Susi Liestiowati, Penjaga Koridor Kepatuhan di BRI

Laba PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih paling kinclong di kuartal I-2016. Banknya wong cilik ini bahkan menjadi penyumbang laba BUMN terbesar sepanjang 2015 lalu. Sukses BRI ini salah satunya berkat performa ciamik Susi Liestiowati, Direktur Kepatuhan BRI. Ia adalah satu-satunya srikandi di dewan direksi bank yang fokus menyalurkan kredit UMKM ini.

Aturan dibuat untuk menjaga semuanya berjalan pada jalurnya. Implementasi perangkat aturan ini, terutama di perusahaan besar, akan membantu manajemen mewujudkan target-target yang ada di Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. Pemilik gelar MBA Manajemen dari Universitas Case Western Reserve, Ohio, Amerika Serikat ini tahu betul pentingnya penegakan aturan di BRI.

Penyaluran kredit yang tidak sesuai aturan dengan kata lain tidak memperhatikan kaidah untuk mitigasi risiko hanya akan menjadi masalah di kemudian hari, yakni kredit macet. Di tengah situasi perekonomian yang belum kondusif seperti sekarang, prinsip kehati-hatian sangatlah penting. Jika tidak, siap-siap kehilangan laba sebagai pencadangan untuk setiap kredit yang bermasalah.

Susi Liestiowati, Direktur Kepatuhan BRI Susi Liestiowati, Direktur Kepatuhan BRI

“Tak ada strategi khusus yang saya lakukan. Saya hanya menjalankan pekerjaan dengan maksimal dan tidak meremehkan setiap tugas yang diberikan. Meski kelihatannya kecil, saya tetap serius dan maksimal mengerjakannya,” kata wanita yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Analisis Risiko Kredit ini.

Srikandi yang bergabung dengan BRI sejak tahun 1985 ini merasa tidak ada kendala yang berarti dalam meniti tangga karier di industri perbankan. Meski secara kodrat berbeda dengan kaum lelaki, ia tetap dituntut mampu melakukan segalanya sebagai seorang profesional. Di sinilah kejeliannya mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan sangat berperan.

“Saya berusaha melakukan sesuatu lebih cepat untuk hasil yang lebih baik. Tentu, perlu usaha yang lebih besar karena juga harus memikirkan urusan rumah tangga selain pekerjaan kantor. Kuncinya adalah konsentrasi agar supaya lebih fokus,” katanya.

Kerja keras, ketekunan, dan kegigihannya dalam bekerja berbuah manis. Dari posisi paling bawah sebagai account officer, kariernya terus naik menjadi koordinator, manajer, hingga kepala divisi, sebelum didapuk menjadi Direktur Kepatuhan BRI. Ada sekitar 300 orang karyawan di divisi yang dia pimpin. Bak seorang wasit, meski tidak secara teknis terlibat dalam urusan operasional bank yakni menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kredit, ia harus memastikan semuanya sesuai dengan aturan main.

Dalam memimpin, lulusan Agronomi, Institut Pertanian Bogor ini memilih hubungan yang tidak kaku, alias santai. Ia juga tidak segan-segan terjun mengurusi hal-hal teknis untuk membantu anak buahnya. Gaya memimpinnya lebih banyak membimbing dan memberikan keleluasaan bawahan untuk berinovasi, asal sesuai koridor yang berlaku.

“Saya yakin dan percaya, apapun yang kta terima adalah buah hasil perubatan kita. Kalau menanam padi, akan memanen padi,” katanya. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)