Handi Kurniawan Berbagi Inspirasi untuk Go Global

Pengaruh adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) semakin terasa, persaingan di dunia kerja pun semakin ketat ditambah dengan adanya WNA yang bekerja di Indonesia. Tentunya ini menjadi motivasi kita untuk semakin meningkatkan skill untuk dapat bersaing.

Banyak cara untuk memperoleh skill dan mental bersaing yang mumpuni, baik mengikuti pelatihan, seminar, membaca, bertanya, dan lain-lain. Namun yang paling utama adalah membangun keinginan dari diri sendiri. Seperti tulisan yang dibuat oleh Handi Kurniawan, Head of Leadership Academy dan Author of Global Career dalam bukunya yang berjudul Global Career.

Handi Kurniawan, Head of Leadership Academy dan Author of Global Career Handi Kurniawan, Head of Leadership Academy dan Author of Global Career

Latar belakang buku ini ditulis ketika pria berusia 37 tahun ini bekerja di sebuah perusahaan multinasional. Di sana ia mengaku merasakan bagaimana atmosfer kerja yang internasional, di mana banyak sekali cross culture.

“Saya melihat bahwa apa yang saya alami ketika pertama kali bekerja di sana akan dirasakan pula oleh orang lain di perusahaan multinasional yang sama maupun berbeda, jadi saya termotivasi untuk menularkan pengalaman saya ke orang lain khususnya Indonesia agar siap menghadapi persaingan,” ungkap pria lulusan Universitas Atmajaya Yogyakarta ini.

Untuk membuat buku ini berbeda dengan buku pertamanya, Handi membuat framework yang lebih jelas. Kemudian untuk dapat memberi contoh nyata kepada pembaca, ia melakukan interview dengan 15 narasumber yang sukses di bidang karirnya, seperti Rexy Mainaky (atlet bulu tangkis Indonesia), Dira Sugandi (seniman/penyanyi), Whulandary Herman (model), dan lain-lain.

“Nantinya saya ingin menggabungkan buku pertama dan kedua untuk pasar intenasional, khususnya distribusi di Asia Tenggara. Saya melihat ada relevansi di kedua buku ini. Semoga tahun 2016 bisa rampung,” katanya.

Boost Your Career to the World Stage

Dalam buku keduanya ini, Handi ingin menjelaskan bahwa kemampuan melakukan observasi fenomena yang terjadi di dunia dan mengantisipasi masa depan bisa menentukan sukses tidaknya karier di masa yang akan datang. Di sini ia juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang global talent diperlukan bukan saja passsion tapi keberanian.

Ia berpendapat bahwa di Indonesia dengan jumlah kelas menengah yang semakin meningkat maka akses ke pendidikan pun seharusnya semakin banyak. Para lulusan itu memiliki kemampuan, tetapi nyatanya masih sedikit masyarakat yang bisa akses ke pendidikan, sehingga akan sulit bersaing karena riskan. Selain itu menurutnya pelajar di Indonesia lebih banyak menerima teori dibandingkan praktek, sehingga menyulitkan para lulusan dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan.

“Tapi saya melihat saat ini perusahaan banyak yang menerapkan sistem MT atau Management Trainee bagi fresh graduate sehingga mereka perlahan dibawa masuk ke lingkungan kerja. Ada pula program beasiswa yang dibuat oleh pemerintah. Ya itu merupakan satu solusi yang baik,” ujarnya

Selain dukungan tersebut, individu harus mulai berani membuka diri terhadap dunia dengan memperbanyak komunitas atau organisasi. Handi menurutkan bahwa untuk bisa mengglobal, maka seseorang harus memulainya dengan megubah mindset, memiliki attitude profesional, ada motivasi bekerja, loyalitas, seorang eksekutor, dan entrepreneur. “Passion, harus diimbangi dengan skill yang dibangun di bidang apapun, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Yang terakhir adalah bangun network,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)