Susie Sugden, Barbie dari Sitti

Perusahaan iklan online, Sitti, baru saja menunjuk managing director baru. Susie Sugden, namanya. Mendengar namanya saja mudah ditebak bahwa ia bukan orang Indonesia. Lalu mengapa ekspatriat perempuan ini mau menggarap manajemen perusahaan lokal yang baru dibesut Andy Sjarif tahun ini?

Susie Sugden Susie Sugden, Managing Director Sitti

Berangkat dari pertanyaan itulah kemudian reporter SWA Online singgah ke kantor Sitti untuk sekedar mengenal Susie lebih dekat. Mita Widya, Marketing Manager Sitti mendampingi SWA sembari menunggu Susie. Kami pun sempat hanyut dalam obrolan singkat.

“Waktu dengar Sitti mau dipegang Susie, kami sempat khawatir. Wah, ada ekspat masuk nih,” kisah Mita. “Eh tapi setelah dia masuk, ternyata orangnya ramah sekali, menyenangkan. Kami tidak menduga.”

Tak lama berselang, seorang wanita berambut pirang bergabung dengan kami. Dengan postur tubuh yang ramping dan tinggi sekitar 185 cm, tak salah bila orang mendakwanya sebagai model catwalk, bahkan Barbie. Kenyataannya, wanita Australia itu sejak dua bulan terakhir menjabat sebagai salah seorang petinggi Sitti.

Sebagai sosok wanita muda dari Negeri Kanguru, tak sedikit orang yang mempertanyakan keputusannya berkarier di Indonesia. “Suatu hari mereka akan berhenti bertanya kenapa Indonesia,” tuturnya yakin. Susie memandang Indonesia sebagai negara dengan iklim pasar yang menggairahkan. Ia yakin Indonesia akan tumbuh dan sejajar dengan negara-negara besar. “Saya ingin menjadi bagian dalam perjalanan itu, dan jadi salah satu yang membuktikannya. Di titik itu orang akan berhenti bertanya mengapa saya bekerja di Indonesia.”

Selepas menimba ilmu di University of Melbourne, Susie memulai petualangan kariernya sebagai Management Consultant di Coffey International Ltd. Satu tahun kemudian ia memantapkan diri di Boston Consulting Group (BCG) hingga menempati posisi Senior Associate. BCG lah yang membawa Susie ke Jakarta. Dua tahun menyandang gelar Senior Associate BCG, Susie hijrah ke perusahaan e-commerce Rocket Internet sebagai Managing Director Lazada Indonesia. Di sinilah ia mempelajari potensi pasar online dan start-up digital di Indonesia.

“Potensi mengembangkan pasar online di Indonesia itu sangat besar,” ujarnya. Susie memang banyak mempelajari skala pasar online Indonesia saat bergabung dengan Lazada. Ia paham betul peta masyarakat cyber dan segmen mana yang bisa dibidiknya. “Meskipun start-up di Indonesia masih kecil, but niche. Mereka punya akses digital yang dioptimalkan untuk bisnisnya.”

Pertemuannya dengan Sitti bermula ketia ia dikenalkan kawannya dengan Andy. Andy sempat bertanya apa yang bisa ia lakukan di Sitti. Keberadaannya saat ini menjawab pertanyaan itu. Susie telah menyiapkan sederet rencana untuk Sitti. Sebagai permulaan, ia akan mengenalkan iklan online. Lebih spesifik,  Susie mengedukasi bagaimana iklan online bekerja dan menarik perhatian calon konsumen. Selanjutnya, Susie fokus pada mereka yang sudah melek internet dan bekerja dengan partner Sitti. Kedua segmen inilah yang akan digarap sebagai pencapaian jangka panjang Sitti.Dalam jangka panjang, penggemar novel fiksi ilmiah ini akan memperluas pasar Sitti. “Di masa mendatang, siapa pun Anda, apapun bisnis Anda, Anda akan merujuk pada Sitti.”

Meski akrab dengan jagat digital, ternyata Susie bukan lulusan Teknik Informatika maupun Ilmu Komputer. Ia Sarjana Hukum dan Ekonomi. Meski ilmu hukumnya tak berkaitan erat dengan teknis tempat ia bekerja, Susie tak menyesal. Logika berpikir layaknya pengacara digunakan Susie untuk memberi masukan dan menyelesaikan masalah kliennya. “Saya suka mengimplementasikan ide-ide baru, menciptakan produk baru,” ungkapnya dengan mata berbinar dan mengaku suka tantangan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)