Tip Sukses Berhubungan dengan Powerful People

Judul : Influencing Powerful People
Penulis : Dirk Schlimm
Penerbit : McGraw Hill, 2011
Tebal : xxii + 248 halaman

 Oleh: Rinny,  konsultan di Hay Group.

Kita acap kali merasa terintimidasi dalam berhubungan dengan orang-orang yang berkuasa. Kebanyakan dari mereka telah mencapai tahapan tertentu dengan kombinasi charm, percaya diri, brilian, dan tentu saja mereka layak beroleh rasa kagum serta hormat. Mereka pun mungkin sukses karena dorongan yang tidak pernah berhenti, dalam proses menjadi dikenal bersifat keras dan temperamental. Bagaimana cara kita berhubungan dengan pribadi seperti itu, memperoleh kepercayaan mereka, memberikan kontribusi pada perusahaan mereka dan memastikan ide kita didengar?

Demikianlah paragraf pembuka buku ini yang kemudian dijawab dalam buku ini dengan 16 butir aturan. Dalam berhubungan dengan orang yang berkuasa, hal yang pertama harus dilakukan adalah berasumsi bahwa kita berhadapan dengan orang yang lebih smart dari kita. Dengan demikian, jangan pernah (sok) mengaku memiliki keahlian tertentu kalau tidak memiliki basis yang kuat. Orang yang berkuasa biasanya memiliki sejumlah kesamaan: otak yang brilian dan stamina yang kuat. Jeffrey Pfeffer dalam bukunya Managingwith Power mengatakan bahwa energi dan stamina fisik merupakan kunci utama kekuasaan, lebih dari sekadar jenius dan intelek. Dengan demikian, kita juga harus memiliki energi fisik yang kuat. Makan yang teratur, latihan dan tidur yang cukup. Rasanya sangat klise, tetapi hal sederhana inilah yang acap diabaikan.

Orang berkuasa biasanya mengasosiasikan dirinya dengan pekerjaan atau perusahaan mereka. Maka, tunjukkan kalau kita memiliki komitmen pada pekerjaan kita, bukan sekadar melakukan pekerjaan. Pribadi yang berkuasa juga biasanya menganggap orang lain sebagai pembantu mereka. Maka, biarkan mereka mengetahui kalau membantu mereka merupakan tujuan kita. Kendati demikian, jangan membiarkan paradigma pembantu ini menghambat kreativitas dan ambisi kita untuk memimpin. Studi kasus yang paling menarik akan hal ini adalah Tim Cook. Sebelum menjadi CEO Apple, Tim selalu memosisikan dirinya sebagai pembantu Steve Jobs sampai hari terakhir hidupnya Steve Jobs.

Rahasia dalam membangun chemistry adalah menjadi disukai dan memiliki faktor likable dengan cara mencari persamaan latar belakang ataupun minat. Selain itu, selalu tanyakan pertanyaan yang menunjukkan kalau kita benar-benar tertarik pada mereka. Bila ditanya, berikan pertanyaan yang singkat sembari bersiap kalau-kalau mereka membutuhkan detail lebih lanjut.


Memiliki kerendahan hati juga merupakan sifat yang sangat penting.
Don't seek any glory for yourself; be a team player. Akui kesalahan secepatnya tanpa memandang remeh. Di sisi lain, bersedia melakukan hal yang kecil karena acap hal yang kecil bisa memberikan kesempatan besar.

Sisi lain dari kerendahan hati adalah menunjukkan rasa hormat. Mendengarkan dengan pelan dan merefleksikan pengertian kita kembali dalam cara yang sesuai dengan gaya belajar dan gaya komunikasi bos kita merupakan syarat utama untuk memberikan masukan dan nasihat kepada beliau. Bertanya merupakan jalan terbaik untuk mengajukan poin kita ataupun menjelaskan ide kita. Menjadikan ide kita seolah-olah ide mereka adalah jalan terbaik agar dapat diimplementasikan. Posisikan diri kita sebagai penolong mereka pada saat kita berhadapan dengan isu yang berat.

