165 Juta Orang Indonesia Akan Menjadi Konsumen Digital di Tahun 2021

Ilustrasi belanja online melalui platform e-commerce (©Getty Images)

Facebook dan Bain & Company dalam laporannya menjelaskan, ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara terus mengalami perkembangan, seiring dengan meningkatnya konsumsi digital melalui mobile dan transaksi online.

Pertumbuhan konsumen digital, menurut laporan ini, diperkirakan akan mencapai 350 juta pada akhir 2021. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sekitar 310 juta pada akhir 2020. Artinya, hampir 80% konsumen Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun ini. Sementara di Indonesia jumlahnya juga akan meningkat menjadi 165 juta konsumen digital pada akhir tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebesar 144 juta.

“Melihat perjalanan belanja online konsumen Indonesia dan gaya hidup digital yang semakin berkembang, sangatlah penting bagi kita untuk mengatur kembali strategi untuk berinteraksi dengan konsumen” kata Pieter Lydian, Country Director untuk Facebook di Indonesia menjelaskan. Menurutnya, langkah ini akan memberikan peluang bagi para pebisnis untuk membangun bisnis mereka dan terhubung dengan konsumen.

Masih dalam laporan yang sama, 48% orang mengaku menggunakan platform online sebagai sarana utama dalam melakukan pembelian. Sedangkan, 44% mengatakan mereka mencoba toko online baru yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Temuan menarik lainnya adalah sebanyak 93% konsumen saat ini sudah sadar terhadap lingkungan. Dalam survei tersebut, konsumen rela untuk membayar lebih untuk produk-produk yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial, dan 82% konsumen bersedia membayar lebih hingga 10% untuk produk tersebut. Dampak lingkungan disebut sebagai salah satu dari tiga alasan utama konsumen Asia Tenggara beralih ke merek lain.

Fakta lain menyebutkan bahwa sebanyak 83% orang menemukan barang yang akan dibeli melalui platform online dan hanya 17% orang yang masih mencari melalui sarana offline. Saluran digital kini memperoleh porsi 56% dari keseluruhan transaksi, dengan 44% sisanya lewat sarana offline. Lebih jauh, menurut Pieter, media sosial tetap menjadi saluran teratas untuk fase pencarian di Indonesia, terutama untuk video di media sosial sebanyak 19 persen%.

“Temuan ini menunjukkan fakta bahwa sekarang adalah saat yang tepat bagi merek untuk berani dan kreatif dalam bereksperimen dengan cara-cara baru untuk bertemu dan ditemukan oleh konsumen digital,” kata dia melanjutkan.

Kondisi bisnis pada tahun ini, menurut Edy Widjaja, Partner Bain & Company, merupakan hasil dari pengambilan keputusan cepat yang dilakukan oleh para pebisnis di tahun lalu. Apalagi saat ini Indonesia memiliki populasi konsumen digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai transaksi bruto (GMV) e-commerce tumbuh lebih dari 60% setiap tahun.

“Saatnya telah tiba bagi perusahaan produk konsumen untuk memanfaatkan perubahan paradigma perilaku konsumen di Indonesia. Pemilik merek yang paling sukses akan fokus pada strategi untuk memanfaatkan ledakan digital pasca pandemi di kawasan ini dan melindungi diri mereka dari disrupsi digital berikutnya," jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)