5 Prioritas Leaders Tahun 2022

Susanna Hartawan, CEO NBO Indonesia & Managing Director, Thomas International Indonesia (Foto: Anastasia/SWA)

Situasi pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi dunia bisnis dunia dan Indinesia. Bagaimana tidak, di tahun 2020 hingga 2021, para leader dituntut untuk merubah strategi dan cara kepemimpinan mereka untuk tetap bertahan di situasi yang berubah secara drastis ini. Sebagai gambaran, mengutip Jurnal Harvard Business Review bulan Juli 2020, menyebutkan untuk menangani krisis pandemi, pemimpin harus membuat rencana yang fleksibel, berkomunikasi secara jelas, memimpin dengan hati, dan bersiap untuk menghadapi post-crisis atau new normal.

Kemudian, bagaimana strategi para leaders, khususnya di Indonesia tahun 2022 mendatang?

Susanna Hartawan, CEO NBO Indonesia & Managing Director Thomas International Indonesia memaparkan ada 5 prioritas Human Capital and Leadership Resilience tahun 2022. Survi tersebut diikuti oleh lebih dari ratusan C-level, Senior HR and First Line HR.

Prioritas pertama adalah creativity and innovation. Ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan atau sebanyak 59%, diikuti oleh technology and digitalitation, serta growth yang masing-masing berjumlah 55% dan 46%. “Di akhir tahun 2021, kreatif leadership program merupakan yang banyak dipilih,” kata Susan dalam acara Leadership Resilience & Agility in the Wave of Digital Transformation: Lesson Learnt From Top Companies yang diselenggarakan oleh SWA (16/12/2021).

Kedua, technology platform, learning and people development, and agile team. technology platform menduduki posisi pertama dengan hasil survey sebanyak 71%. Sebagaimana diketahui, Susan sapaanya, mengatakan bahwa di tahun 2022 akan ada banyak organisasi yang akan melakukan investasi di ranah teknologi. Sementara itu, learning and people development menempati posisi selanjutnya dengan raihan 65%. “Ini sangat berkaitan karena saat kita mengadopsi teknologi baru, maka perlu yang namanya upskilling and reskilling,” ujarnya. Dan yang terakhir Agile Team 43%, menurutnya, Task Force di perusahaan semakin banyak dan banyak yang tidak bisa membedakan apakah itu ada Agile Chapter ataukah BAU.

Ketiga, productivity and leadership development. Dalam survei yang bertajuk Indonesia Human Capital and Leadership Survey 2022 itu, Susan mengatakan bahwa organisasi membutuhkan productivity sebanyak 55% dan leadership development 50%. “Sebanyak 60% koresponden setuju leadership development harus menjadi fokus human resource,” kata dia. Sedangkan, learning and development harus diberikan kepada future leader untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Masih dalam riset yang sama, para pemimpin juga harus resilience dan adaptable dalam meraih kesuksesan di dunia kerja yang baru sebanyak 23%. Hasil tersebut sejalan dengan riset yang dilakukan Thomas International dalam pengukuran leadership potensial. “Skill ini paling penting di tahun 2022,” ujar Susan menegaskan. Pemimpin juga menurut dia, harus memiliki creativity and innovation (20%), communication (16%), digital literacy and fluency (12%), dan cross functional collaboration (11%).

Prioritasselanjutnya adalah speed of technlogy change and mindset. Tantangan terbesar perusahaan dalam melakukan transformasi adalah kecepatan perubahan teknologi 67% dan mindset sebesar 63%. “Banyak perusahaan yang mulai melakukan pembaharuan kompetensi menuju digital savvy dan leadership.”

Prioritas terakhir adalah culture and communication yang merupakan hal krusial bagi produktivitas dan perfomance. Menurut Susan, Way of Work dengan shifting culture bisa membuat organisasi menjadi lebih kuat dan sustainable. “Our goal is to build a Best place to work and perform, mengembalikan adaptability, flexibility, speed of innovation and agile culture,” kata dia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)