584 Nasabah Raih Hadiah Rp3 Miliar Panen Rejeki Bank BPD

Direktur Eksekutif Asbanda, Wimran Ismaun (kanan ke 2) berbincang dengan sejumlah pemenang 

Undian nasional Tabungan Simpeda yang dikemas dalam tajuk Panen Rejeki Bank BPD kali ini memasuki periode ke-1 Tahun XXXI-2020 dengan menyuguhkan total hadiah sebesar Rp 3 miliar untuk 584 nasabah Tabungan Simpeda seluruh Indonesia.

Pemenang yang mendapatkan hadiah utama Rp 500 juta adalah nasabah Bank Kalsel, kemudian hadiah kedua masing-masing Rp 100 juta untuk 4 pemenang dimenangkan oleh nasabah Bank BPD Bali, Bank DKI, Bank BPD DIY, Bank Nagari dan masih banyak lagi hadiah lainnya.

Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengungkapkan, bahwa Tabungan Simpeda sudah berusia 31 tahun dan merupakan salah satu produk pemersatu BPD seluruh Indonesia. Tabungan Simpeda sebagai produk penghimpunan dana masyarakat, dalam perkembanganya terus mengalami peningkatan.

Terkait dengan posisi Tabungan Simpeda BPD se- Indonesia, Ketua Umum Asbanda menjelaskan jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2020 berjumlah 7.209.314 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 56,10 triliun. Apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda bulan Agustus 2019 di Bali sampai dengan di Jakarta, dari sisi penabung terjadi kenaikan sebesar 7,06% atau naik sebanyak 475.654 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 2,32% atau naik sebesar Rp 1,27 triliun.

“Dapat kami sampaikan di sini, bahwa BPD yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Juni 2020 telah menghimpun Simpeda sebanyak ± Rp 13,44 triliun atau sebesar 23,96% dari Tabungan Simpeda Nasional.” Jelas Supriyatno.

Saat ini, jumlah BPD seluruhnya ada 27 bank, dengan kepemilikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Daerah Kota, dan ada juga dimiliki oleh Investor Strategis. Sedangkan BPD yang sudah dimiliki oleh Publik ada 2 BPD Bank bjb dan Bank Jatim, melalui IPO (Initial Public Offering),

Per Desember 2019, aset BPD telah mencapai Rp718,19 triliun atau meningkat sebesar 10,05% dibandingkan posisi Desember 2018 yang mencapai Rp 652,63 triliun dan menempati peringkat 5 dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, BCA dan BNI. Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

Kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2019, posisi kredit BPD mencapai Rp 467,92 triliun atau meningkat sebesar 11,987% dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar Rp 417,85 triliun. Sementara Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2019 mencapai Rp 530,78 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 14,20% dibanding posisi Desember 2018 yang mencapai Rp 464,76 triliun.

Dana Pihak Ketiga yang ada di BPD sampai dengan posisi Desembeer 2019, yang berasal dari Pemerintah Daerah hanya sebesar 18,68%, artinya dana pihak ketiga yang ada di BPD 81,32% berasal dari dana masyarakat. Jadi BPD kita ini sudah lebih banyak menghimpun dana dari masyarakat ketimbang dana dari Pemda kita sendiri.

Sementara itu, sampai dengan posisi bulan Desember 2019, BPD terbagi menjadi 3 BUKU (Bank Umum dengan Kegiatan Usaha), yaitu: BUKU 1 berjumlah 4 BPD, BUKU 2 berjumlah 19 BPD, dan BUKU 3 sebanyak 4 BPD.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)