Wiwiek Santoso, Bos Infrastruktur Grup Astra

Menjalani karier sejak tahun 1991 tentunya membuat Wiwiek Santoso, Presiden Direktur Marga Mandalasakti (Astra Group),  sudah khatam dengan asam garam di dunia profesional ini. Di Astra saja, dia sudah berkecimpung selama 25 tahun. Dalam kurun waktu itu, dia sudah berpindah-pindah ke berbagai divisi dan posisi. Mulai dari divisi Otomotif, Communication, Head Office dan kini di Infrastruktur.

Sejak tahun 2008, ia mulai memegang tanggung jawab untuk infrastruktur. Hingga saat ini tugasnya adalah membawahi seluruh jalan tol yang dikelola Astra. “Saat ini saya membawahi 4 tol Astra, yaitu Tangerang-Merak yang sudah beroperasi, lalu JORR 2 yang akan segera dibangun karena masih menunggu pemerintah melakukan pembebasan lahan, Jombang-Mojokerto yang baru 1 seksi beroperasi dan masih 3 seksi lagi yang sedang dibangun, serta Solo-Semarang yang baru 2 seksi beroperasi dan seksi ketiga sedang dibangun dan diminta untuk segera dioperasikan sebelum lebaran,” jelasnya penuh semangat.

Bagi wanita kelahiran 1961 ini, memegang tanggung jawab di bagian infrastruktur bukanlah suatu hal yang aneh. Menurutnya, setiap wanita mampu melakukan banyak hal dan sebenarnya wanita lebih kuat dan gesit dibanding laki-laki. “Tidak sedikit yang bertanya apa saya bisa di infrastruktur? Bagi saya tidak usahlah mempertajam isu gender. Perempuan itu kuat kok dan gesit. Bahkan saya tidak tahu saya laki atau perempuan,” ucapnya tertawa.

Tantangan terbesar yang harus Wiwiek hadapi ketika merintis dan menjalani karierya adalah mengalahkan ego terbesar dari dalam diri. “Mengalahkan ego sendiri adalah tantangan terbesar saya. Semuanya tergantung mindset. Kalau kita pikir ita muda, bisa dan selalu bersemangat maka yang terjadi akan seperti itu. Karena usia adalah keniscayaan karenakita tidak bisa menghentkan waktu, tapi kita bisa menjaga semangat kita agar tetap muda,” lanjutnya.

20160202_143050-640x480Di tengah kesibukannya sebagai wanita karier, keluarga juga terkadang ia rasakan sebagai tantangan. Mengapa? “Membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan itu tidaklah mudah, terlebih ketika anak-anak saya masih kecil. Dulu bahkan saya sudah seperti pemain akrobat. Tapi sekarang Alhamdulilah mereka sudah pada besar jadi saya bisa lebih fleksibel. Dan beruntungnya saya karena seluruh keluarga saya mendukung dan memahami saya hingga saya bisa seperti sekarang ini. Kendala lainnya adalah ketika orang disekitar kita tidak mau dinomorduakan. Yang terpenting adalah membagi waktu sesuai prioritas,” kata dia.

Wanita yang juga merupakan Nominated as GlobeAsia’a 77th Powerful Indonesian Woman ini juga berbagi tips untuk membentuk kepercayaan, yang erat kaitannya dengan pekerjaannya.

Sebagai pemimpin di perusahaannya, membangun kepercayaan dengan berbagai stakeholder tentunya sangat penting baginya. “Membangun komunikasi itu sangat penting. Kunci kepercayaan adalah komunikasi. Oleh karena itu kami memiliki website, Twitter, dan hotline agar bisa berkomunikasi secara luas dengan pelanggan dan masyarakat. Salah satunya juag melalui media. Dengan berkomunikasi maka orang akan mengerti, setelah timbul pengertian maka paling tidak orang tersebut akan respect dan dari situ akan muncul kepercayaan. Dan jangan lupa setelah berkomunikasi maka harus dilaksanakan dan dieksekusi,” dia menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)