Yoris Sebastian: Kreativitas Harus Dijadikan Budaya Usaha

Persaingan dalam dunia bisnis sekarang semakin ketat. Kalau pelaku bisnis tidak bisa menunjukkan hal yang berbeda dari yang lain, usahanya mungkin susah bertahan bahkan bisa mati. Oleh sebab itu, sebuah usaha sekarang ini dituntut untuk bisa kreatif. Lantas, apakah sulit untuk memunculkan kreativitas dalam suatu usaha?

Yoris Sebastian, 101 Creative Notes

Pakar industri kreatif, Yoris Sebastian dalam buku anyarnya yang berjudul “Yoris Sebastian, 101 Creative Notes,” dengan jelas menegaskan bahwa kreativitas itu bukan bawaan lahir, melainkan suatu kebiasaan dan keahlian yang bisa terus dilatih. Hal itu langsung dicantumkannya pada bagian awal buku. Di buku ini, secara keseluruhan, Yoris menggambarkan bagaimana pengalaman dia dalam mengembangkan kreativitas.

Dalam bab yang bertajuk “Obsessed with the why,” ia menyebutkan, salah satu faktor utama untuk menghasilkan kreativitas yang luar biasa adalah tahu alasan kita melakukan suatu gagasan. Maksudnya, seorang Yoris harus tahu alasan di balik setiap hal, karena alasan itu pasti ada. Yang perlu dibiasakan lagi adalah rasa keingintahuan, karena dari itu bisa lahir sebuah inovasi.

Optimisme pun berusaha diterapkannya. Di bagian “Great Expectation,” ia mengutarakan, di hampir semua proyek yang ditangani, Yoris selalu punya harapan bahwa proyek yang dikerjakannya akan bagus. Terkait proyek atau pekerjaan, ia mengaku tidak semua proyek diterima. Kata dia, lebih baik mengerjakan sedikit pekerjaan tapi dengan kualitas yang bagus, daripada banyak yang dikerjakan namun hasilnya tak maksimal.

Setelah memaparkan cara-cara memunculkan jiwa kreativitas, Yoris pun berbicara tentang bagaimana membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan. Di buku, dia bilang, “Mindset kreatif saja tidak cukup. Kreativitas perlu bekal, sehingga kita perlu sering membaca buku.” Bukan hanya buku saja, sarana untuk mendapatkan ilmu bisa dari media cetak, televisi, hingga dari dunia maya.

“Saya sendiri nggak pernah berhenti belajar (untuk tetap kreatif). Saya selalu ‘melahap’ apapun yang saya baca, tetap berusaha mencari referensi, berdiskusi dengan senior. Buat saya inspirasi bisa hadir di mana saja saya bernapas,” terang dia.

Yoris pun melihat kreativitas sudah banyak muncul di bisnis-bisnis di Indonesia. Ia mengatakan, “Sebenarnya bisnis rata-rata sudah kreatif, terutama yang kecil-kecil.” Memang, di dalam buku, dia mengatakan, bila punya banyak ide yang kreatif, maka cari ide yang paling kecil dan paling mungkin dilaksanakan. Tidak langsung ujuk-ujuk mengaplikasikan ide yang besar.

Dari usaha yang kecil, kreativitas harus dijadikan sebagai budaya. Yoris berusaha menciptakan pengalaman kreatif untuk anak buahnya, supaya mereka juga bisa menciptakan hal yang sama kepada para klien. Langkah Yoris mewujudkan ini cukup sederhana, seperti merayakan setahun karyawannya bekerja di OMG Consulting. Menurut dia, cara itu bisa berdampak pada loyalitas karyawan lainnya. (EVA)

Budaya itu harus dipertahankan oleh manajemen perusahaan sampai perusahaan itu besar. “Owner bisa tua, karyawan pun bisa datang dan pergi, tapi kalau budaya harus stay di perusahaan.” Dengan begitu, langkah perusahaan untuk bisa tetap eksis dan sukses pun lebih terjamin.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)