AGI Bahas Genetika Berkelanjutan untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit | SWA.co.id

AGI Bahas Genetika Berkelanjutan untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit

Ilmu genomik masih relatif baru di masyarakat meskipun teknologi genomik lebih terjangkau luasi. Menghadapi hal itu Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) tertantang untuk memberi edukasi kepada masyarakat umum, kalangan akademisi dan professional.

"Kami berusaha membuat 1 society inklusif, mengundang para doktor agrogenomik di mana untuk bidang ketahanan pangan di negara-negara seperti Brazil, Australia, Selandia Baru, dan lainnya. Saat ini AGI telah memiliki 60 anggota individual serta beberapa institusi termasuk dukungan dari Kementerian Kesehatan terutama dari aspek regulasi dalam memprospek dalam biodiversitas,” ujar  Dr. dr. Ivan R. Sini, SpOG, Ketua Umum Asosiasi Genomik Indonesia.

Tujuan AGI nantinya adalah mengisi gap,karena  ada dua gap yang perlu diisi untuk mengisi mempercepat produk genomic. Pertama, genomik yang menggunakan referensi luar negeri tidak sepenuhnya bisa digunakan. Gap terhadap knowledge memberikan edukasi bersamaan dengan masyarakat supaya mengerti implementasinya. Ini bukan future technology, tapi potential current technology. Secara garis besar teknologi genomik di Indonesia tidak tertinggal jauh dibandingkan negara di luar negeri. Akan tetapi, perlu percepatan untuk menutup gap tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr. Rizka Andalucia menjelaskan Kementerian Kesehatan mengembangkan Biomedical & Genome Science Initiative (BGSI) sebagai inisiatif. Dia menyebut teknologi inisiatif karena teknologi genomik ini harus diimbangi dengan suatu regulasi dan pengaturan yang baik. Penerapan genomik sudah berlangsung di beberapa rumah sakit seperti untuk diagnosis kanker.  Contoh, untuk pasien kanker payudara apakah bisa diberikan hormon atau tidak, jika diberikan menderita infeksi atau tidak. Hal itu, dapat memanfaatkan teknologi berbasis genomik

Aosiasi Genomik Indonesia yang diinisiasi Dr. dr. Ivan R. Sini, SpOG, Adrian Lembong, drg. Adittya, MARS, Levana Sari, Prof Hera Sundoyo dan dr. Ariel Pradipta, Ph.D, ini  menggelar konferensi pertama dengan menggusung tema ‘Sustainable Genetics for Health and Food in Indonesia: Innovation and Challenges’ di Jakarta.

Menurut Dr. dr. Ivan, konferensi ini adalah yang pertama dilakukan sejak AGI berdiri pada ada tanggal 11 Agustus 2022, dan mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM tanggal 8 September 2022. Dalam konferensi ini  para ahli dari berbagai bidang, termasuk kesehatan genetika dan keberlanjutan pangan dipertemukan untuk membahas kemajuan dan tantangan terkini di bidang genomik di Indonesia, baik dari perspektif teknologi maupun bisnis.

Adapun tujuan dari konferensi ini, adalah untuk mempromosikan AGI dalam komunitas genom, sekaligus untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan menjajaki peluang yang ditimbulkan oleh genetika berkelanjutan di Indonesia.

"Bidang genetika telah merevolusi cara kita memahami kesehatan manusia dan produksi pangan. Dengan kemajuan teknologi dan alat genetika, kami telah mampu mengidentifikasi penanda genetik yang berkontribusi terhadap risiko penyakit dan memahami faktor genetik yang memengaruhi kualitas dan keamanan pangan. Namun, kemajuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan praktik genetika dan dampaknya terhadap lingkungan," ujar Dr. dr.Ivan (30/09/2023).

Di Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman genetik, genetika berkelanjutan semakin menjadi topik yang menarik. Genetika berkelanjutan, yang mengacu pada penerapan teknologi dan praktik genetika yang berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan, memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan manusia dan ketahanan pangan di Indonesia. Namun, genetika berkelanjutan juga memiliki tantangan tersendiri, seperti memastikan akses yang adil terhadap teknologi genetika dan mengatasi potensi risiko lingkungan yang terkait dengan modifikasi genetika.

Lebih lanjut dia menyebut, tema genetika berkelanjutan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit di Indonesia akan fokus pada penelitian terkini mengenai genetika berkelanjutan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit di Indonesia yang meliputi:  Pengembangan pengujian genetik berkelanjutan, Penggunaan informasi genetik berkelanjutan untuk mempersonalisasi pengobatan dan Identifikasi genetik berkelanjutan terhadap faktor risiko penyakit lokal.

Konferensi ini dilakukan selama satu hari penuh, terdiri dari pidato utama dan sesi pleno. Pembicara utama akan diundang untuk mempresentasikan kemajuan terkini dalam genetika berkelanjutan dan penerapannya pada kesehatan dan pangan di Indonesia. Sesi pleno akan fokus pada tema-tema spesifik tersebut.

AGI pun berharap, konferensi ini dapat mendorong kolaborasi interdisipliner, menumbuhkan ide-ide penelitian baru, dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan di antara para peneliti, pembuat kebijakan, dan perwakilan industri. Selain itu,  akan menyediakan platform untuk diseminasi temuan penelitian baru dan identifikasi kesenjangan penelitian dan arah masa depan. Pada akhirnya, konferensi ini bertujuan untuk memajukan genetika berkelanjutan untuk kesehatan dan pangan di Indonesia demi kepentingan negara dan dunia.

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)