50 Perusahaan Ini Raih Top GRC 2019

Manajemen risiko adalah keniscayaan bagi suatu perusahaan, karena ini terkait dengan good corporate governance (GCG). Apalagi, bagi industri perbankan dan perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sebab, kedua kategori perusahaan ini memiliki aturan hukum ketat yang harus dipenuhi. Operasional perusahaan diawasi oleh Otoritas Jasa Kuangan, Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.

“Untuk industri perbankan misalnya mengapa sangat ketat, karena jika suatu bank bermasalah, maka dampaknya kepada seluruh masyarakat. Contoh, ada masalah terganggunya penarikan uang di ATM akan terjadi rush atau antrean panjang. Beda lagi kalau yang bermasalah misalnya perusahaan sepatu, maka sebagian aja masyarakat yang terganggu.” ungkap M Lutfi Handayani, Ketua penyelenggara Top GRC 2019.

Untuk mengapreasi perusahaan-perusahaan yang telah memiliki manajemen risiko bagus, diberikan penghargaan Top GRC (Governance, Risk & Compliance). Top GRC adalah kegiatan corporate rating (award) tahunan, di bidang Tata Kelola Perusahaan (GCG), Manajemen Risiko, dan Manajemen Kepatuhan. Tujuan dari penyelenggaraan Top GRC untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegras.

Menurut Lutfi, pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kiat kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Peran manajemen risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak banyak terlihat, namun demikian fungsinya tidak bisa disepelekan. Tanpa pengelolaan risiko yang baik, kesehatan perusahaan akan terganggu.

Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek. GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bank BJB menyadari betul signifikansi yang dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Fungsinya yakni untuk membangun basis analisa yang kuat, sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan bisa terhindar dari risiko merugikan, bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal. Pola manajemen risiko yang diterapkan Bank BJB selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan.

Penjurian Top GRC 2019 dilakukan oleh beberapa pihak di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center.

Ada 50 perusahaan yang berhasil membawa pulang penghargaan Top GRC 2019. Beberapa di antaranya adalah IPC Terminal Petikemas, Waskita Karya, Pelni, BNI Life, Bank BJB, Industri Kereta Api, Sucofindo, Jasa Raharja, Waskita Beton Precast, Garam (Persero), Pindad (Persero), Mandiri Tunas Finance, Bank BCA Syariah, Bank CIMB Niaga, Bank Sulutgo, dan sebagainya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)