Agresif Ekspansi, Ixobox Raih No.1 Franchise Choice Award 2019

Bagi pemilik modal, dana lebih tidak cukup hanya ditempatkan di deposito. Para investor ini akan terus berburu instrumen investasi yang dapat mengembangbiakkan duitnya. Mereka ingin dananya bisa menjadi mesin uang, dengan risiko seminimal mungkin. Padahal, dalil investasi menyebutkan hi-risk, hi-return dan low-risk, low-return. Lantas, investasi macam apa yang bisa dipilih sesuai target investor yang haus profit?

Boleh jadi bisnis waralaba atau franchise bisa menjadi alternatif. Pasalnya, dibandingkan instrumen pasar modal seperti saham yang menawarkan capital gain tinggi, risiko investasinya juga tinggi. Sebaliknya kalau hanya ditempatkan di deposito, risiko rendah, namun bunga tipis. Sementara itu, investasi properti risiko terukur, tetapi butuh modal besar dan jangka waktu yang lama untuk meraih keuntungan. Jadilah franchise lebih masuk kriteria ukuran investor untuk membenamkan duitnya.

Apalagi akhir-akhir ini bisnis waralaba sedang booming di masyarakat. Mulai dari waralaba ukuran di bawah Rp 10 juta hingga miliaran rupiah. Investor harus jeli menentukan pilihan. Dari sektornya, waralaba kekinian adalah makanan, minimarket, ekspedisi, laundry hingga barbershop.

Salah satu barbershop yang layak dicermati potensi franchise adalah Ixobox. Pasalnya merek Ixobox baru-baru ini mendapat penghargaan Nomor 1 Franchise Choice Award 2019 untuk produk franchise dari lembaga riset Trans N Co Indonesia. Survei ini dilakukan terhadap 500 brand franchise, dan hanya belasan merek yang dinyatakan nomor satu waralaba terbaik 2019. Ixobox satu-satunya merek kategori barbershop dan hair salon yang menyabet juara 1 Franchise Choice Award 2019 itu. “Produk menjadi salah satu pertimbangan yang paling penting untuk melihat produk apa yang sedang digemari dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Tri Raharjo, Chairman Tras N Co Indonesia.

Pertimbangan penting lainnya dalam memilih produk franchise adalah profit. Menurut Tri, franchise dengan modal besar biasanya menawarkan laba yang besar pula. Tapi, untuk mendapatkan profit tentu ada proses. Kebanyakan franchise menjanjikan keuntungan setelah masa investasi di bawah 2,5 tahun. Nilai investasi yang dipilih biasanya juga akan berpengaruh pada pola pengelolaan. Investasi besar biasanya dikelola dengan lebih serius. Dan kesalahan yang paling banyak dialami seorang franchisee (terwaralaba) biasanya memilih investasi kecil karena menganggap untuk tahap belajar, tapi tidak dikelola dengan serius.

“Ixobox dinilai Trans N Co Indonesia sebagai franchise yang memiliki pertumbuhan paling cepat, paling banyak diminati investor dan ekspansi cukup banyak di pusat-pusat perbelanjaan. Memang betul barbershop dan hair salon banyak, tapi yang bisa masuk mall dengan jumlah outlet dan diminati pelanggan banyak, hanya bisa dihitung dengan jari,” ujar Danny Anthonius, Founder & Managing Partner Ixobox, menegaskan.

Danny tidak hanya 'ngecap' produknya nomor satu. Faktanya, hingga sekarang, Grup Ixobox sudah memiliki total 50 outlet, terdiri dari 40 outlet Ixobox dan 10 outlet Goonting (second brand untuk segmen anak muda). “Tahun 2019 ini kami akan tambah 30 outlet baru di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, Makasar, Bali dan kota-kota lainnya di Indonesia. Jadi, hingga akhir tahun 2019, total cabang Ixobox ada sekitar 70 outlet,” jelasnya. Pada bulan Maret dan April 2019 ini akan dibuka cabang Ixobox Bandung Indah Plaza di Bandung, Goonting Hartono Mall di Yogyakarta, Ixobox Mall Centre Point di Medan.

