Bekerja Secara Mendalam

Judul: Deep Work, Rules for Focused Success in

A Distracted World

Penulis: Cal Newport
Penerbit : Grand Central Publishing, 2016
Tebal: 296 halaman

Ini adalah buku kelima Cal Newport. Salah satu bukunya yang cukup populer berjudul So Good They Can’t Ignore You. Dilihat dari semua buku yang ditulisnya, tampaklah bahwa dia tertarik pada cara belajar dan bekerja secara efektif agar sukses dalam pendidikan ataupun pekerjaan. Cal Newport sendiri adalah Ph.D lulusan MIT, dan saat ini Wakil Profesor Sains Komputer Universitas Georgetown. Usianya baru 34 tahun. Rahasia utama dia bisa produktif adalah dengan bekerja secara mendalam.

Buku ini dibagi dua bagian. Bagian satu, Ide, terdiri dari tiga bab: bekerja secara mendalam itu berharga, bekerja secara mendalam itu jarang, dan bekerja secara mendalam itu berarti. Bagian dua, Aturan, berisi empat bab: kerja mendalam, menerima rasa bosan, menghentikan media sosial (medsos), dan menghilangkan kedangkalan.

Mari kita bahas kedua bagian tersebut. Bagian satu: Ide. Definisi bekerja secara mendalam adalah aktivitas profesional dengan konsentrasi penuh, bebas dari gangguan, mendorong kemampuan kognitif mencapai maksimal. Lawannya adalah bekerja secara dangkal (shallow work), yaitu bekerja yang tidak menuntut kemampuan kognitif dan sering terganggu hal lain.

Penyebab hilangnya kemampuan bekerja secara mendalam adalah hadirnya alat-alat komunikasi seperti e-mail, SMS, medsos, dan beragam alat hiburan (Internet, TV, dan lain-lain). Studi McKinsey pada 2012 menunjukkan, para pekerja menghabiskan 60% waktu selama seminggu untuk menggunakan alat komunikasi elektronik dan Internet, hampir 30% waktu kerjanya dipakai hanya untuk membaca dan membalas e-mail. Padahal, kondisi persaingan dan ekonomi saat ini membutuhkan kemampuan menguasai hal teknis secara cepat dan menghasilkan pekerjaan prima, baik kualitas maupun kecepatannya. Kedua kemampuan ini hanya dapat dilakukan kalau kita bekerja secara mendalam. Maka, kalau kita dapat menguasai cara untuk bekerja secara mendalam, kita dapat bertahan, bahkan berprestasi.

Rumus untuk menghasilkan kualitas kerja yang tinggi adalah waktu yang dialokasikan x intensitas fokus. Jika kita dapat bekerja secara fokus dalam kurun waktu tertentu tanpa terganggu hal lain, niscaya kita dapat menghasilkan kualitas kerja yang tinggi. Kalau kita tidak dapat fokus mengerjakan satu tugas saja dalam periode tertentu, kita akan mengalami attention residu (sisa perhatian). Riset membuktikan, kalau kita sering berpindah dari tugas A lalu ke tugas B, perhatian atau fokus kita tidak langsung berpindah ke tugas B. Masih ada sisa perhatian dari tugas A, dan ini mengganggu produktivitas kita. Ini berlaku juga kalau perhatian kita sering berpindah ke alat komunikasi. Pada saat kita sedang mengerjakan tugas, tiba-tiba cek e-mail, medsos, dan sebagainya, hal ini dapat menyebabkan attention residu untuk kita dan berdampak pada berkurangnya produktivitas yang kita miliki.

Penulis buku ini membagikan pengalamannya tentang bagaimana dia bekerja secara mendalam dalam hidupnya. Dia tidak memiliki akun Facebook ataupun Twititer, jarang browsing Internet kecuali yang berhubungan dengan pekerjaan. Dia juga secara sengaja membuat dirinya agar “sulit” dihubungi. Dalam buku ataupun situs web pribadinya, tidak ditemukan nomor kontak ataupun e-mail pribadinya. Bahkan sampai tahun 2012 , dia tidak memiliki smartphone ketika istrinya yang sedang hamil waktu itu memberikan ultimatum bahwa dia harus memiliki smartphone yang aktif sebelum anaknya lahir.deep-work

