Tjhin Kian Phin, Komandan Properti Kakap Keluarga Riady dan Tanihaha

Meski relatif baru di industri properti, Tjhin Kian Phin berhasil meraih kepercayaan untuk memimpin proyek kota mandiri Pinehurst, di Bandar Lampung, yang menelan investasi triliunan rupiah. Pinehurst merupakan kolaborasi bisnis antara dua taipan properti dari Indonesia, keluarga Riady dan Tanihaha. Keduanya tergabung dalam konsorsium The Riady and Tanihaha Family (TRTF) yang dimotori Michael Riady, generasi ketiga dalam klan Riady, dan Isaac Bliss Tanihaha, generasi kedua keluarga Tanihaha sekaligus suami Michelle Riady, adik Michael.

Tjhin Kian Pin

Tjhin Kian Phin, CEO PT Baja Bahagia Sejahtera

Pinehurst yang bernaung di bawah PT Baja Bahagia Sejahtera, kendaraan TRTF, rencananya dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare dengan investasi US$ 300 juta. Berbagai fasilitas modern siap disematkan di proyek yang berlokasi di Jalan Diponegoro yang merupakan kawasan pusat bisnis di Bandar Lampung. Pinehurst memiliki konsep 9 in 1 integrated mix used development yang mencakup properti Soho Shopping Arcade, rumah sakit, sekolah swasta internasional, rooftop lounge dan restauran sky space tertinggi di Lampung, hotel internasional, menara perkantoran tertinggi di Sumatera, apartemen berkonsep resor, serta klub olah raga dengan fasilitas dalam dan luar ruang terbesar di Sumatera.

Proyek kota mandiri pertama dan terbesar di Sumatera itu juga bakal mengusung kawasan Creative Arts District yang memberikan ruang perkembangan bagi industri kreatif dan seni seperti agen periklanan, film, animasi, teater, fashion, musik, desain, teknologi digital, travel, extreme sport, fotografi, modeling, virtual reality, augmented reality, event organizer, dan berbagai merek gaya hidup. Pembangunan keseluruhan proyek diperkirakan memakan waktu 5-7 tahun.

Besaran proyek raksasa itu tidak menggentarkan Tjhin Kian Phin, anak keempat dari lima bersaudara kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat, 20 Agustus 1975. “Ketika seseorang memberikan kepercayaan kepada Anda untuk memimpin, artinya terdapat sebuah kualitas tertentu yang membuat orang tersebut yakin bahwa Anda mampu menjalankannya,” ungkap Ken, sapaan akrabnya, kepada SWA.

Ken mengakui, Michael Riady sendiri yang memercayainya untuk menduduki posisi CEO Pinehurst. “Karakter Michael yang menghargai integritas, mutual long term relationship, klop dengan saya,” papar alumni Jurusan Komunikasi Visual Universitas Trisakti dan Jurusan Desain Produk Universitas Pelita Harapan itu.

Perjumpaan Ken dengan Michael terjadi lima tahun silam secara tak sengaja. Kala itu Ken diajak temannya berkunjung ke rumah Michael untuk sebuah urusan. Ken yang supel pun dengan cepat menjadi akrab dengan Michael. Terlebih keduanya memiliki hobi yang sama: main golf. Keduanya sering main golf bersama sehingga pertemanan pun terjalin kian akrab. Michael kerap mengajaknya ke berbagai lokasi properti yang sedang maupun akan digarapnya, menyambangi bakal calon lokasi Pinehurst di Lampung. “Saya berteman dengan Michael betul-betul murni berteman saja. Ketika dia ajak saya ke berbagai lokasi proyeknya dan berdiskusi, ya saya pun memberikan pandangan sejujurnya saja dari sisi bisnis maupun kreatif,” kata Ken.

Tanpa dia duga, Oktober tahun lalu, sahabat yang kerap disapanya Mike itu menawarinya memimpin proyek Pinehurst. Awalnya, Ken terkejut. Dia bahkan mempertimbangkan selama beberapa waktu. Akhirnya, Ken yakin dia dapat memberikan kontribusi positif bagi Pinehurst dengan tetap membawa karakternya sebagai seorang entrepreneur yang kerap bekerja cepat dan tak kenal waktu.

