Enrico Soekarno Luncurkan Buku KING INK

Seni kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.Kesadaran masyarakat terhadap kesenian yang terus berkembang, kini telah mencapai tingkatan yang cukup tinggi dalam kurun waktu yang pendek. Timbulnya rasa ingin tahu dan apresiasi yang lebih besar telah melahirkan kebutuhan untuk terus memperkenalkan tahap lanjutannya, yakni ketersediaan benda seni melalui pameran dan kemudian mengoleksinya.

Enrico Soekarno, seorang seniman yang telah berkarya sejak tahun 1988 dan terkenal lewat karya-karyanya yang mengusung objek sosial kemasyarakatan, kini kembali menghadirkan sebuah pameran tunggal karya seni dan peluncuran bukunya “KING INK”.

P1010263_resized_2

Lewat KING INK, Enrico Soekarno menyusun karya-karyanya lewat buku. Karya-karya didalam buku KING INK merupakan drawing dan etching hitam putih di atas kertas berukuran mungil, dari terkecil 8 x 12 cm hingga paling besar 40 x 40 cm, yang bila dipajang begitu saja di galeri yang lazimnya memajang lukisan berukuran besar, bisa jadi daya pukaunya akan susut. Untuk itu, Enrico dengan cermat, mengumpulkan semua karyanya tersebut dalam sebuah buku yang mudah ditenteng bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja. Buku ini juga berperan sebagai “galeri berjalan” untuk memiliki karya seni dengan skala yang tepat, dan lebih terjangkau.

Buku berukuran 24 x 24 cm yang didesain oleh Visual Concept ini berisikan lebih dari 125 karya-karya gambar terpilih Enrico Soekarno sepanjang lebih 25 tahun berkarya dan dilengkapi dengan esai dari Oscar Motuloh dan Eddy Soetriyono. Buku ini diterbitkan dan didistribusikan oleh penerbit ternama Red & White Publishing dan dicetak oleh Harapan Prima Printing.

Dalam karya-karyanya di KING INK, Enrico memilih media hitam-putih yang dipahami sebagai kerangka filsafat yin and yang, selalu menjaga keseimbangan dan keharmonisan. Jika kita melihat karyanya, Enrico bekerja dalam detail, berbicara dengan pernik dan rinci, baik dari segi bentuk maupun isi, baik dari segi teknis maupun metafor, baik dari segi rupa maupun narasi. Sehingga, kehadiran karya-karyanya membutuhkan jarak pandang yang dekat dan akrab.

Hadirnya KING INK bertujuan untuk mengenalkan cara alternatif mengkoleksi benda seni dengan mudah dan menarik. Selain itu, karya-karya dalam buku ini juga bermaksud untuk mengisi kekosongan akan seni gambar yang belakangan ini dihiasi oleh karya-karya instalasi dan lukisan skala besar. Buku ini juga diharapkan dapat memperkaya variasi buku seni berkualitas yang kembali menggeliat lagi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)