Komitmen Cal Newport untuk melakukan kerja secara mendalam tersebut berbuah manis. Selama 10 tahun sejak dia lulus S-1, dia sudah menerbitkan empat buku, mendapatkan gelar Ph.D, menulis banyak artikel ilmiah akademis bernilai tinggi dan dipekerjakan sebagai wakil profesor di Universitas Georgetown. Semua itu dicapainya dengan waktu kerja yang sangat jarang melewati jam lima atau 6 sore setiap harinya dalam seminggu kerja. Rahasianya, dia menyediakan waktu selama tiga-empat jam setiap harinya, selama lima hari dalam seminggu, untuk bekerja secara mendalam untuk pekerjaan yang sudah dia tentukan dalam minggu itu.

Bagian dua: Aturan. Pertama, kerja mendalam. Niat yang baik saja untuk melakukan kerja mendalam tidaklah cukup. Kunci membangun kebiasaan bekerja secara mendalam adalah dengan menambahkan rutinitas dan ritual dalam waktu hidup kita. Misalnya, kita dapat mulai dengan ritual mengalokasikan waktu satu jam setiap hari untuk benar-benar bekerja secara fokus tanpa terganggu alat komunikasi. Atau, kita membuat ritual baru yaitu menyimpan smartphone agak jauh dari meja kerja dan hanya pada waktu tertentu kita baru cek smartphone itu. Kalau kita disiplin melakukan ritual baru yang kita telah tentukan, hal tersebut akan menjadi kebiasaan baru yang powerful dalam kehidupan kita.

Kedua, menerima rasa bosan. Bekerja secara mendalam sangat menguras energi tubuh dan otak kita. Maka, disarankan agar kita melakukan break saat kita kerja secara mendalam. Paling tidak, kita melakukan break setelah bekerja secara mendalam selama 90 menit dan waktu break selama kurang lebih 10 menit. Bahkan, disarankan kita membuat timer agar setiap 90 menit ada alarm yang berbunyi sebagai pengingat kalau kita perlu melakukan break. Waktu break ini diperlukan untuk menghilangkan rasa bosan dan kelelahan. Namun, kita perlu waspada agar jangan sampai terlalu asyik dengan waktu break kita, sehingga lupa kembali memulai kerja secara mendalam.

Ketiga, menghentikan medsos. Aturan di bagian ini cukup jelas yaitu agar kita dapat menghentikan atau mengurangi kebiasaan kita berinteraksi di medsos. Dia tidak melarang secara tegas agar kita menghentikan aktivitas di medsos. Dia memberikan tip agar kita dapat memutuskan apakah kita benar-benar membutuhkan medsos atau tidak. Tipnya adalah dengan bertanya, “Dapatkah Anda menyebutkan apa saja kemungkinan keuntungan kalau Anda beraktivitas di medsos?” Atau, “Dapatkah Anda menyebutkan apa saja kemungkinan kerugian kalau Anda tidak beraktivitas di medsos?” Dengan menjawab pertanyaan tadi, Anda sendiri yang dapat memutuskan apakah sebenarnya medsos itu lebih menguntungkan atau merugikan hidup Anda.

Keempat, menghilangkan kedangkalan. Tantangan yang sulit untuk bekerja secara mendalam adalah dengan mengidentifikasi aktivitas apa saja yang sering mengganggu fokus kita dalam bekerja. Aktivitas yang mengganggu fokus kita memang dapat berbeda. Namun secara umum, gangguan utamanya adalah alat komunikasi yang telah dijelaskan sebelumnya. Buku ini memberikan tip yang secara khusus membahas bagaimana kita sebaiknya menanggani e-mail karena e-mail merupakan “musuh utama” untuk bekerja secara mendalam. Dengan menghilangkan setiap aktivitas yang mengganggu dalam pekerjaan, otomatis kita dapat bekerja secara mendalam pada setiap tugas yang sedang kita lakukan.

Bagian akhir buku ini lebih banyak diisi cerita pengalaman para tokoh dan tip untuk bekerja secara mendalam. Dengan membaca buku ini, kita diingatkan kembali bahwa untuk menghasilkan karya yang prima dibutuhkan kerja keras dengan intensitas fokus yang tinggi.

ANDY ISKANDAR

Peresensi adalah trainer dan konsultan, penulis buku Insightful Presentation, serta tim Business Wisdom Institute (@iskandar_andy; iskandar.andy@gmail.com).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)