Bila tidak tahu, katakan dengan jujur tidak tahu. Kenali juga gaya komunikasi bos kita: apakah beliau menyukai gaya bahasa yang straightforward atau yang lebih sopan. Ketahui pula momen yang tepat: bersiap untuk mendiskusikan isu kita apabila situasi menguntungkan dan bersiap menundanya apabila waktunya tidak tepat.

Bila bos kita itu adalah mikromanajer, biasakan selalu meng-update dia dari waktu ke waktu. Dalam keadaan krisis, komunikasikan masalahnya secepat dan sedini mungkin, walaupun belum semua data terkumpul.

Kehidupan dapat berubah dengan drastis. Jangan bergantung pada promosi, termasuk promosi yang sudah dijanjikan. Sebaliknya, bukan tidak mustahil, sewaktu-waktu kita dapat dipecat. Solusi yang diberikan buku ini cukup sederhana: selalu hidup di bawah atau sama dengan kemampuan kita merupakan jalan terbaik untuk menjaga kondisi keuangan dan mengurangi rasa khawatir akan kehilangan pekerjaan.

Tip yang terakhir dari buku ini adalah bagaimana menggunakan power kita secara benar. Fondasinya adalah memperjelas tujuan kita. Tanyakan pada diri Anda sendiri apa yang sebenarnya ingin Anda capai dan bagaimana orang lain bisa membantu Anda mencapainya. Setelah itu, artikulasikan apa yang cocok dengan Anda, sehingga orang lain dapat meyadari dan Anda sendiri pun menyadari apa yang cocok dengan diri Anda. Walaupun Anda benar-benar hands-on, tetaplah menyadari apa yang harus Anda delegasikan. Pada akhirnya, kita tidak mungkin tidak terpisahkan dari sebuah organisasi karena semua orang harus pindah posisi pada waktu tertentu. Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri apabila kita sukses meninggalkan posisi kita dengan talenta yang luar biasa.

Buku ini berisi banyak nasihat praktis yang sangat berharga dalam perjalanan karier kita, baik dalam berinteraksi dengan bos biasa maupun bos powerful people. Banyak sekali tip yang diberikan bersifat common sense. Sebagaimana pepatah populer yang mengatakan, Common sense does not mean common practice, buku ini akan menjadi sebuah pengingat akan perilaku kita dalam berinteraksi dengan level yang lebih senior.

Buku ini juga ditulis oleh seorang praktisi yang pernah menjabat Direktur Husky Injection Molding Systems sekaligus berpengalaman sebagai pelatih eksekutif dan prinsipal perusahaan konsultan. Dalam perjalanan kariernya, Dirk telah bekerja dengan sejumlah nama besar di dunia manajemen seperti Peter Drucker, Michael Porter dan Jim Collins. Selain itu, Dirk mengajarkan pula Engaging Powerful People di Rotman's Directors' Education Program di University of Toronto, Kanada. Maka, cukup aman untuk menyimpulkan bahwa tip yang diberikan adalah tip yang nyata, praktis dan siap diaplikasikan.

Buku ini diperkuat dengan boks “apa yang harus dilakukan apabila” di setiap akhir bab sebagai tambahan. Apa yang harus dilakukan pada saat diwawancara oleh orang berkuasa? Apa yang harus dilakukan bila orang yang berkuasa mencuri ide kita? Pertanyaan praktis seperti ini dijawab secara to thepoint dalam boks kecil di setiap akhir bab.

Sebuah buku yang sangat layak dibaca, bagi Anda yang baru memulai ataupun sedang meniti karier.

Leave a Reply

1 thought on “Tip Sukses Berhubungan dengan Powerful People”

buku ini belum ada di indonesia ya?
by aurora, 21 May 2012, 07:34

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)