Semangat!

Judul : Mojo

Penulis : Marshall Goldsmith

Penerbit : Hyperion, 2010

Tebal : x + 205 halaman

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan mendapat semangat dan daya juang secara mendadak? Semangat itulah yang dimaksud dengan mojo, sebuah istilah (term) yang sangat sering dijumpai dalam Voodoo yang merupakan budaya Afrika Amerika. Mojo is that positive spirit toward what we are doing now that starts from the inside and radiates to the outside.

Marshall Goldsmith, penulis buku ini, adalah executive coach yang sangat terkenal di Amerika Serikat. Buku ini dimaksudkan sebagai lanjutan dari buku sebelumnya, What Got You Here Won’t Get You There, yang merupakan salah satu best seller versi The New York Times.

Langkah pertama dalam membangun mojo adalah tes untuk mengetahui apa yang kita bawa dalam setiap aktivitas dan apa yang diberikan oleh setiap aktivitas kepada kita. Ada dua bentuk mojo dalam kehidupan kita: mojo profesional yang berarti keahlian dan sikap yang kita bawa terhadap pekerjaan kita, dan mojo personal atau manfaat yang diberikan oleh aktivitas yang kita lakukan kepada kita. Selanjutnya, kita membutuhkan lima kualitas agar dapat melakukan suatu pekerjaan dengan baik: motivasi, pengetahuan, kemampuan, percaya diri, dan otentik. Sebaliknya, yang akan kita terima sesudah mengerjakan suatu pekerjaan dengan benar: kebahagiaan, penghargaan, arti, pembelajaran dan rasa syukur. Sepuluh parameter inilah yang merupakan bagian dari Mojo Scorecard yang akan diukur dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Buku ini menyediakan The Mojo Scorecard yang dapat diunduh secara gratis di www.mojothebook.com.

Pada akhirnya, tujuan semua aktivitas kita harus mengarah pada dua hal: happiness (kepuasan jangka pendek) dan meaning (keuntungan jangka panjang). Perpaduan kedua sisi ini akan menjadi kuadran penilaian aktivitas kita, yakni: surviving (happiness/meaning), stimulating (happiness tinggi/meaning rendah), scarifying (happiness rendah/meaning tinggi), succeeding (happiness tinggi/meaning tinggi) dan sustaining (happiness sedang/meaning sedang). Lihatlah aktivitas sehari-hari Anda, lebih banyak berada di kuadran manakah?

Sungguh merupakan hal yang menakjubkan dan patut dicatat bahwa hasil riset Marshall Goldsmith juga telah membuktikan: Orang yang menemukan happiness dan meaning di pekerjaan adalah orang yang menemukan pula happiness dan meaning di rumah.

Agar memiliki mojo, kita harus menguasai empat elemen vital: identitas, achievement, reputasi, dan akseptasi.

Yang paling mendasar adalah apa yang kita pikirkan mengenai diri kita. Tanpa pemahaman akan apa yang kita pikirkan mengenai diri kita, kita tidak akan dapat mengerti mengapa dan bagaimana kita mendapatkan ataupun kehilangan mojo kita. Yang kedua, pencapaian yang memiliki arti dan dampak. Berikutnya adalah reputasi. Walaupun reputasi merupakan sesuatu yang berasal dari orang lain dan tidak dapat kita kontrol, kita dapat menjaga ataupun meningkatkan reputasi kita. Yang terakhir adalah akseptasi atau penerimaan. Ini merupakan tantangan yang paling besar. Bukannya menerima fakta bahwa bos kita memiliki otoritas, kita melawannya yang justru berakibat fatal bagi karier kita.

Untuk mendefinisikan diri kita, kita memiliki empat alat: menata kriteria, melihat posisi kita, menjadi orang yang optimistis dan pengurangan satu hal. Optimisme merupakan hal yang menular. Bila kita dapat membawa semangat positif dalam diri kita terhadap apa yang kita lakukan dan mengembangkannya pada apa yang orang lain lakukan, maka kita semua akan menjadi pemimpin yang diikuti oleh orang lain. Pengurangan merupakan sebuah alat yang sangat manjur. Pada saat kita kehilangan sesuatu, kita akan merasakan adanya kebutuhan dan arah. Kebanyakan manusia tidak menggunakan kekuatan dari pengurangan ini dalam hidup kita. Kebanyakan manusia tidak mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan passion-nya kalau tidak terpaksa karena kehilangan pekerjaan sebelumnya. Kita tidak akan berubah mencari happiness/meaning apabila tidak dipaksa. Manusia pada dasarnya dipenjara oleh inersia, terperangkap dalam status quo dan tidak pernah menanyakan pilihan apa saja yang ada untuk menemukan mojo-nya.

