2021, Bank BTN Targetkan Laba Bersih Rp 2,5 Triliun

Teka-teki untuk mencari pengganti orang nomor satu di Bank BTN terjawab sudah, pasalnya posisi Direktur Utama yang ditinggalkan Pahala Nugraha Mansury sejak Desember tahun lalu kosong, karena Pahala diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (10/3) memutuskan untuk mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Selain itu, pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury, dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal.

Sekilas tentang Haru Koesmahargyo adalah Direktur Keuangan BRI (2015-Januari 2021), sebelumnya alumni lulusan Teknik Industri Pertanian dari Universitas Brawijaya dan peraih gelar Magister Business Administration (MBA) di Emory University pada tahun 2000, sempat menduduki posi Executive Vice President Head of Treasury Bank BRI. Haru memulai karirnya tahun 1994 di Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. sebagai Senior Trader Money Market and Fixed Income Securities Desk. Haru adalah peraih Indonesia Best CFO tahun 2020 dari SWA Media Group, ketika masih menjabat Direktur Keuangan BRI.

Selain itu, Bank BTN juga tidak membagikan deviden dari laba bersih tahun ini sekitar Rp 1,6 triliun. Menurut Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, laba tersebut akan dibukukan sebagai laba ditahan perusahaan untuk memperkuat modal Tier 1 BTN ke depannya.

Di tengah pandemi Covid-19, Bank BTN optimis target bisnis yang ditetapkan untuk tahun 2021 akan tercapai didukung Jajaran Direksi yang ditetapkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Salah satu target yang dicanangkanBank BTN tahun ini mematok laba bersih sekitar Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun.

Diakui Nixon, untuk mencapai Bank BTN harus menekan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) dan melakukan efisiensi. Karena Bank BTN punya peluang untuk menurunkan cost of fund atau biaya dana tahun ini. “Bank BTN akan menurunkan cost of fund diangka paling nyaman, dimana hingga Januari sudah turun 90 basis poin. Harapannya cost of fund  Bank BTNterus turun secara gradual,” katanya. Selain itu, harus melakukan efisiensi. Di saat pandemi Covid-19, Bank BTN  tidak mungkin menaikkan cost of fund, sehingga harus  terus berupaya menurunkan yang selama ini dianggap termahal.

Elisabeth Novie Riswanti Direktur Whosale Risk and Asset Management  Bank BTN menambahkan, untuk mendongkrak laba, Bank BTN akan menurutkan rasio kredit macet. Salah satu yang akan dilakukan adalah perbaikan dari sisi penagihan atau collection management serta penjualan aset secara efektif.

Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman, tetap optimis Bank BTN dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid. Jajaran direksi baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN . Karena bisnis BTN, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)