Kisah Peserta Bootcamp di Tambang Newmont

Sebagai upaya agar masyarakat memahami praktik penambangan dan dampaknya terhadap lingkungan, PT Newmont Nusa Tenggara meluncurkan buku berjudul “Buka-Bukaan Dunia Tambang”. Buku ini merupakan antologi para peserta program Sustainable Mining Bootcamp (SMB) sebanyak 31 karya tulis dari 31 peserta. SMB adalah program edukasi yang memberi kesempatan langsung bagi masyarakat untuk melihat seluruh rangkaian proses tambang Newmont.

Buka-Bukaan Dunia Tambang

Kumpulan tulisan tersebut dikumpulkan menjadi sebuah buku yang menceritakan pengalaman peserta SMB selama mengunjungi tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat dan bekas lahan tambang PT Newmont Minahasa Raya di Sulawesi Utara.

Newmont mengajak masyarakat umum yang aktif sebagai blogger untuk menyampaikan pengalaman mereka baik positif maupun negatif tanpa ada intervensi. Para peserta SMB juga tidak mendapat imbalan dari penyelenggara.

“Misi SMB adalah berbagi kegiatan operasi tambang melalui para peserta untuk memberi penilaian secara objektif. Para peserta diberi kesempatan untuk menyelami kehidupan tambang dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di kawasan sekitar tambang. Upaya ini sebagai bentuk transparansi pengelolaan tambang dan dampaknya terhadap lingkungan masyarakat,” ujar Rubi W. Purnomo, Head of Corporate Communication PTNNT saat peluncuran buku di Gandaria City, Jakarta, (11/2).

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2011, program SMB telah berlangsung selama empat kali dan memberangkatkan peserta dari beragam latar belakang profesi, usia, serta asal daerah. Buku setebal 190 halaman ini adalah terbitan Mizan Pustaka yang menyajikan berbagai pengalaman hasil interaksi para peserta dengan penduduk sekitar mengenai keberadaan Newmont.

Seperti yang dikutip dari salah satu tulisan karya Eko Budi W. berjudul “Sustainable Mining Bootcamp sebagai Media Coverage PT Newmont” program ini merupakan cara Newmont untuk menampilkan citra yang lebih bersahabat untuk mengurangi negative media coverage. “Dengan program ini cukup dari orang luar yang menjadi juru media mengabarkan kondisi Newmont yang sebenarnya secara aktual,” kata Eko dalam kutipan tulisannya.

Sebagai tambahan, PT Newmont Nusa Tenggara beroperasi berdasarkan Kontrak Karya Generasi IV yang ditandatangani pada 2 Desember 1986. Sebanyak 56% sahamnya dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership B.V (milik Newmont Mining Corporation dan Nusa Tenggara Mining Corporation of Japan), yang mana 7% sahamnya kemungkinan akan didivestasi kepada pemerintah melalui pembelian oleh sebuah badan di bawah naungan Kementerian Keuangan. Pemegang saham lainnya adalah PT Pukuafu Indah sebesar 17,8%, PT Multi Daerah Bersaing sebesar 24% (milik PT Multi Capital dan PT Daerah Maju Bersaing, perusahaan patungan milik Pemda Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa), dan PT Indonesia Masbaga Investama sebesar 2,2%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)