Ada Rekening Green Savings di Bank DBS Indonesia

Ki-ka: Head of Segmentation, Liabilities and Mortgage, PT Bank DBS Indonesia Natalina Syabana dan Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, menyerahkan secara simbolis donasi dari rekening Green Savings kepada Finance and Accounting Manager Krakakoa Fatimah Aziss, di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Ketertarikan masyarakat terhadap perusahaan yang berbasis Environment, Social, and Governance (ESG) semakin meningkat. Menyikapi tren tersebut, Bank DBS Indonesia, yang telah bergabung dengan United Nation Net-Zero Banking Alliance (UNEPFI), kini berupaya menyelaraskan portofolio kredit dan investasi untuk mencapai emisi nol bersih (net zero) pada tahun 2050.

Dengan menghadirkan rekening Green Savings, nasabah telah berkontribusi melalui penyisihan langsung sebagian bunga tabungan, dan Bank DBS Indonesia menyalurkan donasi tersebut kepada mitra wirausaha sosial terpilih.

"Rekening Green Savings yang telah hadir sejak tahun lalu bagi nasabah untuk mendukung keberlangsungan sosial lingkungan di Indonesia, mewujudkan dua dari tiga pilar keberlanjutan kami, yakni Responsible Banking dan Impact Beyond Banking dengan menghadirkan rangkaian solusi finansial komprehensif yang berbasis ESG, mulai dari investasi hingga tabungan, untuk mendukung wirausaha sosial di Indonesia,” ujar Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung. 

Sebagai purpose-driven bank atau bank yang digerakkan oleh tujuan positif, Bank DBS Indonesia menurut Head of Segmentation, Liabilities and Mortgage Bank DBS Indonesia Natalina Syabana,  secara berkelanjutan menyalurkan kontribusi nasabah Green Savings melalui pada mitra wirausaha sosial terpilih.

"Dalam satu tahun, sebanyak hampir 3.000 nasabah telah memberikan dampak positif dan mendukung agenda keberlanjutan dengan memberikan kontribusi melalui sebagian bunga tabungan yang dampaknya sudah dirasakan oleh para petani kakao,” ujar Natalina.

Indonesia sebagai produsen cokelat ketujuh terbesar di dunia kini dihadapkan pada berbagai masalah seperti kurangnya generasi baru petani kakao, usia pohon kakao yang sudah tua sehingga kualitas kakao menurun, serta minimnya pengetahuan petani kakao dan teknologi untuk menghasilkan cokelat yang berkualitas. 

Untuk meningkatkan produktivitas lahan produksi kakao dan pendapatan petani hingga 3x lipat selama usia produktif kakao, Bank DBS Indonesia menyalurkan bibit kakao kepada Krakakoa sebagai mitra wirausaha sosial. Dengan inisiatif dan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat kembali menjadi tiga besar produsen cokelat di dunia.

Krakakoa, menurut Finance and Accounting Manager dari Krakakoa, Fatimah Aziss, merupakan wirausaha sosial produsen cokelat yang memiliki misi ‘farmer-to-bar’ untuk memajukan pertanian kakao yang berkelanjutan dalam aspek lingkungan maupun bisnis. Krakakoa membina petani kakao dengan memberikan pendampingan dan akses akan bibit kakao unggul dan fasilitas pascapanen sehingga dapat menghasilkan panen yang berkualitas sehingga meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Indonesia.

"Keterlibatan nasabah Bank DBS Indonesia melalui rekening Green Savings telah membantu kami mewujudkan hal itu. Kontribusi yang terkumpul disalurkan kepada 20% dari total petani kakao di bawah binaan Krakakoa yang berlokasi di Lampung dan Sulawesi Barat dalam bentuk pembinaan berkelanjutan, berupa: lebih dari 20.250 bibit unggul; fasilitas Solar Dryer Dome untuk meningkatkan penyerapan biji kakao sebanyak 38%; serta fermentation boxes dan rak pengeringan yang mempercepat proses pengeringan biji kakao dan menjaga kualitas panen sehingga harga jual bisa lebih tinggi 2-3 kali lipat di atas harga pasar. Kami berharap semakin banyak nasabah yang terketuk hatinya untuk berkontribusi terhadap sosial lingkungan, terutama untuk mendukung keberlangsungan petani dan pertanian kakao di Indonesia,”  ungkap Fatimah Aziss.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)