangat membantu.

Ke depan targetnya apa ?

Targetnya kami ingin memajukan produk lokal, jadi kalau selama ini orang kenalnya oleh - oleh kue dari Jogja itu hanya bakpia, nah saya ingin nantinya Mamahke juga bisa diterima jadi oleh-oleh khas Jogja yang pas dengan lidah orang Jogja.

Kenapa kok mencari rasa yang pas dengan lidah orang lokal Jogja, bukankah pasar yang disasar wisatawan yang berkunjung ke Jogja ?

Jadi begini, strategi kami itu bagaimana agar produk ini akan direkomendasikan oleh orang lokal ke wisatawan yang datang atau teman, keluarga, kerabatnya yang datang ke Jogja. Biasanya kan kalau kita berkunjung ke suatu daerah, kita akan tanya ke orang lokal di mana beli oleh-oleh yang enak? Nah, rekomendasi orang lokal itu biasanya dipercaya wisatawan. Jadi kalau rasa Mamahke ini pas dengan selera orang Jogja maka mereka akan rekomendasikan ke orang luar yang datang ke Jogja.

Seperti apa rasa yang pas menurut orang lokal Jogja ?

Mereka (orang Jogja asli) sukanya kalau makanan inti seperti gudeg dan sebagainya itu cenderung yang manis. Sebaliknya kalau makanan desert mereka malah suka yang tidak terlalu manis. Jadi Mamahke ini kami bikin tidak terlalu manis, dengan topping yang pas juga. Jadi begini selama ini kan kue dessert yang seperti ini tuh diidentikkan dengan makanan dari luar negeri seperti Eropa kan ya? Nah sekarang kami bikin dengan taste yang sangat Indonesia.

Sekarang sudah ada berapa outlet ?

Dalam satu tahun ini kami sudah punya empat outlet semuanya di Jogja, kami hanya ingin berkembangnya di Jogja karena ini akan jadi oleh-oleh khas Jogja.

Untuk running bisnisnya ini apakah didelegasikan ke tim atau mengurusnya sendiri ?

Saya dan suami mengurusnya sendiri, kami kan bolak-balik Jakarta – Jogja, kami kerja di Jakarta tapi rumah di Jogja dan memang lebih sering pulang ke Jogja. Nah, sebelum ada Mamahke, kalau kami lagi pulang ke Jogja itu jadi nggak produktif, nggak ada kegiatan. Setelah ada Mamahke ini jadinya setiap pulang, sekarang ada kesibukan juga. Dan ternyata kalau kita bisa tepat sasaran dan mbisa merebut hati orang lokal itu ternyata buat usaha itu sangat menyenangkan sekali. Makanya sekarang saya dan Mas Hanung (Suami) sedang berpikir untuk menambah usaha yang lain di Jogja.

Bagaimana strateginya merebut hati masyarakat lokal alias konsumennya ?

Kami mulai dengan membuat nama produk yang sangat mewakili Jogja, jangan pakai nama yang tidak ada hubungannya dengan Jogja. Jadi ketika kami mau pakai nama Mamahke ini kami bikin riset kecil-kecilan untuk memastikan bahwa orang Jogja asli setuju nama ini mewakili daerahnya. Itu branding awal yang sulit sekali membangunnya. Dan itu tadi yang saya bilang, rasanya itu harus yang pas dengan selera orang Jogja.

Apa lagi rencana nanti?

Kami mau tambah satu outlet lagi tahun depan, outlet yang besar, karena outlet yang sudah ada itu kecil-kecil semua. Nah kami rencananya tahun 2018 akan bikin satu yang besar, sehingga bisa muat parkir mobil dan bus lebih luas.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!