Vindex V. Tengker, Konseptor Layanan di Pesawat Garuda

Penerbangan panjang (long-haul flight), misalnya dari Jakarta ke Eropa, pastinya melelahkan. Para penumpang mesti nyaman di dalam pesawat agar penerbangan ini bahkan tidak terasa lama. Di sinilah, seorang inflight services menjalankan perannya lewat sajian makanan dan minuman, hiburan, bacaan, hingga bantal & selimut.

Vindex V. Tengker menunaikan amanah serupa di pesawat Garuda Indonesia. Peran itu terbilang unik mengingat dirinya adalah seorang chef hotel ternama. Sempat melalang buana ke Spanyol, ia adalah penguasa dapur Hotel Four Seasons selama 18 tahun. Kariernya berkembang pesat di jaringan hotel internasional ini.

“Saya banyak belajar di sini, mendapat pengalaman bekerja di jaringan Four Seasons di luar neger, Saya menjadi satu dari 9 kepala bagian Chef, paling yunior dalam hal jam terbang. Kekuatan saya di bahasa Inggris,” ujar ayah dari dua anak ini.

Vindex sempat hijrah ke Hotel Dharmawangsa sebelum menerima pinangan Garuda Indonesia sebagai VP Inflight Services di Januari 2015. Saat itu, sebenarnya ia sudah berencana untuk mendirikan sekolah kuliner. Tujuannya, untuk menyeimbangkan hidup. Selama menjadi chef, waktu liburannya banyak dihabiskan untuk melayani para tamu hotel.

Di hari terakhir (bekerja di Hotel Dharmawangsa), Handayani, yang saat itu menjabat Direktur Marketing dan Services Garuda Indonesia mengajaknya bergabung. Maskapai BUMN ini membutuhkan seseorang yang memahami divisi makanan dan minuman untuk menjaga layanan setelah mendapat Sky Trax Award.

Vindex V. Tengker, VP Inflight Services, Garuda Indonesia Tbk Vindex V. Tengker, VP Inflight Services, Garuda Indonesia Tbk

“Setelah diskusi dengan istri, akhirnya saya menerima tawaran tersebut. Alasannya sederhana, pekerjaan ini lebih fixed time, jadi lebih teratur. Garuda juga punya misi yang sama dengan saya, yakni mengembangkan kuliner asli Indonesia,” katanya.

Hotel Amandari di Bali, adalah saksi bisu keteguhan hatinya untuk mempelajari segala rupa masakan asli Indonesia selulus dari SekolahPerhotelan dan Pariwisata DKI. Padahal, Vinde bisa bekerja sebagai front office di Hotel Grand Hyatt, hotel internasional terbaik di Indonesia. Tapi, ia lebih memilih hijrah ke Bali untuk mengejar impiannya mengangkat kuliner asli Iindonesia.

“Saya belajar olahan, mengupas sendiri di sana. It’s all about process. Saya konsisten bekerja, harus stabil agar ketika bertemu kesempatan jadinya klop. Sebagai chef, kita harus terus belajar, berinovasi. Setahun di Amandari, saya dapat tawaran dari Bali Dynasty. Kemudian, hijrah ke Spanyol, mengelola restoran di sana. Eksposur itu semua mengasah kemampuan saya,” kata dia.

Nah, ini adalah bekal untuk mengemban amanah yang lebih berat di Garuda. Tak hanya mengurusi makanan dan minuman. Ia harus menyiapkan konsep layanan di atas pesawat, terutama untuk penerbangan jarak jauh yang memakan waktu lama. Sederhananya, kebutuhan penumpang di atas pesawat adalah tanggung jawabnya.

“Seperti hotel manager, saya menyiapkan layanan apa saja yang bisa dinikmati dalam pesawat. Mulai dari bahan bacaan, inflight entertainment, kursi, seragam, menu makanan dan minuman, hingga wifi-nya,” ujar dia.

Saat ini, layanan kabin juga terkait erat dengan bidang yang digelutinya seiring pengetahuan tentang kuliner yang dimilikinya. Kelebihan ini menjadi kekuatan dirinya saat menyeleksi daftar menu makanan yang disajikan di dalam pesawat. Ia juga berhasil menemukan harga yang tepat untuk menghasilkan makanan dengan kualitas terbaik.

“Saya paham harga apa saja yang paling murah dan mahal. Saya mendapat harga dan kualitas yang pas untuk makanan di Garuda. Dibanding tahun lalu, harga malah turun. Tahun ini, target saya ingin memperkuat standarisasi layanan bintang 5 di Garuda. Termasuk menu di ACS (anak usaha Garuda untuk katering) yang juga harus bintang 5,” kata dia. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)