ADEI Targetkan Cetak 3.000 Warung Digital

Pesatnya perkembangan bisnis digital saat ini mendorong munculnya peluang bisnis dan  pekerjaan baru.  Saat ini sangat mudah untuk berbisnis dengan memanfaatkan teknologi digital. Hanya dengan menggunakan akun di sosial media pun sudah dapat memberikan pendapatan bagi kita.

Digitalisasi memang memberikan banyak kemudahan bagi banyak pihak, namun bukan berarti semua pihak sudah terpapar dengan digitalisasi. Tidak sedikit bisnis yang masih bersifat konvensional mulai merasakan kekhawatiran akan tergerus dengan bisnis berbasis digital yang semakin menggurita. Fenomena tersebut menggelitik Bari Arijono, CEO Digital Enterprise Indonesia bersama beberapa rekannya untuk membuat suatu wadah yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat dan negara untuk mereka yang memiliki bisnis konvensional, namun mulai tergerak untuk beralih ke digital bisnis.

Bari Arijono, CEO Enterprise Indonesia

“Untuk itu, kami membentuk Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI) sebagai penengah, katalisator regulator ke pemerintah, membangun opini ke pemerintah agar para pengusaha online bisa tenang dan tidak lagi terjadi kericuhan. Di samping itu dengan adanya asosiasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pengusaha konvensional yang ingin menjadi bagian digital,” katanya.

Meski kini sudah ada IDEA sebagai asosiasi yang mewadahi e-commerce di Indonesia, tapi  ADEI memiliki fokusnya sendiri. Perbedaan asosiasi yang baru saja diresmikan pada 1 Februari 2016 ini dengan IDEA adalah fokusnya pada digitalisasi di sektor riil misal pertanian, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan. Beberapa program yang diadakan oleh ADEI adalah memberikan pelatihan UKM yang masih konvensional untuk meningkatkan ekspor mereka ke luar negeri.

Tidak hanya memberikan pendampingan,  saat ini aplikasi yang tengah dibangun oleh ADEI adalah Warung Digital. Warung digital merupakan program mendigitalisasi warung-warung kecil seperti warung rokok, warung kelontong, warteg, atau warung padang. “Di Asosiasi ini kan isinya pengusaha digital, jadi kami memiliki banyak orang yang mempunyai kompetensi disitu untuk membangun mobile apps Warung Digital yang akan launching sekitar Bulan November 2016 ini,” paparnya.

Saat ini memang sudah ada start up dengan konsep yang hampir sama dengan Warung Digital. Namun, menurut Bari yang membedakannya adalah barang yang bisa dibeli melalui warung kelontongan, barang bisa diantar ke rumah dan tentunya dengan harga yang kompetitif.

"Selain konsumen yang diuntungkan, pedagang pun juga akan diuntungkan jika bergabung dengan Warung Digital. Untuk pedagang kita berikan insentif, semakin banyak order pada aplikasi Warung Digital mereka akan mendapat cash back dari produk yang sudah bekerja saka dengan kami," lanjutnya.

Ia menargetkan ke depannya, dengan adanya Warung Digital sebagai program dari ADEI maka dapat mencetak 1 juta pengusaha digital. “Hingga akhir tahun ini kami targetkan bisa mencetak 3.000 Warung Digital di Jakarta,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)