Aplikasi Jenius BTPN Marakkan Layanan Perbankan Digital

BTPN Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN (Jenius), Irwan Sutjipto Tisnabudi.

Aplikasi Jenius lahir dari keinginan BTPN untuk memberikan layanan finansial terbaik bagi masyarakat digital savvy.

Untuk mewujudkannya, BTPN melakukan co-creation bersama para digital savvy dalam menggali informasi  apa saja yang dibutuhkan dari suatu layanan finansial, khususnya terkait dengan kebutuhan gaya hidup.

Pada akhirnya, BTPN menghadirkan fitur dan layanan Jenius  sesuai dengan kebutuhan penggunanya yang diluncurkan pada Agustus 2016. Jenius berhasil menarik perhatian masyarakat dengan mengunduh aplikasinya. Untuk itu,  Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN (Jenius), Irwan Sutjipto Tisnabudi, optimistis jumlah nasabah akan meningkat di era digital sekarang ini.

Menurutnya, Jenius hadir dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan untu nasabahnya. Beberapa jenis simpanan dapat disesuaikan  dengan kebutuhan seperti tabungan dengan bunga 5% Flexi Saver, tabungan masa depan Dream Saver, dan deposito berjangka Maxi Saver. “Peningkatan aktivitas di Jenius semakin bertambah seiring dengan bertambahnya fitur-fitur yang diluncurkan, salah satunya adalah Maxi Saver yang total balance-nya mencapai 50%, sisanya fitur e-card dan lainnya” ungkap Irwan.

Jenius berhasil menawarkan kemudahan bagi nasabah dengan tidak menetapka nilai minimal penempatan. Irwan juga menyebutkan bahwa Jenius berhasil mengintegrasikan elemen gaya hidup dan keuangan masyarakat urban. Adanya perbankan digital Jenius ini berhasil memperluas jangkauan dan re-branding BTPN sebagai perbankan yang tidak kuno lagi.

“Edukasi untuk target pasar  dilakukan melalui aktivitas seperti program promosi bersama partner, co-creation dengan nasabah dan non-nasabah Jenius lewat Jenius Co-Create, dan berbagai inisiatif yang dilakukan melalui online ataupun offiline,” jelasnya

BTPN berusaha menyediakan layanan perbankan terkini yang diyakini sebagai masa depan bisnis keuangan Indonesia. Inovasi dan agility perusahaan sangat diperlukan untuk mengembangkan Jenius yang notabene merupakan unit bisnis baru di BTPN. “Karena itu, kami percaya bahwa solusi paling tepat adalah dengan memperlakukan Jenius sebagai startup, termasuk semangat dan budaya yang dibentuk di dalamnya,” ungkap Irwan.

Hingga kini, Jenius telah memiliki lebih dari 200 karyawan dengan ragam latar belakang dan budaya berbeda. Mereka semua memiliki pengalaman di sektor jasa keuangan, agen pemasaran, perusahaan teknologi, dan sebagainya. Heterogennya sumber daya manusia yang dimiliki berhasil menciptakan sebuah budaya baru di Jenius. Sehingga pada akhirnya, budaya yang ada saat ini merupakan budaya Jenius yang sebenarnya.

 

Reportase: Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)