Mengenal Lebih Dekat Generasi Millennials

Yoris Sebastian (kanan) dan Dilla Amran, penulis buku 'Generasi Langgas Millenials Indonesia' (foto: Syukron Ali/SWA) Yoris Sebastian (kanan) dan Dilla Amran, penulis buku 'Generasi Langgas Millenials Indonesia' (foto: Syukron Ali/SWA)

Generasi millennials di Indonesia merupakan aset masa depan bangsa Indonesia, diperkirakan pada tahun 2030,  sebesar 70% dari usia produktif negeri ini, mayoritas datang dari generasi millennials. Ini adalah generasi yang lahir pada rentang tahun 1980 hingga 2000.

Jika dilihat dari jumlah populasi penduduk negara-negara kawasan Asia tenggara, Indonesia menjadi kunci jumlah penduduk produktif terbanyak. Dari 10 negara anggota ASEAN diperkirakan jumlah penduduknya mencapai 625 juta dan 23% nya adalah generasi millennials dari Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, penulis buku 'Generasi Langgas Millennials Indonesia', Yoris Sebastian, berpendapat bahwa jika kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak bagus, maka bonus demografi yang sering dibicarakan akan berdampak pada beban demografi.

“Tapi sebaliknya, jika kualitas generasi millennials itu bagus, maka akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia yang bagus pula,” jelas Yoris pada SWA Online saat peluncurkan buku ke 8 nya di Jakarta (7/10/2016).

Meski tidak masuk dalam kategori millennials, namun kiprah Yoris sejak 2009 dengan OMG Consulting bersinggungan dengan generasi yang diharapkan bakal menjadi generasi emas pada tahun 2020 nanti ini.

Menurut ayah dari satu anak ini, beberapa ciri millennials yang perlu diperhatikan supaya tidak salah perspektif adalah prinsip efisien dan tidak membuang waktu. Banyak dari para bos memberi tugas anak buahnya mengerjakan suatu pekerjaan dengan tujuan agar anak buahnya dapat belajar. “Namun, tidak bagi generasi millennials jika sudah ada contohnya, sebaiknya si bos tadi memberinya contoh supaya lebih efiseien. Dan biasanya generasi millennials akan dapat mengerjakan yang lebih baik lagi,” jelas Yoris.

Dilla Amran, yang ikut membantu Yoris dalam penulisan buku juga menyoroti tentang perpindahan generasi millennials dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Menurutnya, ciri millennials adalah challenge seeker. Berbeda dengan generasi dahulu yang lebih memilih berada di comfort zone.

Generasi millennials akan mencari sesuatu yang baru jika pekerjaan yang ada saat ini dianggap terlalu monoton. Mereka bukan tidak loyal, tetapi memilih hal-hal yang memang perlu disetiakan. Generasi millennials adalah generasi yang berani mencari hal baru.

“Mereka bukan genrasi yang doyan pindah, tapi mereka berani mencari hal baru. Dan saat menemukan perusahaan yang tepat, mereka akan stay di sana," cetus Yoris.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)