Optimalkan Pendapatan Pasif Untuk Income Pentagon

Lyra Puspa, penulis buku berjudul Income Pentagon. (Foto : Istimewa)

Setiap individu dan institusi memiliki gaya income Pentagon-nya yang berbeda satu sama lainnya. Kondisi keuangan dielaborasi untuk menyeimbangkan posisi keuangan.

Apakah bekerja untuk sekadar mencari uang? Lalu, jika tidak bekerja bagaimana memenuhi kebutuhan hidup? Inilah sebuah pertanyaan yang kerap berkecamuk di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang mengandalkan dari pendapatan aktif (active income) seperti gaji. Sebenarnya, kebutuhan itu bisa dipenuhi dari pendapatan pasif (passive income). Penghasilan dari gaji adalah imbal hasil atas aktualisasi diri di tempat kerja bukan dicari semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup saja.

Hal ini disampaikan oleh Master Coach dan Founder Vanaya Coaching Institute, Lyra Puspa dalam bedah buku "Income Pentagon" di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, pada pekan lalu. "Jika demikian kita bisa mengaktualisasikan diri kita lebih baik dan tidak merasa terpaksa dalam bekerja karena dibayang-bayangi kebutuhan hidup yang tak terpenuhi," ungkap Lyra. Guna mencapai ini, dibutuhkan passive income sebagai sumber pendapatan lain yang menyeimbangkan neraca keuangan. Namun agar mencapai pasive income itu seseorang perlu mengetahui lebih lanjut posisi keuangannya di anak tangga tertentu, Maksudnya, Lyra menuturkan, kondisi keuangan itu bisa berada di tangga rawan, aman, nyaman atau mapan. "Bisa disebut tangga aman jika kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan terpenuhi lewat passive income," ujar Lyra.

Salah satu mencapai tangga aman adalah melalui jalur pendapatan yang bisa dipakai selain dari gaji dan penghasilan yang sumbernya dari hasil berwirausaha. Lyra memformulasikan jalur pendapatan tersebut dengan rumus bernama "Income Pentagon" yang juga menjadi judul buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini.

Dia menuturkan, setiap individu memiliki portofolio yang berbeda-beda satu sama lainnya. Oleh karena itu, individu, korporasi atau wirausahawan, pada kasus tertentu kerapkali membutuhkan pendampingan sosok wealth coach (instruktur keuangan) untuk bisa mengoptimalkan jalur pendapatan yang ada. "Semua orang punya gaya Income Pentagon-nya masing-masing," ucapnya. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)