Tina Andrean, Ubah Tantangan Menjadi Semangat Baru

Tina Andrean adalah wanita kelahiran tahun 1960 yang sudah menjadi perancang busana dan menggeluti dunia mode selama  lebih dari 30 tahun. Selama kariernya, ia dikenal sebagai perancang busana untuk gaun pengantin. Namun, sejak beberapa tahun lalu, isteri Johnny Andrean ini merasa tertantang untuk terus menciptakan karya elegan dengan mengangkat kain batik tradisional.

Setelah sebelumnya sukses dengan koleksi Herritage Culture-Batik Tulis, kini Tina menghadirkan koleksi batik ready to wear yang estetik dan modern. Untuk koleksi terbarunya ini ia juga tidak melupakan sentuhan etnik yang khas sebagai wujud nyata dalam melestarikan budaya Indonesia.

Ia menceritakan, koleksi terbarunya ini menjadi dopping dan semangat tersendiri baginya. “Menurut saya, selama 30 tahun ini saya sudah maksimal. Tapi di dalam diri saya masih memiliki kerinduan seberapa tinggi saya dapat berkembang. Makanya saya menggali kembali potensi saya sebagai desainer,” cerita Tina.

Menjadi perancang busana dengan kain batik diakuinya tidaklah mudah. Terlebih dengan motif batik yang beragam tentu menjadi tantangan tersendiri baginya. “Banyak orang yang bingung dengan kain batik, karena kalau salah potong dan salah menempatkan motif maka akan hancur jadinya. Tapi bagi saya tantangan itu harus bida saya taklukan dan saya berpikir dan berusaha agar bagaimana kain tersebut bisa saya gunting dan saya jadikan sesuatu yang berbeda dan tidak terpikirkan oleh orang lain,” ujarnya antusias.

Tina memang memiliki latar belakang pendidikan di dunia fashion. Di tahun 1980, ia lulus dari Sekolah Mode Kadoorie dan Kadomay Dresmakin di Singapura, di tahun 1981 ia juga mengambil kursus di Jepang, serta di tahun 1987 ia kursus di Black Diamond Milano Italia dan kursus tata rias penantin di London. Semua hal tersebut juga menjadi dasar baginya untuk bisa maju dan berkembang hingga saat ini.

Meskipun sudah bekeluarga dan memiliki 4 orang anak, itu bukan menjadi penghalang baginya untuk terus berkembang dan mencoba tantangan baru. Baginya, asalkan ada passion, pasti otomatis akan bisa membagi waktu untuk keluarga dan karier.

Hari ini Tina meluncurkan 30 koleksi batik ready to wear terbaru dengan range harga antara Rp 5,9 juta sampai Rp 18,9 juta. “Keunggulan kami adalah bisa custom jadi kalaupun ukurannya tidak pas, nanti bisa custom dengan saya. Harapannya, semoga koleksi saya ini bisa menginspirasi banyak pihak dan diminati oleh masyarakat dan penggemarnya,” ungkapnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)