Tinggalkan Dunia Akademis, Kejar Karier Profesional

Satu lagi profesional muda asal Indonesia yang sukses berkarier di negeri orang. Dialah David Hendrawirawan yang kini dipercaya sebagai Senior Manager di Finance Systems Control Group Dell di Texas, AS. Lulusan S1 BBA Accounting - Texas A&M University, College Station, AS dan S2 -MSc Management Information Systems - Texas A&M University, College Station, AS ini mantap berkarier di Negeri Paman Sam tanpa meninggalkan  nasionalismenya sebagai WNI. Seperti apa kiprahnya David di Dell? Berikut wawancara SWA, Gustyanita Pratiwi dengan David Hendrawirawan.

Ceritakan singkat perjalanan karier Anda di luar negeri?

Selesai kuliah saya bekerja di perusahaan consulting dan audit, Deloitte & Touche (8 tahun), lalu di IT company, Dell (3 tahun). Selagi berkarire, saya sering menyumbangkan pengalaman sebagai guest speaker di University of Texas dan Texas A&M University, di mana saya hampir mengambil S3 dan sempat mengajar satu semester. Karena alasan pribadi, saya tinggalkan karier akademik dan memutuskan untuk fokus dalam karier profesional, tapi sambil terlibat part-time dalam bidang pendidikan.

Sebagai seorang asing yang harus berkomunikasi secara fasih dengan klien, rekan kerja, dan mahasiswa di Amerika, saya banyak belajar dari kesalahan dan teguran yang memacu untuk terus maju. Beruntung saya mendapat tim dan bos yang mendukung asalkan mau bekerja keras dan setia. Hidup di dalam budaya asing membuat saya lebih peka, mengerti akan latar belakang dan budaya sendiri. Saya mengambil catatan faktor-faktor utama yang membuat bangsa Amerika maju dan dapat dicontoh oleh bangsa Indonesia. Semuanya bertumpu pada sumber daya manusia yang tangguh, percaya diri, dan besar hati. Cita-cita saya adalah menjadi pendidik atau konsultan yang membawa ilmu dan pengaruh yang berguna bagi Indonesia.

Apa keahlian yang Anda miliki?

IT Security, Risk Management, Internal Controls, and Governance. Design, Implementation, and Management of Accounting & Finance Applications: SAP ERP, Oracle EBS, Hyperion Essbase, Datawarehouse, Business Intelligence and Analytics, Management of Global Virtual Team. Human Resource Development, Technical & Management Training, and University Lecturer.

Apa nama instansi tempat bekerja sekarang? Sejak kapan Anda berkarier di perusahaan ini?

Saya bekerja untuk Dell Inc. di kota Round Rock, Texas, AS sejak tahun 2009. Sebelumnya saya bekerja untuk Deloitte & Touche sejak 2001, dan ketika itu saya mengerjakan beberapa project implementasi untuk Dell sebagai klien utama. Melalui itu saya membina hubungan dengan para pimpinan di Dell yang akhirnya merekrut saya untuk menjabat pekerjaan yang sekarang ini.

Apa jabatan yang Anda pegang sekarang dan apa lingkup tanggung jawabnya?

Sebagai Senior Manager di Finance Systems Control Group, saya bertanggung jawab atas tim yang mendukung dan mengembangkan solusi data dan laporan keuangan Dell dalam aplikasi seperti Oracle, Essbase, Business Intelligence, Hyperion Planning, dan Data Relationship Management. Bersama 5 Senior Manager lain, kami memimpin tim beranggotakan 60 system analysts tersebar di berbagai negara: AS, Panama, Brazil, Slovakia, Ireland, India, dan Malaysia. Ini memungkinkan kami untuk mendukung sekitar 3000 pengguna system di seluruh dunia. Kami melayani internal Dell users seperti Accounting, Corporate Planning, Treasury, Tax & Legal, Mergers & Acquisition, dan Internal serta External Auditor.

Kenapa Anda tertarik bekerja di instansi ini?

Dell adalah tempat yang sangat dinamis dan mempunyai cabang-cabang di seluruh dunia. Motto perusahaan kami yaitu “Delivering technology solutions to help every people grow and thrive”. Saya tak pernah berhenti belajar tentang bisnis technology solutions serta berbagai macam fungsi dalam suatu perusahaan global. Selain itu, saya sangat suka bekerja sama dengan orang dari berbagai budaya lain. Dunia sedang mengalami kemajuan pesat dalam bidang internet & telecommunications yang memungkinkan kolaborasi antar bangsa, dan menurut saya ini bisa menjadi strategi jitu bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Apa saja prestasi yang pernah Anda ukir selama menjadi profesional/ilmuwan di luar negeri?

Yang paling saya banggakan: dalam banyak hal tantangannya lebih besar daripada di negeri sendiri. Terus terang saya tidak punya kemampuan khusus, tetapi kebaikan dan kemurahan Tuhan selalu menyertai jalan keluarga saya sehingga banyak berkat yang kami terima dan bagikan kepada masyarakat sekitar kami di Amerika dan Indonesia.

Bagaimana Anda melihat kekuatan diaspora Indonesia?

Potensi dampak yang sangat besar apabila kita dapat bekerja sama secara tulus dan sehati. Perlu ada satu panggilan, rallying cry, untuk mempersatukan visi bagi kemajuan bangsa. Tetapi perlu diingat bahwa jaman ini sudah global, tidak perlu memaksa kembali ke kampung halaman untuk dianggap sebagai warga negara sejati. Justru dimanapun kita berada, layanilah bangsa lain dengan sepenuh hati, agar citra bangsa Indonesia semakin tinggi di mata dunia.

Pemerintah idealnya berperan seperti apa untuk menjadikan diaspora ini sebagai sebuah kekuatan yang akan membuat Indonesia menjadi lebih baik?

Berantas korupsi dan tegakkan hukum agar warga diaspora tidak segan pulang ke tanah air untuk berkarya.

Ada komunitas apa saja di lingkungan Anda?

Konsulat Jenderal RI di Houston, Persatuan Mahasiswa Indonesia, Gereja dan kelompok kebaktian Indonesia.

Seperti apa ikatan di antara para diaspora Indonesia? Kegiatan apa yang biasa dilakukan?

Menciptakan hubungan kekeluargaan melalui kegiatan sosial, olah raga, seni budaya, dan kebaktian iman.

Apakah suatu saat Anda ingin kembali ke Tanah Air dan berkarya di negeri sendiri? Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar semakin banyak orang Indonenesia pulang dan berkarya di negeri sendiri?

Saya ingin mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya di dalam perusahaan global agar bisa dipakai memperkaya Indonesia. Saya berharap pemerintah Indonesia membuka pintu sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia dari luar negeri untuk dapat bekerja di mana saja tanpa kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia. Tanpa visi yang luas dan komitmen yang kuat, pemerintah Indonesia tidak akan dapat memanfaatkan keahlian-keahlian masyarakat Indonesia di luar negeri. Padahal kebanyakan orang Indonesia di luar itu berprestasi di bidangnya masing-masing, jangan sampai tersia-siakan karena birokrasi dan wawasan sempit.

Apa ide/usulan Anda kepada pemerintah Indonesia agar bisa mengoptimalkan kompetensi yang Anda miliki untuk kemajuan Indonesia baik ketika Anda masih di luar negeri atau ketika sudah pulang ke Tanah Air?

Membuka jaringan kerja sama dan think-thank antar warga Indonesia di luar dan dalam negeri. Mengembangkan infrastruktur internet dan telecommunications agar kami dapat berkolaborasi. Mendorong pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang cakap berkomunikasi dan berwawasan internasional. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)