3 Langkah Grab Setelah Dapat Kucuran Dana US$750 Juta

Grab mendapatkan pendanaan ekuitas sebesar US $750 juta. Dengan jumlah pendanaan yang baru, total posisi modal yang dimiliki Grab mencapai lebih dari US $1 miliar. Grab akan memanfaatkan modal US$1 miliar ini untuk melakukan beberaoa hal. Pertama, mengembangkan lebih jauh diversifikasi, intensitas dan efisiensi layanannya di Jakarta. Kedua, mengembangkan GrabPay.

Nah, sebagai negara yang wlayahnya 43% dari seluruh populasi yang ada belum menggunakan layanan perbankan, Asia Tenggara merupakan perekonomian berbasis tunai dengan peluang besar untuk mengembangkan pilihan pembayaran secara mobile. Salah satunya Indonesia, sebagai target negara dengan pembayaran mobile. Pada tahap awal, Grab telah bermitra dengan Bank Mandiri untuk menawarkan layanan mobile wallet. Grab juga telah membentuk kemitraan jangka panjang dengan Lippo Group, untuk mengembangkan platform pembayaran e-money yang akan memungkinkan pengguna menggunakan GrabPay untuk bertransaksi di department store, hypermart, bioskop, kafe, dan platform e-commerce yang tergabung dalam jaringan Lippo Group. Juga, bermitra dengan Citi untuk memungkinkan pemegang kartu kredit untuk menggunakan Citibank Point untuk membayar tumpangan Grab. Hal ini merupakan kemitraan ridesharing pertama dengan bank global.

Grab bike

Ketiga, mendorong efisiensi dengan teknologi, kemampuan machine learning dan data science. Grab akan terus berinvestasi pada kemampuan data science dan machine learning untuk mendukung pertumbuhan Grab dan memungkinkan peningkatan-peningkatan seperti predictive demand and driver dan user targeting. Grab terus merekrut bakat-bakat terdepan dunia di pusa pengembangannya yang berlokasi di Singapura, Beijing, dan Seattle, untuk mengembangkan fitur-fitur inovatif seperti Flash yang menyatukan mobil dan taksi, meningkatkan kemampuan routing di sistem, dan membangun proprietary POI mapping database.

“Visi kami adalah mendorong kemajuan industri transportasi dan mentransformasi ekosistem mobile internet di kawasan Asia Tenggara. Pendanaan terbaru ini, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah teknologi konsumen Asia Tenggara, telah memperkuat kemampuan kami untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang seiring dengan upaya kami untuk memimpin pasar. Kami melihat peluang besar dalam pertumbuhan di Indonesia, dimana peluang pasar bisa mencapai US$15 miliar pada industri pemesanan kendaraan, termasuk potensi untuk mengembangkan platform GrabPay di kawasan Asia Tenggara. Saya meyakini bahwa platform teknologi, data science dan machine learning yang kami miliki akan terus berkembang guna mendukung ambisi kami di kawasan ini,” ungkap Anthony Tan, Group CEO & Co-founder.

Sejak periode pendanaan Seri E di bulan Agustus 2015, Grab telah tumbuh hampir empat kali lipat dalam hal jumlah keseluruhan mitra pengemudi dan pengguna aktif, termasuk jumlah volume tumpangan. Hari ini, aplikasi Grab telah diunduh pada 21 juta lebih perangkat dan memberikan pengguna akses terhadap lebih dari 400.000 mitra pengemudi untuk memenuhi kebutuhan transportasi mereka.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)