Agar Mahasiswa Mampu Menjawab Tantangan Global

Merujuk pada perkembangan komunikasi di Indonesia yang semakin maju dengan jumah pengguna internet mencapai angka 175,4 juta. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan keterampilan dan karakter positif di era digital bagi mahasiswa di Indonesia.

Melihat perkembangan tersebut, Wakil ketua komisi X DPR RI Dr.Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP mengatakan dalam dunia pendidikan perlu adanya pendidikan karakter yang positif bagi mahasiswa agar mampu memajukan bangsa dan menjawab tantangan global. “Ada 10 keterampilan yang dibutuhkan oleh agen digital, diantaranya adalah critical thinking, negosiasi, kolaborasi, adaptasi, dan inovasi,” ujarnya dalam acara seminar daring  untuk memeriahkan Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) ke-3.

Dia juga memaparkan gambaran pengembangan strategi electronic health yang telah dilakukan oleh beberapa negara di Eropa. Baginya, strategi tersebut dapat memangkas mobilitas dan waktu pengguna untuk mengantre, begitu pula dengan sistem pembelian obat. “Transformasi tersebut dapat diterapkan dalam bidang kesehatan paska COVID-19,” ucapnya.

Dalam seminar yang bertemakan 'Perilaku Positif Di Era Digital', Direktur STIKSAM apt. Supomo, S.Si, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengupayakan transformasi digital melalui pembelajaran, pelatihan soft skill, dan penguatan SDM kampus dengan menggandeng Obat Apps, aplikasi belajar farmasi besutan PT Obat Inovasi Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa sudah ada pencapaian hasil kerja sama dengan empat kampus mitra selama masa pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung dua tahun. “Melalui MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami bermitra dengan Obat Inovasi dan beberapa kampus seperti Stikes ISFI Banjarmasin, STIKES IKIFA Jakarta, Akademi Mitra Sehat, dan AFI Yogyakarta telah berhasil mengeluarkan output berupa artikel riset bersama,” ungkap Supomo.

Supomo menjelaskan rencana Mobility Program  yang akan diselenggarakan oleh Obat Inovasi dengan beberapa kampus mitra pada Februari mendatang. Program tersebut didesain menyerupai program pertukaran mahasiswa ke berbagai kampus farmasi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia untuk mendukung program merdeka belajar. “Dengan adanya kegiatan tersebut, semua civitas akademika kampus mitra juga turut bekerja sama, misalnya dosen sebagai narasumber, mempelajari manajemen perguruan tinggi, serta pengabdian kepada masyarakat.” tuturnya

Ke depan, terobosan ini akan menjadi jembatan antara pemerintah dengan para pelaku industri untuk mendorong kemampuan digital seperti apa yang diperlukan di kelas dan kebutuhan di dunia kerja. Sehingga program kampus merdeka yang telah dicanangkan oleh pemerintah diharapkan mampu untuk menyambung rantai perguruan tinggi dengan dunia kerja melalui fleksibilitas dan keterlibatan multisektor.

Lebih lanjut, Hetifah berpesan agar anak muda sebagai talenta digital pada masa mendatang wajib untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapannya, agar menjadi pembelajar yang kuat dan mandiri. “Jika hal tersebut tercapai, maka kita akan menjadi swasembada pelayanan dasar seperti halnya kesehatan,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)