Mengapa Kinerja Berbeda Meski Gaji dan Pendidikan Sama?

Apa yang membedakan kinerja dua orang dengan gaji yang sama, atasan yang sama, titel, tanggung jawab dan fasilitas yang sama? Mengapa selalu ada perbedaan antara kinerja dua orang sarjana yang sama dengan nilai kelulusan yang sama? Mengapa selalu ada individu yang memiliki kinerja dan kontribusi yang lebih baik dibanding rata-rata anggota organisasi?

#Passion2Performance, buku terbaru yang ditulis oleh Rene Suhardono dan tim penulis Impact Factory yang terdiri dari Rene Suhardono sendiri (akrab dipanggil Rene), Ricky Setiawan dan Ivandeva, melalui proses survei yang mendalam, menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Rene-Suhardono-500x500

 

 

Survei dijalankan dengan dua cara yaitu kuesioner elektronik dan wawancara dengan individu yang dikenal memiliki kriteria kerja yang sangat baik. Siginya dengan membandingkan jawaban antara 2 kelompok orang dengan jabatan, gaji, otoritas dan peran yang sama dalam organisasi. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mengetahui, memahami dan memaknai pola perbedaan cara pandang, cara pikir dan perasaan dua kelompok orang tersebut.

Untuk memastikan hipotesis bahwa penentu kinerja tidak semata berhubungan dengan uang dan kompetensi, survei ini dilakukan di berbagai perusahaan ternama dari 11 industri di Indonesia, di antaranya banking, telekomunikasi dan fast-moving consumer goods.

#Passion2Performance yang menyajikan temuan-temuan dan kajian-kajian menarik yang ditulis dan disusun selama 1,5 tahun ini ditujukan untuk individu yang mempertanyakan mengapa passion begitu penting dan apa yang bisa dilakukan dengannya. Sedangkan dari sisi perusahaan atau organisasi, buku ini menjawab pertanyaan apa yang bisa passion kontribusikan terhadap perusahaan dan menantang kekuatiran bahwa karyawan akan resign bila menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya bukanlah merupakan passion-nya.

Dengan pemaparan tersebut, buku ini berusaha mencari tahu faktor yang memungkinkan terjadinya revolusi kinerja dalam diri setiap orang. Rene dan team penulis percaya bahwa secara berkelanjutan, kinerja kolektif para individu dalam tim memiliki pengaruh besar pada berbagai bidang kegiatan dan pencapaian manusia.

Kuntoro Mangunsubroto, Mantan Kepala UKP4 pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sebelumnya bertanggung jawab atas rekonstruksi Aceh dan Nias pasca tsunami, yang turut menuliskan prakata pada buku ini pun menyampaikan,” Alangkah baiknya bila kita semua tidak sekadar bekerja, namun menjadi manusia yang asyik berkarya”.

Hal senada diungkapkan oleh Agung Adiprasetyo, CEO dari Kompas Gramedia Group yang menerbitkan buku ini. “Bekerja dengan passion seperti memasukkan ‘nyawa’ ke dalam tubuh kita, yang karenanya kita bisa berlari, berpikir dan menyempurnakan hasil karya kita. Akibatnya produktivitas dan performance yang optimal akan tercapai.”

“Buku ini adalah refleksi kepedulian, keinginan dan harapan kami untuk Indonesia yang lebih baik melalui segenap insan, perusahaan, organisasi, pemerintah dan berbagai kelompok yang ada. Kami percaya bahwa ini saatnya kita berdaya, berkarya dan berkreasi bersama,” tutup Rene. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)