Ada beberapa prinsip dalam pencapaian: sukses tidak dibangun dalam satu malam. Momen kecil dapat menjadi momen untuk memperkuat misi kita dalam hal yang lebih besar. Our identities and reputations are made in such small, incisive moments.

Setiap profesional pasti pernah mengalami pertanyaan: Apakah seharusnya saya bertahan di pekerjaan sekarang atau pindah? Saran konvensional adalah konsultasi pada orang-orang atau ikuti suara hati Anda. Sebaliknya, Marshall menyarankan agar kita memakai Mojo Scorecard mengklarifikasi secara objektif apa yang harus diubah: diri kita atau pekerjaan kita.

Dalam sebuah survei di masa krisis 1999, 47% responden menyatakan takut kehilangan pekerjaan mereka. Bagaimana cara kita keluar dari sebuah pekerjaan juga akan memengaruhi mojo kita. Ada empat kemungkinan sewaktu kita keluar dari pekerjaan yang merupakan perpaduan dari perpindahan karier ke atas atau bawah dan apakah didorong untuk keluar atau kita sendiri yang meloncat untuk keluar. Kuadran yang terbentuk adalah menyelamatkan diri (meloncat/bawah), dipecat (didorong/bawah), apa yang terjadi (didorong/atas) dan pekerjaan yang lebih baik (meloncat/atas). Keputusan yang untuk meloncat duluan atau didorong merupakan hal yang mudah, tetapi keputusan untuk bertahan atau pergi merupakan hal yang sulit. Hal yang paling penting dalam menjaga reputasi adalah mencegahnya jangan sampai rusak.

Gosip merupakan hal yang tidak terelakkan di dunia korporasi. Gosip yang ada pada dasarnya hanya menyombongkan diri atau merendahkan orang lain. Untuk meningkatkan produktivitas diri dan membuat hidup lebih berarti, kurangilah gosip.

Sebagian dari kita sangat pintar mengelola hubungan dengan pelanggan. Kita memperhatikan pelanggan kita, tetapi kita mengabaikan satu hal: bos kita. Acap kali karyawan melawan perintah atasannya. Seorang pemimpin harus mampu memengaruhi ke atas. Seorang pemimpin yang mampu memengaruhi ke atas memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan sumber daya kesuksesan bisnisnya.

Yang terakhir, berikanlah sahabat Anda yang telah mengubah hidup Anda menjadi lebih positif sebuah lifetime pass. Hadapilah fakta bahwa kita tidak mungkin mencapai sukses sendirian. Jagalah persahabatan walaupun ada kalanya seseorang mengecewakan kita. Di saat dia mengecewakan kita, ingatlah bagaimana dia membantu kita di masa lalu.

Mengerjakan semua itu bukanlah hal yang mudah. Start seeing every challenge as a choice between I can do it myself or I can do it better with help. Dukungan dari lingkungan Anda untuk melakukan hal-hal yang membangkitkan mojo Anda.

Sungguh sebuah buku personal development yang sangat bermanfaat bagi para profesional. Sangat ringan tetapi pesannya mendalam sekali. Saran yang diberikan praktis dan mudah diaplikasikan mengingat latar belakang penulis buku sebagai executive coach terkemuka, sampai sebuah sekolah bisnis menjadikan namanya Marshall Goldsmith School of Business. Selain berisi pelajaran yang sangat powerful, buku ini juga penuh dengan cerita yang berasal dari pengalaman coaching Marshall.

Seperti yang dikatakan mantan Partner Goldman Sachs di bagian depan buku ini, selain di-coach oleh Marshall, hal terbaik yang bisa kita dapatkan dari Marshall adalah membaca bukunya.


RINNY

Performa Organisasi

& Talenta Accenture

Leave a Reply

1 thought on “Semangat!”

semangat terus,dan lihatlah hasilnya,salam suskes dari rahmatbonus
by RAHMAT, 19 May 2010, 16:06

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Ketika Dua Sistem Besar Harus Digandengkan

Sebagai afiliasi terbesar Philip Morris International (PMI), HM Sampoerna punya daya tawar kuat agar sistem HR-nya yang sudah ada dan...

Close