Menyingkap Banyak Fakta dalam Buku Accesing Asia – Indonesia 2015/2016

PT Akses Asia Indonesia meluncurkan buku yang berjudul Accesing Asia – Indonesia 2015/2016 – Nation Builders (10/6). PT Akses Asia Indonesia meluncurkan buku yang berjudul Accesing Asia – Indonesia 2015/2016 – Nation Builders (10/6).

Bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia ke kancah internasional, PT Akses Asia Indonesia meluncurkan buku yang berjudul Accesing Asia – Indonesia 2015/2016 – Nation Builders (10/6). Indonesia merupakan anggota G20 yang memiliki pengaruh kuat di dunia internasional. Namun, banyak pemberitaan positif yang tidak terekspos ke media internasional.

Nah, buku ini memberikan sejumlah wawasan mengenai berbagai aspek  yang berperan penting di negara Indonesia dan para tokoh yang mampu membawa negara Indonesia maju ke depan.

Yang membuat buku ini berbeda adalah tentang “pembangun bangsa”. Buku ini juga berisi sejumlah pendapat dari para ahli mengenai berbagai isu penting yang memiliki dampak pada negara ini. Terdapat 1.000 narasumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sebanyak 1.000 narasumber tersubut beraasla dari mantan presiden, pejabat pemerintah, tokoh bisnis, wirausahawan, inovator, seniman dan entertainer, militer dan kepala di bidang kepolisian, dan duta besar yang masih menjabat. Narasumber tersebut berasal dari wawancara secara mendalam, observasi, dan dari data-data yang berasal dari berbagai sumber. Keseribu narasumber tersebut memberikan sejumlah ide mengenai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi serta prospek ke depannya bagi kemajuan sosial ekonomi Indonesia.

Penulis lain yang ikut berkontribusi di buku ini antara lain Profesor Dr. Iwan Jaya Aziz, ekonom Indonesia yang menuliskan artikel berjudul, What Lies Ahead for ASEAN and Indonesia. William Wongso, Bondan Winarno dan Santi Serad bersama-sama menulis artikel mengenai kuliner Indonesia, Indonesian Traditional Food: Culture Shared, Culture Enjoyed. Sementara itu Farah Wardani, yang kini mengepalai National Arts Gallery di Singapura menyumbangkan tulisan mengenai seni berjudul, Indonesian Visual Art Scene 2015 and Beyond: A Short Guide,  dan John H. McGlynn dari Yayasan Lontar yang telah banyak menerjemahkan karya-karya klasik Indonesia ke dalam bahasa Inggris menyuguhkan satu tulisan mengenai sastra Indonesia, Indonesia Through Literary Translation.

Tujuan akhir dari buku ini adalah untuk mengundang ketertarikan investasi yang lebih besar, dari para pengusaha lokal maupun luar negeri yang akan menciptakan kesempatan kerja yang lebih baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.  Sehingga akan menopang kenaikan jumlah kelas menengah, yang saat ini 25% di antaranya teridentifikasi sebagai salah satu alasan utama pertumbuhan Indonesia selama 15 tahun terakhir.

Kemal Stamboel, Ketua PT Akses Asia Indonesia, mengatakan bahwa investor harus melihat investasi dari sisi lain. Bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga build the business seperti membangun perekonomian sekitar dan mendorong kemamampuan masyarakat sekitar. “Saya berharap buku ini dapat memperkenalkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia, dan investor asing tahu kemana mereka harus menghubungi orang yang tepat di sektor tertentu,” tambahnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)