43 Tahun BPPT Berinovasi Menuju Indonesia Emas 2045

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 yang jatuh pada tanggal 21 Agustus 2021, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkomitmen terus menghasilkan inovasi teknologi untuk Indonesia sesuai dengan amanat Undang-undang No. 11 Tahun 2019 mengenai Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU SISNAS IPTEK).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan tahun 2021, BPPT memfokuskan diri untuk peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa pada delapan fokus bidang teknologi, di antaranya kebencanaan, kemaritiman, kesehatan & pangan, pertahanan & keamanan, rekayasa keteknikan, transportasi, energi, dan teknologi informasi & elektronika.

Dalam fokus bidang kebencanaan, BPPT telah men-deploy lima InaBuoy di beberapa lokasi, di antaranya Gunung Anak Krakatau (28 Juli 2021), Selatan Malang (8 Maret 2021), Selatan Selat Sunda (21 Maret 2021), Selatan Bali (12 April 2021), dan Perairan Selatan Cilacap (21 Juli 2021). Kelima Inabuoy tersebut merupakan bagian dari sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dengan proyeksi deploy InaBuoy di 13 lokasi, tujuh lokasi InaCBT (cable based tsunameter), dan tiga lokasi untuk InaCAT (Coastal Acoustic Tomography) yang ditargetkan rampung pada tahun 2024.

Pada fokus bidang kemaritiman, BPPT  telah melakukan desain kapal mini liquefied natural gas (LNG) carrier yang telah di-approved/sertifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Desain kapal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan PT Pertamina dalam mengakomodir kapal pengangkut LNG di daerah yang membutuhkan.

Penambahan nama Next Generation merupakan statement BPPT untuk terus mengawal inovasi kesehatan penanganan Covid-19, setelah sebelumnya pada tahun 2020, TFRIC-19 menghasilkan lima alat kesehatan yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

TFRIC-19 Next Gen saat ini sedang menuntaskan tahapan inovasi beberapa produk yang akan diluncurkan pada tahapan berikutnya, diantaranya direct digital radiography (DDR), ventilator ICU, lab biosafety level 2 (BSL-2) stasioner, aplikasi AI untuk deteksi pneumonia berbasis citra x-ray, data sain senyawa kandidat obat dari mikroba Indonesia, serta sediaan obat herbal terstandar imunostimulan.

Fokus bidang ini juga turut menghasilkan bahan baku obat seperti amoksilin dan insulin, serta pengadaan implant tulang traumatik dan gigi berbahan dasar titanium lokal. Pengembangan lainnya dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui inovasi pencegahan stunting untuk menjamin pertumbuhan generasi penerus Indonesia dalam menyambut bonus demografi di tahun 2045.

Selanjutnya fokus bidang pertahanan dan keamanan diisi dengan kegiatan pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Elang Hitam. Bersama dengan konsorsium, BPPT akan melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritorial Indonesia di area perbatasan. Akhir tahun ini BPPT akan melaksanakan integrasi dan uji terbang Elang Hitam tipe 1, serta dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan desain, analisis, manufaktur wahana Elang Hitam tipe 2 dan 3.

Untuk fokus bidang rekayasa keteknikan, BPPT fokus pada penanganan lingkungan dengan menghasilkan inovasi teknologi dalam penyediaan air bersih, penanganan sampah serta limbah terintegrasi yang ramah lingkungan.

Upaya menjaga keberlangsungan pertambangan emas skala kecil, BPPT melakukan pengembangan dan difusi teknologi pengolahan emas non-merkuri dengan tujuan pengurangan dan penghapusan merkuri di Indonesia sesuai dengan Konvensi Minamata. Selain itu, rekayasa keteknikan juga dilakukan guna penanganan limbah medis Covid-19. Hal ini ditujukan untuk memberikan pembelajaran dan solusi kepada penyedia layanan kesehatan untuk tidak mengolah limbah medis ini, sehingga tidak berbaur dengan limbah masyarakat yang kerap ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

Fokus bidang transportasi dibagi menjadi dua kegiatan utama, yakni isu transportasi massal serta ekosistem kendaraan listrik. Transportasi massal akan diisi oleh kegiatan desain kereta api cepat serta membangun laboratorium sistem propulsi untuk melengkapi roadmap kereta api cepat Indonesia. BPPT juga mendampingi LAPAN dalam pengembangan floater pesawat N219 Amphibi, pesawat yang mampu lepas landas di perairan.

Sementara untuk fokus bidang energi, BPPT meningkatkan kapasitas biodiesel hingga mencapai B-50. Upaya ini dilakukan dengan melaksanakan uji jalan serta pembangunan pilot plant fluid catalytic cracking 300L/hari. Inovasi biodiesel  B-30 BPPT yang telah diterapkan PT Pertamina dalam produk Biosolar-nya mampu menghemat devisa negara hingga Rp 63 triliun. BPPT juga fokus pada tahap akhir PLTP Kamojang dan binary cycle di Lahendong, Jawa Barat, dalam pemanfaatan energi panas bumi.

Fokus bidang terakhir, teknologi informasi dan elektronika, diisi dengan pengembangan kecerdasan artifisial (KA). Pembentukan PIKA BPPT dan pengembangan big data melalui  NeoNet dan NODC merupakan salah satu upaya dalam mendukung dokumen Strategi Nasional KA tahun 2020-2045.

Program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga dilanjutkan BPPT dalam mendukung efisiensi kerja lembaga pemerintahan dan layanan publik serta mewujudkan integrasi satu data yang diagendakan pemerintah.

Pemanfaat teknologi informasi juga turut diterapkan dalam pelaksanaan pemilihan umum. Melalui inovasi e-Pemilu, BPPT menyediakan layanan terintegrasi, mulai dari verifikasi database pemilih menggunakan ktp elektronik dan data sidik jari, pemilihan suara dalam bentuk digital yang akan menghitung jumlah suara sah secara realtime, hingga rekapitulasi suara yang langsung terkirim ke Pusat Data KPU ketika waktu pemilihan dinyatakan selesai.

“Dari sekian banyak inovasi teknologi yang telah dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat luas, semuanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mengurangi penggunaan produk impor dan meningkatkan kandungan komponen dalam negeri. Dirinya mengungkapkan sebagai lembaga pengkajian & penerapan teknologi, sesuai dengan amanah UU SISNAS IPTEK, BPPT memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi serta mendorong keberhasilan penerapannya,”jelas Hammam.

BPPT sebagai salah satu unsur Kelembagaan IPTEK siap dengan peran dan posisi yang telah didesain dalam pengaturan SISNAS IPTEK. BPPT telah memainkan peran sesuai apa yang diatur dalam undang-undang tersebut. Bahkan secara khusus harapan peran yang akan dimainkan BPPT juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional BPPT, 8 Maret 2021. Ketiga arahan tersebut di antaranya BPPT harus berburu inovasi dan teknologi; BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun; BPPT harus menjadi Pusat Kecerdasan Teknologi di Indonesia.

Hammam menegaskan BPPT selalu siap menjalankan arahan Presiden Jokowi, dan arahan tersebut sebenarnya sudah menjadi karakteristik serta ciri khas/DNA BPPT sejak saat didirikan. Bekal pengalaman selama 43 tahun melakukan pengkajian dan penerapan teknologi, struktur organisasi dan kapasitas SDM yang semakin berkembang sesuai perkembangan zaman dirasakan sudah lebih dari cukup untuk menjalankan tiga arahan Presiden dalam rangka mendukung percepatan dan lompatan pertumbuhan ekonomi.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)