25 Anak Perusahaan Pertamina Bakal Bubar

Rasionalisasi dan konsolidasi telah dilakukan Menteri BUMN
Erick Thohir pada kurang lebih 800 anak usaha dari 142 perusahaan pelat merah.

“Rasionalisasi dan konsolidasi ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi negara,” ujar Erick dalam video conference bersama Dirut Garuda, Dirut Telkom, dan Dirut Pertamina, Jumat (3/4/2020).

Garuda Indonesia saat ini sedang melakukan refocusing back to core business. Akan ada 6 cucu perusahaan yang akan dirasionalisasi. Perusahaan ini dianggap belum optimal sebagai sumber revenue stream Garuda Indonesia.

“Kami melakukan kajian, memetakan, dan mengevaluasi anak dan cucu perusahaan. Ini baru tahapan awal, kita terus melakukan opsi yang diperlukan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah mengatakan rencana restrukturisasi sudah ada sejak tahun lalu. Realisasinya dalam kurun waktu 2020-2021, akan ada 20 anak perusahaan yang dikonsolidasi.  “Perusahaan-perusahaan ini ada beberapa yang duplikasi dan kurang efisien, sehingga kita pertimbangkan ke depannya akan seperti apa,” ungkap Ririek.

Sementara itu, Pertamina akan merasionalisasi 25 perusahaan. Dari 25 perusahaan tersebut, 4 perusahaan sudah berstatus Dalam Likuidasi, 3
perusahaan diusulkan untuk likuidasi, dan 1 perusahaan sedang diusulkan untuk divestasi.

Terkait proyek pembangunan kilang minyak di Cilacap  yang bekerja sama dengan Aramco, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan akan mencari partner baru jika sampai akhir April tidak ada kesepakatan.

“Kita fokus di 4 proyek kilang minyak yang sudah berjalan yaitu di Balikpapan, kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Kilang Tuban, dan Kilang Balongan,” ujar Nicke.

Editor ; Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)