Dari 50 outlet Grup Ixobox, Danny menyebut bahwa sebesar 80% adalah gerai milik investor (franchisee) dan 20% milik manajemen Ixobox. “Tahun 2019 ini dari rencana buka 30 outlet itu mayoritas juga berbentuk franchise,” Danny menegaskan.

Bagi Ixobox, tipe investor waralaba yang dibidik adalah mereka yang ingin investasi, tapi enggan terjun mengelola langsung usahanya. Untuk itu, Ixobox menawarkan peluang usaha kepada para mitra usaha dengan pola Kerja Sama Operasional (KSO), yakni mitra yang melakukan investasi dan memantau pekembangan usaha, sedangkan pihak Ixobox yang akan menjalankan usaha dan operasionalnya.

Konsep bisnis KSO yang ditawarkan Ixobox, sebagaimana diklaim Danny mengusung filosofi STARS (Simpel, Transparan, Adil, Ringkas, Selektif). ‘Simpel’ artinya, pembagian hasil antara manajemen Ixobox dengan mitra bisnis dilakukan berdasarkan nilai pendapatan (omset), bukan keuntungan (profit).

Lalu, ‘Transparan’ artinya bisnis ini dilakukan secara terbuka antara Ixobox dan investor. Investor bisa memonitor secara langsung kondisi outlet lewat kamera CCTV dan perkembangan omset secara real-time dari smartphone yang sudah di-install dengan aplikasi khusus Ixobox. Sistim monitoring ini menjadi lebih mudah dan akurat dengan diimplementasikannya teknologi kiosk machine terbaru yang berbasis cashless, di mana selain kiosk machine bisa menerima cara pembayaran secara tunai, mesin kasir canggih ini juga dapat menerima pembayaran dengan Gopay, OVO, Debit Card, Credit Card dan lain-lain.

Prinsip ‘Adil’ mengacu pada sama rata dan sama rasa. Artinya, keuntungan dan kerugian dinikmati dan ditanggung oleh kedua belah pihak. Apabila outlet tersebut belum mencapai target, bukan hanya mitra saja yang mengalami kerugian karena menanggung biaya sewa outlet, namun Ixobox sendiri juga akan mengalami kerugian karena semua biaya marketing dan operasional outlet ditanggung oleh Ixobox.

Prinsip ‘Ringkas’ berarti investor tidak perlu khusus terlibat di operasional outlet Ixobox. Investor bisa tetap bekerja sebagai eksekutif, karyawan atau menjalankan bisnis lain dan Ixobox yang menjalankan dan menjamin operasional sehari-hari. “Tidak perlu khawatir, investor bisa memonitor langsung kondisi gerai Ixobox-nya lewat smartphone di mana saja dan kapan saja,” ucapnya menegaskan.

Sementara itu, kata ‘Selektif’ artinya, setiap pembukaan outlet baru, manajemen Ixobox selalu selektif dalam pemilihan lokasi. Tujuannya, untuk mengoptimalkan keuntungan, sehingga harus mendapatkan lokasi-lokasi yang strategis.

“Bagi yang tertarik invesasti, harus disiapkan nilai investasi sekitar Rp 400 juta. Dana tersebut sudah termasuk semua peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis Ixobox. Mitra tinggal renovasi tempat sesuai standar Ixobox. Untuk keuntungannya, dilakukan melalui sistem bagi hasil,” kata Danny dalam siaran persnya di Jakara hari ini (16/3/2019).

Berdasarkan pengalaman puluhan investor Ixobox, Danny mengaku, modal akan mengalami titik impas (break event point) sekitar 1 – 2 tahun. Itulah sebabnya banyak investor yang kepincut. Salah satunya U.Y. Candra yang menjadi franchisee terbaik Ixobox. Setelah memiliki dua outlet Ixobox di Summarecon Mall Serpong dan Supermal Karawaci, U.Y. Candra akan menambah dua gerai lagi di Jakarta dan luar kota.

Menurut Danny, dengan berkembangnya usaha Ixobox berarti semakin banyak customer yang dilayani, semakin banyak lapangan kerja yang dibuka dan semakin banyak peluang investasi yang ditawarkan. Hal ini sejalan dengan misi Ixobox.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)