Adx Asia Dorong UKM Dominasi Pasar

Albert Toha, Founder dan CEO Adx Asia (Ketiga dari kanan). (Foto: Anastasia/SWA)

Adx Asia, platform marketplace untuk beriklan, meluncurkan kampanye jadi pemenang untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong UKM di Indonesia untuk beralih ke digital. Selain itu, kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kelas UKM di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki 60 juta UKM pada 2018 lalu. Jumlah ini mengakibatkan persaingan yang ketat di antara pelaku usaha dengan brand-brand ternama yang memiliki biaya marketing dan promosi tinggi. Dalam upaya merebut pasar konsumen dan bersaing dengan brand-brand tersebut, UKM harus memiliki strategi marketing dan promosi yang efektif, efisien dan berbiaya rendah.

Elbert Toha, Pendiri dan CEO Adx Asia, mengatakan, kampanye ini bertujuan untuk menularkan semangat para pelaku UKM untuk bersaing dengan brand-brand besar yang sudah lama mendominasi pasar. “Adx Asia dapat menjadi mitra bagi para UKM untuk mempromosikan usahanya dengan konten marketing yang cocok dengan karakter brand tersebut. Kami mencoba untuk menceritakan story dan feeling perusahaan mereka,” kata dia.

Albert menambahkan, tantangan yang dihadapai UKM biasanya ada pada keterbatasan pembayaran melalui sistem kredit dan sulitnya memasang iklan di berbagai channel, termasuk offline seperti restoran. Biasanya halangan yang didapatkan UKM berkisar pada sulitnya pembayaran melalui kredit, dan sulitnya memasang iklan melalui dashboard channel seperti Google Ads, misalnya.

Belum lagi jika mereka ingin beriklan di restoran dan tidak mengenal owner-nya, itu akan sulit. "Nah, kami ingin mempermudah kesulitan-kesulitan itu,"dia menambahkan. Keuntungan lainnya adalah platform ini hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membuat sebuah iklan produk langsung terpasang di semua titik yang dimiliki.

Adapun harga yang dipatok yakni mulai dari Rp10 ribu per hari. Berdiri sejak tahun 2016, saat ini Adx Asia tercatat mengalami pertumbuhan bisnis sebesar 10 kali lipat dari awal berdiri. Sementara, tahun ini, platform menargetkan pertumbuhan 5 kali lipat dari tahun 2018. Pada 2019 ini, Albert mengatakan akan ada tambahan teknologi yang akan diterapkan perusahaanya.

"Di tahun ini kami ingin make sure seberapa efektifkah kampanye yang telah dijalankan. Selain itu, kami juga berharap akan banyak fitur baru yang dirilis tahun ini. Ke depan, kami juga berencana untuk membuat creative in house untuk mem-provide klien yang membutuhkan content iklan," ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)