10 Karya Desainer Marakkan Penutupan Palembang Fashion Week 2019

Palembang Icon, salah satu mal yang dikelola oleh Lippo Malls, menyelenggarakan pagelaran fashion terbesar di Sumatera Selatan dengan nama Palembang Fashion Week (PFW) 2019. Gelaran ke-6 kali ini mengusung tema Urbanation pada 7 – 10 Maret 2019.

Pragaan busananya sendiri baru berlangsung dari 28 Maret-1 April 2018. Fashion show ini diikuti oleh 30 desainer lokal dan tenant Palembang Icon. Masing-masing desainer menghasilkan koleksi yang bernuansa Asia dengan menggunakan kain khas Palembang, seperti songket, blongsong, dan jumputan. Pada hari terakhir penyelenggaraannya, PFW 2019 ditutup dengan peragaan busana dari 10 desainer lokal.

Pada penutupan kali ini, menampilkan 10 karya desainer lokal yang sudah malang melintang di ajang fashion baik lokal maupun internasional. Para perancang busana penutupan PFW 2019 ini antara lain adalah GRAB x Sakchin Oey Couture by Selly, Brilianto, Rumah Hijrah by Andien, Rumah Butik Emi, Adis Karim by RSA, HYS by Hilda Amalia, NC Butik Muslim by Novita, Anny Kebaya, Yulieza Tenun, dan Lentera by Hj. Ratu Anita Soviah.

Sakchin Oey Couture by Selly yang bekerja sama dengan Grab pada PFW 2019 akan menampilkan pakaian ready to wear, praktis, cepat digunakan, dan multipurpose. Rancangan koleksi ini akan menggunakan kain songket khas Palembang dalam bentuk tiga dimensi dan juga mencampurkan pakaian khas Jepang yang terkenal seperti kimono dan yukata. Terdapat 7 koleksi yang ditampilkan dengan dominasi warna hijau dan hitam. Proses membuat koleksi ini membutuhkan waktu sekitar 7 hari.

Partisipasi Grab dalam PFW 2019 sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata ‘Wonderful Indonesia’ di mana Grab menjadi mitra resmi Pariwisata Indonesia untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi pariwisata terbaik di Indonesia dengan mendukung industri fashion lokal dengan bekerja sama dengan desainer lokal.

HYS by Hilda Amalia menampilkan 8 koleksi pada PFW 2019 dengan menggunakan perpaduan antara kain-kain yang tidak terpakai seperti kain perca yang diolah menjadi outfit yang elegan. Koleksi yang ditampilkan terinspirasi dari limbah tekstil yang menjadi limbah kedua terbesar di dunia. Hilda mendapatkan dampak positif yakni perkembangan pelanggan HYS yang mencapai kurang lebih 50%. Koleksi yang ditampilkan Hilda membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan.

NC Butik Muslim by Novita tampil dengan beragam baju muslim yang menggunakan batik Jupri khas Palembang yang dibuat sendiri. Mengusung tema elegan, koleksi yang ditampilkan membutuhkan waktu 2 bulan dan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Koleksi busana ini didominasi dengan warna alam seperti cokelat, hijau, dan hitam. Novita merasa bangga meskipun baru pertama kali mengikuti PFW 2019 dan berharap karyanya akan semakin dikenal oleh masyarakat Palembang ataupun yang berada di luar Palembang.

Brilianto menampilkan koleksi ready to wear yang fokus pada kain jumputan dengan beragam motif sebagai bahan utamanya. Mengusung tema Brilianto Signature, menampilkan ciri khas dalam koleksinya yaitu inovasi kain jumputan dengan teknik pleats untuk menimbulkan efek kerut dan lipatan pada kain. Juga, bahan bahan silk dan satin dengan metode pewarnaan campuran natural yang berasal dari alam dan kimia sehingga menghasilkan tone warna yang lembut.

Rumah Hijrah by Andien pada PFW 2019 ini menampilkan 14 koleksi dengan mengusung tema ‘Growing Up’. Mengusung konsep alam yang akan didominasi oleh warna hijau botol serta dikombinasi dengan warna cokelat sebagai unsur tanah dan merah maroon sebagai unsur dari kelopak atau kuncup yang terbuat dari bahan jaquar sebagai ciri khas Rumah Hijrah. Selain itu, Rumah Hijrah juga menampilkan beberapa head piece sebagai pelengkap untuk menambah estetika.

Rumah Butik Emi yang pada malam penutupan PFW 2019 menampilkan 11 koleksi terbarunya dengan tema ‘Sriwijaya Heritage’. Menggunakan bahan jupri jumputan, jumputan bahan beludru, songket kombinasi ceruti, dan brokat, Rumah Butik Emi menampilkan koleksi ready to wear dengan konsep padu padan outer, long dress dengan warna merah, hitam, hijau, dan biru.

Rumah Songket Adis (RSA) melalui second label Adis Karim by RSA menampilkan 17 koleksi bertajuk ‘Ramadhan Kareem with Adis Karim’. Bahan yang digunakan handmade original print dengan bahan semi sutra yang terinspirasi dari keindagan beragam motif kain-kain Sumatera Selatan. Salah satu keunikan dari bahan original print yang digunakan Adis Karim adalah dengan tetap menjaga orisinalitas motif kain yang ada.

Koleksi dari Lentera by Hj. Ratu Anita Soviah yang mengusung tema ‘The Fabulous of Tajung’ menjadi penutup serangkaian fashion show di acara PFW 2019. Koleksinya menampilkan kain khas Palembang yang telah dirancang menjadi gaun yang mewah dan stylish dengan kombinasi bahan polos. Kain Tajung pada umumnya berbentuk sarung dan sering digunakan oleh pria pada acara resmi atau sakral.

Danny Crayton, Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia, menjelaskan, tiap tahun penyelenggaraanya PFW telah menjadi event yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan industri fashion di Palembang melalui karya – karya desainer Palembang yang telah memiliki Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan. “PFW 2019 menjadikan Palembang Icon sebagai mal fashion bagi masyarakat Palembang yang mencari tren, mode dan gaya terkini untuk mengikuti gaya fashion kehidupan perkotaan. Karena penyelenggaraan kegiatan tahunan ini memiliki dampak dengan pertumbuhan pengunjung yang meningkat sekitar 20% dan penjualan meningkat sekitar 10% ,” ujar dia.

Tidak hanya menampilkan berbagai koleksi rancangan para designer lokal, PFW 2019 juga menampilkan berbagai koleksi terbaru dari tenant fashion seperti Donini, Rotelli, Berrybenka, Carla & Leaf, Hush Puppies, Bateeq, Everbest, Salt n Pepper, Wakai, Wacoal, Andrew, Keds, JFK dan sejumlah tenant lainnya. Rangkaian acara PFW 2019 ditutup dengan parade designer dan penyerahan sertifikat.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)