3M Beri Penyuluhan Keselamatan Kerja

3M Indonesia menyelenggarakan 3M Safety Technology Day untuk kali pertama di Indonesia.

Bertepatan dengan ini, 3M Indonesia juga meluncurkan Safety Mobile Training Center, yang ditujukan untuk menyokong program perilaku keselamatan pemerintah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk pengembangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Mengutip data terakhir dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tercatat sebanyak 101.367 kasus di 17.069 perusahaan dari total 359.724 perusahaan yang terdaftar dengan korban meninggal dunia sebanyak 2.382 orang sampai dengan November tahun 2016. DKI Jakarta dan Jawa Barat menempati urutan pertama dan kedua dengan kisaran angka di atas 26 ribu kasus.

Oleh karena itu, tahun 2017 ini merupakan tahun ke-3 bagi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan kemandirian masyarakat berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ditargetkan akan berhasil dicapai pada 2020 mendatang.

Pengendalian akan terjadinya kecelakaan kerja tertulis dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. PER.08/MEN/VII/2010, dalam UU tersebut disebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja/buruh di tempat kerja di mana APD tersebut harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang berlaku.

Selain itu, pengusaha atau pengurus wajib melaksanakan manajemen APD di tempat kerja yang meliputi kegiatan identifikasi kebutuhan dan syarat APD; pemilihan APD yang sesuai dengan jenis bahaya dan kebutuhan/kenyamanan pekerja/buruh; pelatihan; penggunaan, perawatan, dan penyimpanan; penatalaksanaan pembuangan atau pemusnahan; pembinaan; inspeksi; serta evalusi dan pelaporan.

Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3), Kementerian Ketenagakerjaan RI, menjelaskan, guna mencapai tujuan dari K3 Nasional yaitu “Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020”, hal tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak dan unsur pemerintah termasuk pemerintah daerah, lembaga, masyarakat industri maupun masyarakat pada umumnya.

Menurutnya, semua pihak wajib berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan.

“Pemerintah merasa perlu untuk mendukung kegiatan inisiatif dari 3M Indonesia ini yang bertujuan untuk terus melakukan edukasi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja di Indonesia. Kami berharap melalui 3M Safety Technology Day dan Safety Mobile Training Center, akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang paham akan efektivitas atau nilai guna APD bagi para pekerja, di mana APD merupakan dasar hirarki pengendalian bahaya kerja,” ujar Sugeng.

Selama acara berlangsung, 3M Indonesia menyelenggarakan rangkaian workshop dan pelatihan seputar budaya keselamatan dan kesehatan kerja, serta menampilkan jajaran produk unggulan dari lini bisnis Worker & Safety bagi puluhan peserta yang hadir.

Sashidharan Sridharan, Presiden Direktur 3M Indonesia, menyatakan, 3M Safety Mobile Training Center akan berkeliling ke area industri dan para distributor di kawasan Jabodetabek. Kehadiran Safety Mobile Training Center ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang memahami pentingnya penggunaan alat pelindung diri, cara memilih alat pelindung diri yang tepat sesuai dengan kebutuhan, maupun cara penggunaannya yang paling efektif.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)