Agar Industri Kreatif Indonesia Terus Bergairah

Dari-kiri-ke-kanan Sogi Indra Dhuaja,Hari Sentosa Sungkari ,Angga Dwimas Sasongko, Wahyu Aditya, Arie Octaviani (ki-ka) Sogi Indra Dhuaja,Hari Sentosa Sungkari, Angga Dwimas Sasongko, Wahyu Aditya, Arie Octaviani

Tahun 2016 sudah ada 7 film Indonesia yang mencapai 1 juta penonton. Ini menandakan gairah penonton serta peningkatan kualitas film Indonesia. Di tahun yang sama, pembangunan bioskop mulai meningkat, sehingga industri perfilman Indonesia semakin bergairah. Bagi Angga Dwimas Sasongko, sutradara film, gairah ini harus bisa diregenerasikan kepada penulis, animator, dan sutradara muda.

Industri perfilman Indonesia membutuhkan intangible asset, sehingga  industri kreatif ini bisa terus hidup dan berkembang. Setiap pemula tentunya membutuhkan platform yang tepat untuk bisa mengasah kemampuan mereka serta bertemu dengan berbagai komunitas yang mampu mendukung kreativitas mereka.

“Saya memulai di industri film melalui film pendek yang pertama kali di putar di HelloFest beberapa tahun lalu. Film saya diputar di HelloMotion menjadi film indie saya yang pertama dan terakhir,” ujarnya sambil mengenang. Ajang seperti HelloFest dinggap menjadi tempat berkumpulnya komunitas dan orang-orang yang bergiat di industri kreatif terutama penciptaan konten.

“Semua pembuat film awalnya berlatih dari film pendek, penting bagi mereka untuk belajar dari sana karena lebih banyak kemudahan dibandingkan membuat film panjang. Misalnya  media yang lebih terjangkau,” ujar Wahyu Aditya, Founder dan Chairman HelloFest 2016. Di era digital, para film maker memiliki platform yang lebih luas untuk menayangkan film mereka dan tidak terbatas hanya di televisi. Mereka bisa menggunakan sosial media atau youtube yang kini mulai ramai menayangkan film pendek.

Sejak bulan Juni 2016, HelloFest membuka kompetisi film pendek bagi para pekerja visual kreatif Indonesia. Ada 500 karya yang terdiri dari 3 kategori yaitu kategori animasi dengan 120 film, non-animasi dengan waktu 8 menit, dan kategori 8 detik pas. Nantinya ke 500 karya ini akan ditampilkan pada pelaksanaan HelloFest 2016 di Jakarta Convention Center-Plenary Hall.

Menurut Wahyu, Hellofest merupakan ajang bertemunya para pelaku industri visual. Untuk mendukung acara tersebut, ia mengundang berbagai komunitas game, komik, desain grafis, dll. “Dengan adanya HelloFest yang telah berjalan 11 tahun, kami ingin agar industri kreatif bisa lebih berkembang dan pelakuknya bisa semakin kreatif dalam menciptakan konten,” jelasnya.

Banyak karakter yang lahir dari konten memiliki nilai yang tinggi sehingga dilindungi oleh hak cipta sehingga memiliki nilai ekonomi. Selain itu para pemilik brand juga membutuhkan jasa dari para pencipta konten untuk bisa menciptakan karakter atau membuat konten menarik mengenai brand.

Acara ini akan menjadi tempat bertemunya para pemilik brand dengan pencipta konten, sehingga industri kreatif Indonesia diharapkan bisa semakin bergairah. Untuk mendukung para pelaku industri kreatif, Wahyu mengajak Bekraf untuk ikut ambil bagian dalam acara yang akan berlangsung di tanggal 24-25 September 2016 ini.

Bekraf memiliki program Haki atau pemberian hak cipta secara gratis, harapannya akan semakin banyak pencipta konten yang bisa mendapatkan hak cipta. Hal ini agar karya mereka terlindungi dari pembajakan dan bisa menghasilkan konten/karya yang bernilai jual. Oleh karena itu dalam pelaksanaan HelloFest 2016 akan diadakan berbagai talkshow, pameran kreatif, dan penampilan kreatif dari para pelaku industri ini seperti Cantika Putri, Abracadabro, Peachy Liv, dll.

Pelaksaanan HelloFest 2016 ini, Wahyu mengaku tidak menargetkan jumlah pengujung yang terlalu tinggi. Kapasitas gedung yang disewa hanya mampu menampung 20.000 pengunjung dalam 2 hari. Hal ini berbeda dengan ditahun-tahun sebelumnya dimana pengunjung mampu mencapai 20 hingga 30 ribu orang.

Untuk mengantispasi lonjakan pengunjung, dibatasi penjualan tiket baik presale maupun on the spot. Ia optimis bahwa pameran tersebut akan diminati, mengingat mulai banyak anak muda yang terjun dalam dunia kreatif Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)