Sebelum bergabung dengan Pinehurst, sebagai profesional dan pengusaha, Ken lebih banyak bersinggungan dengan dunia kreatif dan teknologi. Usai kuliah, dia sempat bekerja sebagai webmaster dan desainer grafis di Astragraphia. Dia juga pernah menjadi Manajer Pengembangan Bisnis Amazing Pictures di Dunia Fantasi.

Sebagai pengusaha, pada 2006 Ken membesut Verdia Horizon, creative agency 360 degree yang tak hanya memberikan solusi desain tetapi sekaligus strategi pemasaran. Sejumlah klien kakap berhasil diraihnya, seperti Bayer, Pfizer dan CIMB Niaga. Tak lama, ketika usahanya itu mapan, dia merambah bidang baru. Ken yang menyukai olahraga golf membesut bisnis Kaisar Indoor Golf yang menjual perangkat simulator golf beserta peranti lunaknya.

Ketika akhirnya tancap gas di awal Januari silam sebagai CEO Pinehurst, Ken pun mencurahkan waktu dan pikiran sepenuhnya. Adapun bisnis sebelumnya diserahkan kepada orang kepercayaannya. Dia sadar, banyak yang harus dipelajari dalam waktu singkat di dunia barunya. “Saya belajar dari siapa pun. Dari orang lapangan sampai pimpinan, termasuk Michael, tentang apa saja ekspektasi yang mereka harapkan dari peran saya sebagai CEO,” kata Ken.

Dibantu timnya, dalam waktu singkat Ken merumuskan berbagai strategi yang harus diusung demi menyukseskan proyek kakap tersebut. Di antaranya, menggelar event promosi tatap muka dengan calon pembeli potensial di Lampung. “Yang paling efektif memang mengundang orang untuk datang langsung melihat proyeknya dan berbicara dengan kami,” ujarnya.

Untuk itu, Pinehurst menggelar Grand Sales Briefing di Lampung, awal Januari silam, dengan mengundang seluruh agen dan calon pembeli potensial. Tujuannya, memperkenalkan proyek pengembangan Pinehurst ke masyarakat Kota Lampung dan sekitarnya. “Kami memang fokus memasarkan di Lampung dan sekitarnya seperti Palembang dan Padang. Karena, data menunjukkan, orang menengah atas di Lampung selama ini kesulitan menginvestasikan dananya di properti di sekitar Lampung, akhirnya mereka membeli properti di luar negeri, di Jakarta, dan berbagai lokasi lainnya di luar daerahnya,” Ken menjelaskan.

Pada event itu diperkenalkan Priority Pass, hak eksklusif untuk memilih unit pertama di Soho Shopping Arcade yang berjumlah 150 unit dengan harga khusus ketika Pinehurst diluncurkan Mei tahun ini. Ken memaparkan, berkat agresivitas timnya, sejauh ini sudah terjual 100 Priority Pass yang bernilai Rp 15 juta per unit. “Priority Pass ini bebas risiko. Jika calon pembeli memutuskan membatalkan pembeliannya kelak, seluruh dananya akan dikembalikan,” tuturnya.

Berbagai komunitas didekati. Antara lain, siap menggelar event untuk para agen properti, penggemar golf, hingga penggemar motor gede. Akan digelar pula pameran bersama Garuda Indonesia Travel Fair dan REI Expo di Lampung. Agensi properti papan atas seperti LJ Hooker dan Ray White juga digandeng. “Kami optimistis Pinehurst akan menjadi pilihan investasi cerdas bagi masyarakat Kota Lampung dan sekitarnya. Kota Lampung pun akan semakin berkembang seiring kehadiran Pinehurst,” kata Ken yakin. (Riset Sarah Ratna Herni)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
New Vixion dan Vixion R  Meramaikan Persaingan Pasar Motor

Seolah-olah tak mau kalah dengan kompetitornya, Yamaha meluncurkan dua  produk motornya sekaligus, yakni Yamaha New Vixion, New Vixion R dan...

Close