Tiada Keberhasilan Tanpa Keberanian Mengambil Risiko

Skin in the Game

 

Judul : Skin in the Game: Hidden Asymmetries in Daily Life

Penulis : Nassim Nicholas Taleb

Penerbit : Random House, New York.

Cetakan : Pertama, Maret 2018

Tebal : xv + 281 hlm.

 

Penulis buku ini, Nassim Nicholas Taleb, adalah seorang penulis esai ternama di dunia saat ini. Topik yang sering dibahas dalam bukunya terutama berkaitan dengan masalah ketidakpastian (uncertainty) dalam dunia yang semakin kompleks seperti sekarang.

Buku Skin in the Game adalah buku kelimanya, yang merupakan rangkaian buku yang membahas masalah asimetri dan ketidakpastian dalam kehidupan. Buku pertamanya yang berjudul Black Swan sukses luar biasa. Dalam buku itu, dia mengangkat premis, bahwa berbagai peristiwa besar yang terjadi di dunia ini --perang dunia, penemuan komputer, dan berbagai hal besar lainnya-- merupakan sesuatu yang tidak dapat diramalkan sebelumnya. Berbagai peristiwa tersebut muncul secara kebetulan dari kondisi yang acak, karena dunia telah menjadi terlalu kompleks.

Frasa skin in the game yang menjadi topik utama buku ini dapat diterjemahkan secara bebas dengan istilah “ikut terlibat langsung dalam permainan”. Frasa ini merujuk pada suatu kondisi bahwa jika seseorang ingin memahami permasalahan dengan benar, dia tidak boleh bertindak hanya sebagai penonton, tetapi harus berani terlibat langsung dengan permainan itu. Berani ikut berkeringat untuk merasakan betapa sulit, keras, dan kotornya permainan yang terjadi.

Frasa ini menjadi penting karena semakin banyak pihak/orang yang berada di beragam profesi yang sering ada di dalam posisi memiliki kewenangan mengambil keputusan tetapi tanpa terdampak oleh keputusan yang mereka ambil. Dengan kata lain, mereka tidak harus turut menanggung risiko atas keputusan yang telah mereka ambil. Ini merupakan sesuatu yang dianggap tidak adil dan tidak benar.

Salah satu profesi yang biasa dijadikan contoh adalah komentator sepak bola. Mereka bisa dengan leluasa memberikan komentar apa pun atas situasi yang terjadi di lapangan, tanpa ikut berkeringat di lapangan. Bahkan, sering mereka merasa lebih ahli daripada para pemain yang bertanding di lapangan dan lebih tahu tentang apa yang harus dilakukan untuk memenangi pertandingan. Para komentator ini dikatakan tidak memiliki skin in the game karena tidak turut terlibat secara langsung dalam permainan, tidak ikut menanggung risiko atas tindakan atau keputusan apa pun yang diambil dalam permainan tersebut.

Begitu pula dengan banyak pelaku bisnis, birokrat, atau politisi yang mengambil keputusan atas suatu masalah. Sering keputusan apa pun yang diambil tidak berpengaruh langsung terhadap mereka. Mereka cenderung immune atau kebal terhadap dampak dari keputusan yang diambil, terutama keputusan yang berakibat negatif. Mereka dapat dengan bebas berbicara apa pun yang sesuai dengan selera mereka saat itu.

Di bidang ekonomi dan bisnis juga banyak dijumpai orang yang mampu bicara banyak tentang suatu peristiwa, tetapi tidak terlibat langsung dengan peristiwa itu. Seorang fund manager yang mendapatkan persentase keuntungan atas saham yang diperjualbelikannya, tetapi tidak terkena penalti jika harga sahamnya jatuh, dia tidak ikut menanggung risiko dan tidak memiliki skin in the game. Ini merupakan salah satu akar permasalahan bisnis dan ekonomi yang terjadi saat ini.

Contoh paling nyata adalah sosok Robert Rubin, mantan direktur dan penasihat senior Citigroup. Ketika perusahaan untung, dia ikut menikmati keuntungan yang besar, bahkan sempat dinobatkan menjadi salah satu CEO termahal di dunia. Namun ketika perusahaan bangkrut, dia bisa terbebas dari kewajiban untuk turut menanggung kerugian. Ketika Citigroup mengalami masalah, rakyat Amerika Serikat sebagai pembayar pajak yang terpaksa harus menyelamatkan bank tersebut dari kebangkrutan, lewat program bail out besar-besaran dari Pemerintah AS.

Premis ini sebenarnya didasarkan pada hal yang sederhana, yaitu perlakukanlah orang lain seperti kamu ingin orang lain memperlakukanmu (treat others the way you would like them to treat you). Jika Anda memperoleh imbalan, Anda harus turut menanggung risiko atas tindakan yang diambil, jangan sampai membiarkan orang lain yang harus membayar risiko atau kesalahan dari keputusan/tindakan yang Anda ambil. Jika keputusan yang Anda ambil ternyata merugikan orang lain, secara moral Anda harus turut memberikan kompensasi kepada pelaku yang menanggung risiko akibat dari keputusan/tindakan yang Anda lakukan. Karena itu, jika seseorang tidak berani menanggung risiko, jangan libatkan dia dalam pengambilan keputusan. Jika Anda tidak memiliki skin in the game atau tidak turut menanggung risiko atas perkataan/tindakan Anda, Anda seharusnya tidak berada dalam permainan itu.

