Membangun Organisasi yang Bermakna

The Purpose RevolutionJudul : The Purpose Revolution: How Leaders Create Engagement

and Competitive Advantage in an Age of Social Good

Pengarang : John Izzo & Jeff Vanderwielen

Penerbit : Berrett-Koehler Publisher, Inc.

Cetakan : Pertama, April, 2018

Tebal : xii + 253 halaman

Eko Widodo

Staf Pengajar Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Unika Atma Jaya, Jakarta

Sering, tujuan mulia yang ingin dicapai suatu organisasi berakhir sebatas slogan. Padahal, jika tujuan tersebut dapat didalami, dipahami, dan dilaksanakan dengan baik, bisa menjadi kekuatan yang dahsyat agar organisasi terus tumbuh dan berkembang.

Revolusi secara diam-diam tengah berlangsung di seluruh dunia; melintas batas geografi, generasi, dan sektor. Revolusi ini sangat diharapkan pekerja, pelanggan, ataupun investor. Yakni, kian kuatnya kecenderungan para pekerja menuntut pekerjaan yang mampu memberikan makna; tak sekadar menerima upah, tetapi juga ingin berkontribusi bagi terjadinya suatu perubahan yang lebih bermakna bagi kehidupan banyak orang dan lingkungan sekitar. Pelanggan ingin semua produk yang dikonsumsinya tak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan. Para investor juga mulai sadar bahwa melakukan hal yang baik adalah tindakan bisnis yang baik dan perlu.

Dari sisi organisasi, tujuan yang bermakna dapat diartikan sebagai aspirasi untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) pada masa sekarang dan mendatang. Namun, kenyataannya, ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Banyak pimpinan perusahaan mengaku memiliki tujuan yang bermakna dan tindakan yang baik bagi masyarakat, tetapi tidak demikian dalam praktiknya.

Penyebab terjadinya kesenjangan antara tujuan organisasi dan tujuan karyawan serta pelanggan umumnya karena penetapan tujuan dilakukan dari atas (top-down), tanpa melibatkan karyawan dan pelanggan. Tujuan organisasi tidaklah tetap sepanjang waktu. Tujuan harus selalu relevan dengan situasi yang dihadapi. Karena itu, organisasi harus selalu memantau perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Dewasa ini, telah terjadi konsensus di kalangan pemimpin bisnis bahwa keberadaaan bisnis adalah untuk membuat dunia yang lebih baik. Demikian pula, karyawan dan pelanggan ingin mengasosiasikan diri dengan organisasi yang bisa membuat dunia menjadi lebih baik. Hambatannya, kita kekurangan model, perangkat, dan metode sebagai rujukan. Selain itu, sebagian pemimpin perusahaan saat ini dididik oleh suatu paradigma bahwa keberadaan bisnis untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai saham semata. Jadi, kuncinya ada pada pemimpin organisasi. Jika pemimpin sudah menemukan atau memiliki tujuan yang bermakna, otomatis lebih mudah baginya untuk memasukkan hal itu menjadi semangat dan energi yang akan menyebar ke seluruh bagian organisasi.

Di sini perlu dibedakan antara fungsi dan tujuan. Ketika memberikan tugas, lebih ditekankan pada tujuan daripada fungsinya. Misalnya, pekerjaan seorang karyawan bagian kebersihan di sebuah rumah sakit (hospital janitor). Kalau dilihat fungsinya, pekerjaan dia hanyalah membersihkan kamar pasien, kamar mandi, dan kantor rumah sakit. Namun, jika penekanannya pada pencapaian tujuan yang bermakna, tujuan pekerjaan itu adalah memberikan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat untuk mendukung kesembuhan pasien dan keluarganya. Pekerjaannya sama, tetapi jika berorientasi pada suatu tujuan, pekerjaan tersebut serasa lebih memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menjalankan fungsi tertentu. Dewasa ini karyawan dan pelanggan memiliki minat lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan yang dilakukan perusahaan.

Perusahaan yang memiliki tujuan yang baik dan bermakna akan mendorong lebih banyak pihak berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan itu. Ini pergeseran penting. Di masa lampau, jika suatu organisasi melakukan hal yang baik, karyawan dan pelanggan turut bangga, tetapi mereka duduk pasif atau melihat dari pinggiran. Sekarang, di era revolusi tujuan (purpose revolution) ini, mereka ingin terlibat di garda depan untuk turut mewujudkannya. Ketika Anda mengomunikasikan tujuan Anda, Anda perlu memastikan bahwa apa yang Anda gambarkan atau diskusikan merupakan hal yang terkait dengan kepentingan para pihak yang terlibat dengan organisasi Anda. Meskipun tujuan yang hendak Anda capai terlihat lebih umum, tujuan itu harus dijelaskan dalam nuansa lokal. Revolusi tujuan mensyaratkan reorientasi yang mengharuskan organisasi lebih aktif dalam mendengarkan dan mengobservasi lingkungan sekitar.

Buku ini menguraikan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghadirkan organisasi yang berorientasi pada pencapaian tujuan yang bermakna. Secara singkat dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Setiap pemimpin organisasi adalah orang yang mempromosikan pencapaian tujuan yang bermakna. Maka, pemimpin harus memiliki suatu tujuan yang bermakna, serta memiliki semangat, gairah, dan kemauan untuk mewujudkannya.

  2. Setiap keputusan yang diambil di organisasi sejalan dengan pencapaian tujuan yang bermakna; sekecil apa pun keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan tujuan bermakna yang ingin dicapai organisasi.

  3. Setiap pesan yang disampaikan harus terkait dengan tujuan tertentu yang sesuai dengan tujuan bermakna yang ingin dicapai perusahaan.

  4. Setiap pertemuan yang dilakukan harus memiliki tujuan tertentu yang bermakna. Pencapaian tujuan yang bermakna juga harus selalu ada di setiap agenda pertemuan.

  5. Membantu setiap karyawan untuk dapat melihat hasil (impact) dari segala sesuatu yang dilakukannya. Kerja yang dilakukan bukanlah kerja yang sia-sia atau bersifat rutin belaka, tetapi merupakan kerja yang memiliki tujuan yang lebih tinggi dan bermakna untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.

  6. Setiap kelompok dalam organisasi harus memiliki tujuan bermakna yang akan membuat kehidupan jadi lebih baik.

  7. Pastikan tujuan yang ingin dicapai adalah penting; suatu tujuan yang layak dicapai, bukan sebatas tujuan pribadi tetapi tujuan yang lebih tinggi daripada itu.

  8. Selalu memberi keyakinan bahwa Anda dan kelompok Anda mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dengan tujuan yang bermakna ini, Anda dapat merekrut karyawan dan talenta terbaik untuk turut bergabung dengan perusahaan Anda. Didukung karyawan yang baik, Anda lebih mampu memenangi dan menjaga loyalitas pelanggan serta menarik perhatian investor agar turut mendukung usaha yang Anda lakukan. Dengan demikian, organisasi dapat tumbuh dan berkembang sekaligus mampu memberikan kebaikan bagi dunia untuk menjadi lingkungan yang lebih baik bagi semuanya. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)