2018, Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka


Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,4 persen. Angka tersebut optimis akan dicapai melalui dukungan konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor. Selain itu, inflasi diperkirakan akan tetap terjaga di tingkat 3,5 persen, didukung oleh perbaikan kapasitas produksi nasional, stabilisasi harga, serta harga komoditas global yang masih relatif rendah.

Hanya saja, di tengah optimistik tumbuhnya perekonomian Indonesia, bayang-bayang politik juga menghantui perekonomian Indonesia, misalnya Pilkada di beberapa kota/kabupaten dan juga jelang pemilu 2019. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan investor dalam menentukan pilihan investasi.

Menurut Parlindungan Simanjuntak, Direktur PT Kontak Perkasa Futures (KPF), agenda tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi sejumlah usaha di tanah air. "Yang ramai kan politik ya, usaha lain mah tidak akan memiliki pengaruh yang besar," kata Parlindungan.

Diakui Parlindungan, apalagi bisnis investasi berjangka merupakan salah satu usaha yang tidak terpengaruh oleh hal tersebut. Pasalnya, di bisnis investasi dunia berjangka menggunakan mata uang asing dan emas.

"Biasanya di awal tahun seperti ini, investasi dolar sangat menggiurkan. Tapi dengan adanya sejumlah keputusan dari pemerintah Amerika terkait suku bunga, saya tidak terlalu menyarankan," tuturnya.

Lantas seperti apa investasi yang cocok untuk kuartal pertama di tahun shio anjing tanah ini? PT Kontak Perkasa Features sebagai perusahaan investasi berjangka menyarankan bahwa investasi emas sangat cocok saat ini. "Perbandingan nya terbalik. Ketika dollar negatif, emas justru positif. Emas akan tetap menggiurkan setidaknya sampai kuartal pertama tahun 2018," kata Parlindungan.

Namun ia juga menekankan bahwa usaha seperti ini juga memiliki risiko. "Pasti ada. Tapi untuk meminimalisir hal tersebut perlu ada komunikasi yang baik antara investor dan perusahaan investasi tersebut," tegasnya.

Parlindungan menambahkan, untuk melakukan investasi tersebut baiknya dijalankan bersama oleh perusahaan yang sudah memiliki kredibilitas tinggi seperti tercatat di BAPEPTI dan Bursa berjangka. "Apapun itu karena perusahaan yang baik setiap transaksi nya akan tercatat di bursa berjangka," tuturnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!