Jika semakin bisa dituntut untuk turut menanggung risiko atas suatu keputusan yang diambil, orang akan semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan dengan demikian semakin besar peluang keberhasilan keputusan yang diambil tersebut. Seorang direksi perusahaan yang berwenang mengambil keputusan tetapi tidak terdampak atas keputusan yang diambilnya akan cenderung mengambil keputusan secara ceroboh. Maka, perlu bagi seorang direksi perusahaan untuk dikenai tanggung jawab langsung dan personal atas keputusan yang diambilnya. Memberikan kewenangan kepada seseorang tanpa harus menanggung risiko atas keputusan yang bakal diambilnya merupakan tindakan yang berbahaya bagi kelangsungan organisasi di masa depan.

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda tidak bisa memisahkan pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan terbaik adalah yang didapatkan dari pengalaman yang dialami langsung. Kontak dengan dunia nyata dilakukan lewat keterlibatan langsung dalam permainan yang akan membuat Anda benar-benar terpapar dengan kondisi yang terjadi di dunia nyata. Hubungan ini terjalin dengan menunjukkan keberanian untuk bersedia menanggung segala konsekuensi atas tindakan/keputusan yang diambil, baik yang berbuah kegagalan maupun keberhasilan.

Berbagai pengetahuan yang telah kita peroleh dengan melakukan sesuatu lewat upaya coba-coba (trial and error), lewat pengalaman, lewat waktu dan tenaga yang telah kita habiskan, semuanya merupakan tindakan yang menghubungkan kita dengan dunia nyata. Ini skin in the game yang kita miliki, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak masalah keputusan yang diambil ternyata berakhir dalam kegagalan, tetapi penderitaan dan kegagalan yang terjadi akan turut membentuk seseorang dan menjadi bahan pembelajaran yang berharga bagi tindakan/keputusan berikutnya.

Setiap orang sukses pernah mengalami kegagalan dan penderitaan, karenanya di situlah letak skin in the game-nya. Penderitaan akan menumbuhkan pembelajaran yang kemudian menuntun ke arah keberhasilan. Maka, pemahaman akan masalah skin in the game ini tidak hanya perlu bagi keadilan, efisiensi, dan manajemen risiko, tetapi lebih dari itu: juga amat diperlukan dalam memahami kehidupan ini.

Terdapat kecenderungan bahwa dalam hidup sering kita hanya diuji oleh orang yang memiliki karakteristik seperti kita, tanpa pernah diuji oleh kondisi yang benar-benar nyata. Memiliki ilmu ekonomi tidak berarti tahu segala hal tentang ekonomi dalam aktivitasnya di dunia nyata, tetapi sering hanya ada pada tataran teori, yang ditulis oleh para ekonom yang kerap tidak terlibat langsung dengan berbagai kompleksitas masalah ekonomi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kita diuji oleh ahli ekonomi, bukan oleh kondisi nyata. Ini sering membuat segala saran/pendapat para ekonom terlihat terpisah dengan permasalahan ekonomi yang dialami sehari-hari. Gagasan yang muncul bukan berasal dari pengalaman yang nyata-nyata dialaminya sendiri.

Orang yang tidak terlibat dalam permainan sering mencari cara-cara yang sulit dalam memecahkan persoalan yang dihadapi. Mereka lebih banyak berputar-putar tanpa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Banyak persoalan di dunia ini menjadi lebih rumit karena dikemukakan oleh orang yang tidak terlibat langsung dengan permasalahan, orang yang pada akhirnya cenderung menjual solusi yang rumit atas masalah yang sebenarnya sederhana.

Banyak orang yang tidak begitu memahami masalah yang dihadapinya, kemudian mencari solusi pada pihak yang bisa menjual “sesuatu”. Seberapa jauh Anda bisa dipercaya akan sangat tergantung pada seberapa besar Anda berani atau terlibat dengan risiko atas keputusan/tindakan yang Anda ambil.

Jika Anda merupakan minoritas dalam lingkungan Anda dan ingin membuat perubahan yang berarti, pertama-tama Anda harus mulai berani masuk ke lapangan permainan dan jangan menghindar darinya. Dengan demikian, Anda akan secara langsung merasakan segala kesulitan/hambatan yang sesungguhnya.

Revolusi kerap dimulai oleh kelompok minoritas yang keras kepala. Perubahan datang dari sekelompok kecil orang yang keras kepala terhadap prinsip/tindakan yang diambilnya. Mereka tidak mudah terbawa arus, tetapi secara pelan tetapi pasti dapat mengubah arus. Mereka berani menanggung risiko atas tindakan yang mereka lakukan. Sementara orang yang sekadar ikut arus adalah orang yang hanya ikut-ikutan, tanpa ada keberanian yang jelas untuk turut mengambil risiko. Agar memiliki arti dalam hidup ini dan hidup bermakna, Anda harus berani mengambil risiko. Tanpa itu, hidup Anda tidak akan ke mana-mana. Yakinlah, perubahan selalu dimulai dan dimenangi oleh orang-orang yang berani mengambil risiko.

Eko Widodo

Staf Pengajar Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Unika Atma Jaya, Jakarta

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)