80% UMKM Alami Penurunan Keuntungan Selama Pandemi Covid-19

(Dok. UNDP)

Laporan terbaru dari Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial (LPEM) Universitas Indonesia mengungkapkan, sembilan dari sepuluh UMKM di Indonesia mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, lebih dari 80% UMKM mencatat keuntungan yang lebih rendah dan lebih dari 53% mengalami penurunan nilai aset.

Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan PDB. UMKM mempekerjakan 97% tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 61% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2018. Dengan adanya laporan ini makin menegaskan keganasan dan kedalaman pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan pada 2020.

"Temuan ini mengonfirmasi keganasan dan kedalaman pandemi Covid-19 bagi perekonomian Indonesia," ujar Sophie Kemkhadze, Deputi Perwakilan UNDP Indonesia. Laporan yang diluncurkan secara virtual pada Kamis (21/01/2021) ini melibatkan 1.180 UMKM yang disurvei di 15 provinsi di Indonesia. Dilakukan pada Juli-Agustus 2020 dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa pengusaha perempuan yang umumnya memiliki akses yang tidak setara ke pembiayaan juga mengalami kemunduran. Lebih dari 37% UMKM milik perempuan mengalami kerugian pendapatan antara 40-60%.

Sekitar 44% UMKM yang disurvei pun telah bergabung ke pasar online atau e-commerce selama pandemi Covid-19. Ada lebih banyak pemilik UMKM perempuan (32% sebelum pandemi, 47% setelah pandemi) dibandingkan pemilik UMKM laki-laki (25% sebelum pandemi, 40% setelah pandemi) di pasar online.

Dengan adanya laporan diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan, terutama pembuat kebijakan, dan masyarakat umum untuk mengembangkan respons yang mendukung pemulihan UMKM, bergerak maju, dan bersiap dari guncangan di masa depan.

“Temuan ini memberi kami peluang dan petunjuk yang sangat dibutuhkan untuk rencana pemulihan nasional dari pandemi Covid-19. Mengingat posisinya yang vital dalam perekonomian Indonesia, pandemi ini menawarkan peluang sempurna bagi sektor UMKM untuk mengambil peran utama dalam transisi negara menuju model yang lebih hijau dan lebih inklusif," kata Sophie.

Menurutnya, salah satu strategi alternatif yang bisa diterapkan oleh UMKM untuk meminimalkan pengeluaran mereka adalah dengan mengurangi konsumsi utilitas, sehingga menurunkan tagihan utilitas mereka. "Studi ini berfokus pada, strategi penanggulangan, serta rencana mereka untuk pertumbuhan di masa depan," lanjutnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)