Jurus Selaraskan Investasi TI dengan Kinerja Bisnis

Judul : Technology Scorecards: Aligning IT Investments with

Business Performance

Penulis : Bansal

Penerbit : Wiley, 2009

Tebal : xii + 319 halaman

Apakah perusahaan terlalu banyak menginvestasikan uangnya di bidang teknologi informasi (TI) dan sistem informasi? Pertanyaan ini sering kali diajukan para CEO dan direktur. Banyak perusahaan telah berinvestasi besar-besaran di bidang TI dan berharap investasi tersebut akan meningkatkan produktivitas. Namun, para pengambil keputusan di perusahaan itu semakin bertanya-tanya apakah proyek TI yang mereka lakukan benar-benar bermanfaat bagi perusahaan. Hasil survei CFO Magazine menyebutkan, hanya 14% manajemen puncak menyatakan bahwa investasi TI di perusahaan mereka berhasil mencapai return on investment yang diharapkan, sedangkan 74% manajemen puncak tidak yakin atas banyaknya uang yang mereka investasikan untuk TI.

Banyak perusahaan yang mampu meningkatkan efisiensinya setelah menggelontorkan uang buat investasi TI. Akan tetapi sebagian di antaranya justru gagal meningkatkan kinerja bisnisnya. Sebagian perusahaan tidak memperoleh keuntungan dari investasi TI yang dilakukannya. Ditulis berdasarkan 40 tahun pengalaman kerja Dr. Sam Bansal di bidang manajemen proyek yang kompleks, buku Technology Scorecards mencoba membahas bagaimana investasi TI dapat diimplementasi dengan baik dan mampu mendongkrak kinerja bisnis. Bansal menjelaskan, penyebab kegagalan proyek TI di antaranya: keterlibatan pengguna yang terbatas (15,9%), kurangnya dukungan manajemen puncak (13,9%), kebutuhan yang tidak jelas (13,0%), kurangnya perencanaan yang baik (9,6%), ekspektasi yang tidak realistis (8,2%), tidak adanya milestone proyek yang detail (7,7%), dan staf yang tidak kompeten (7,2%).

Esensi buku Technology Scorecards adalah bagaimana menaksir dan mendongkrak nilai bisnis dari TI. Maksudnya, bagaimana menggunakan scorecard untuk menyelaraskan strategi investasi TI dengan kinerja bisnis dan bagaimana menggunakannya untuk meningkatkan kinerja bisnis. Buku ini menjelaskan tentang scorecard dan mendeskripsikan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat scorecard. Buku ini juga dilengkapi contoh-contoh kasus yang memperlihatkan bagaimana scorecard dibangun dan dapat mendorong pengembangan strategi yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengimplementasi investasi TI dan mendongkrak keuntungan bisnis.

Secara garis besar, buku ini terdiri dari dua bagian yaitu promise of technology dan deliver on promise. Bagian promise of technology menjelaskan tentang fungsionalitas, key performance indicator (KPI) dan keuntungan bisnis yang akan diraih perusahaan yang berinvestasi TI. Bagian ini menjelaskan value driver yang menjadi dasar fungsionalitas yang dibutuhkan, perencanaan implementasi dan pengembangan kasus bisnis untuk mendongkrak keuntungan perusahaan. Bagian ini menyediakan isi fungsional, termasuk KPI, untuk beberapa domain yang penting seperti Strategic Enterprise Management (Manajemen Perusahaan Strategis), Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) dan Product Life Cycle Management (Manajemen Siklus Hidup Produk). Informasi ini sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis untuk memformulasikan ide penerapan TI yang dapat menjadi dasar inisiatif baru di perusahaan. Jadi, bagian ini memperlihatkan kepada para pelaku bisnis, apa saja keuntungan praktis yang bisa diperoleh dari penerapan TI.

Bagian deliver on promise menjelaskan tindakan apa saja yang harus dilakukan perusahaan agar proyek TI yang diterapkan mampu mencapai hasil yang diharapkan. Bagian ini mendeskripsikan metodologi scorecard untuk menyelaraskan investasi TI dengan kinerja bisnis. Bagian ini menggambarkan semua area dan aktivitas yang harus dilakukan perusahaan untuk meraih keuntungan dan mengeksploitasinya sehingga promise of technology dapat terpenuhi, sebagai berikut:

  • Fase formulasi strategi

Bagian ini menjelaskan metodologi scorecard dan formulasi strategi berdasarkan penciptaan nilai bisnis, yang dipicu oleh target bisnis. Bagian ini membahas pengembangan strategi TI sebagai respons terhadap strategi bisnis. Formulasi strategi TI dan penyelarasan strategi TI dengan strategi perusahaan dilakukan berdasarkan target bisnis serta analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT).

  • Fase realisasi

Bagian ini mendorong perencanaan untuk semua aktivitas dalam fase realisasi, seperti solution architecting (penerjemahan blue print bisnis menjadi hardware, software dan network structure), gap analysis (penentuan apakah terdapat perbedaan antara kebutuhan bisnis dengan fungsionalitas teknologi vendor yang dipilih), roll-out planning (berbagai alternatif peluncuran solusi), serta configuration planning (aktivitas untuk mengonfigurasi proses dan bagaimana merencanakannya).

  • Faktor manusia

Bagian ini mendiskusikan faktor manusia yang dibutuhkan mulai dari fase formulasi strategi sampai fase realisasi. Faktor manusia di sini mencakup project management (berbagai model manajemen proyek dipresentasikan di buku ini bersama dengan karakteristik manajer proyek yang ideal), project champion (sosok yang paling penting bagi suksesnya sebuah proyek) dan business case development (semua aspek manusia dan negosiasi yang timbul ketika membawa business case dan “menjual” proyek ke para pemegang saham dan direksi).

  • Pertimbangan strategis

Bagian ini menekankan tentang isu-isu seperti change management (bagaimana mengatur perubahan dengan baik), quality management (standar kualitas yang diaplikasikan pada software dan bagaimana menetapkan serta menerapkan manajemen kualitas), risk mitigation (bagaimana memperkirakan dan mengeliminasi risiko di berbagai fase proyek), test management (berbagai aspek rencana tes, prosedur tes dan metodologi tes pada seluruh siklus hidup proyek), communication management (bagaimana merencanakan dan menerapkan sistem komunikasi yang proaktif), dan training (siapa yang sebaiknya memberikan pelatihan dan materi pelatihan).

  • Pengukuran kinerja

Bagian ini menjelaskan bagaimana melakukan pengukuran berkelanjutan dan memantau KPI. Juga, mendiskusikan kapan dan di mana KPI sebaiknya dipresentasikan kepada para pemegang saham untuk terus memperoleh dukungan mereka.

Perusahaan biasanya berharap semua aspek tersebut diperhatikan, sehingga mereka dapat memahami lingkup dan potensi keuntungan dari investasi TI.

Buku ini sebaiknya dibaca oleh mereka yang ingin meningkatkan kinerja TI di perusahaannya untuk memastikan investasi yang telah dilakukan berhasil guna. Buku Technology Scorecards memberikan para CIO, CFO, CEO, manajer atau konsultan TI semua alat analisis yang dibutuhkan untuk memperkirakan dan menetapkan keuntungan apa saja yang diharapkan dan teknologi apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya. Buku ini memberikan panduan kepada mereka untuk mengubah strategi menjadi kinerja yang terukur dengan menggunakan blue print kesuksesan TI.

Wawan Dhewanto

Kandidat doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomi

Monash University, Australia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)