2021, Borrower Akseleran Tumbuh 141% dengan NPL 0,07%

Ivan Tambunan (CEO & Co-Founder Akseleran), (Christopher Gultom CCO & Co-Founder Akseleran), dan (Mikhail Tambunan CFO & Co-Founder Akseleran)

Di tengah pandemi Covid-19, penyelenggara  Fintech P2P Lending Akseleran berhasil mencatat  kenaikan jumlah borrower hingga 141% dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun 2020. Penyaluran pinjaman usaha Akseleran juga sudah merambah ke wilayah lain yang berada di luar Pulau Jawa, antara lain di Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Sumatra Utara.  Secara kumulatif, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp 3,7 triliun kepada lebih dari 2.800 borrower.

“Kami bisa melewati tahun 2021 dengan banyaknya catatan prestasi menggembirakan dan didukung oleh lebih dari 175 ribu pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) yang tersebar merata dari Aceh hingga Papua dan 12 institutional lender yang berasal dari perbankan maupun Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya termasuk BPR. Di kuartal keempat tahun ini, rata-rata bulanan untuk penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah menembus angka Rp 177 miliar,” ujar  Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/1).

Khusus bulan Desember 2021 saja  Ivan mencatat Akseleran mampu menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp190 miliar, atau tumbuh hingga 84% dibandingkan bulan Desember di akhir tahun 2020. Sedangkan untuk sepanjang tahun rekor penyaluran pinjaman usaha Akseleran terjadi di bulan November 2021 yang mencapai angka sebesar Rp192 miliar dan menjadi salah satu faktor penopang Akseleran untuk berhasil menyalurkan total penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp1,9 triliun lebih selama 12 bulan terakhir atau tumbuh 102% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

“Pertumbuhan demi pertumbuhan yang terus terjadi secara konsisten di tiap bulannya tentu sejalan dengan kualitas pinjamannya dimana dapat terlihat dari rasio kredit macet (non performing loan/NPL) Akseleran di akhir tahun ini berada di angka yang tetap rendah, yakni 0,07% dari total kumulatif penyaluran pinjaman usaha. Itu artinya total NPL Akseleran di tahun 2021 mengalami banyak penurunan hingga sebesar 0,10% dibandingkan realisasi per 31 Desember 2020 dan memperlihatkan keberhasilan Akseleran dalam melakukan mitigasi risiko kredit macet demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi kepada seluruh pengguna Akseleran di Indonesia,” tambah Ivan.

Para lender Akseleran tidak perlu lagi khawatir dalam melakukan pengembangan dana karena terjadinya risiko kredit macet di Akseleran sangat terukur. “Untuk selalu memberikan peace of mind kepada seluruh pengguna Akseleran maka di seluruh kampanye pinjaman sudah kami implementasikan proteksi asuransi kredit dari semula hanya 90% dari pokok pinjaman tertunggak, sudah menjadi 99% dari pokok pinjaman tertunggak per 1 September 2021. Dengan demikian, kami optimis akan melanjutkan kembali pertumbuhan kinerja Akseleran di tahun 2022 dengan menargetkan total pinjaman usaha naik hingga dua kali lipat atau menjadi sebesar Rp4 triliun,” ungkap Ivan mengakhiri.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)