Agresivitas Citilink Lebarkan Pasar Penerbangannya

CEO Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo

Didasari program pemerintah mengenai percepatan aksesibilitas, sektor pariwisata melalui Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, dan Kementerian Perhubungan  berpacu membangun infrastruktur pendukung pariwisata serta kemudahan birokrasinya.

Untuk itu, destinasi baru diciptakan untuk menggerakkan industri penerbangan, salah satunya oleh Citilink. Upaya ini membuka peluang bagi maskapai penerbangan karena otomatis pasarnya akan bertumbuh dan Citlink memanfaatkan peluang tersebut. Kondisi ini didukung juga oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat untuk kebutuhan leisure dan experience.

Menurut CEO Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, pergeseran yang terjadi pada consumer class menyebabkan prospek pertumbuhan pasar transportasi udara naik. “Tinggal bagaimana pelaku industri dapat bersaing secara sehat dalam memanfaatkan peluang yang besar ini. Jangan sampai maskapai domestik kalah dengan maskapai luar yang saat ini dapat masuk ke bandara dalam negeri,” ungkapnya.

Dengan positioning premium LCC (low cost carrier), Citilink memiliki segmen pasar konsumen kelas menengah yakni business traveler dan millenial yang akrab dengan digital. Digitalisasi dikedepankan Citilink dengan menciptakan kemudahan via mobile apps dan website. “Strategi kami adalah grow beyond the core. Selain memperbanyak penjualan tiket penumpang, juga harus meningkatkan ancillary revenue yang berasal dari non-tiket seperti on-board food and services,” tambahnya.

Juliandra Nurtjahjo CEO Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo.

Tahun ini Citilink ingin penumpang dapat  stay connected dengan memberikan fitur in-flight connectivity. Upaya ini dilakukan agar tetap dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di darat melalui layanan Wi-Fi di pesawat. Produk yang dihadirkan mengutamakan safety dengan sertifikasi baik dari pabrik pesawat dan otoritas penerbangan sipil. Layanan fasilitas Wi-fi telah banyak dilakukan Oleh semua maskapai dunia.

Mengenai destinasi wisata yang menjadi tren saat ini, Citilink membuka rute penerbangan baru ke Banyuwangi dan Silangit dalam rangka mendukung program lokasi wisata utama Kementerian Pariwisata. “Kami rencananya juga akan membuka rute ke Sorong sebagai pintu masuk ke Raja Ampat,” tambah Juliandra. Rencananya, Citilink  akan merambah ke rute internasional. Penambahan rute ini akan menutup kenaikan biaya operasional dan meningkatkan utilitas fiskalnya.

Citilink juga akan semakin gencar untuk go regional dengan membuka rute baru yang diharapkan selesai pada  Semester I/2018. Saat ini, Citilink telah membuka rute penerbangan baru Jakarta - Penang (Malaysia) yang penerbangan perdananya pada 25 Maret 2018. Hingga saat ini, Citilink telah terbang ke 66 rute penerbangan dan 268 frekuensi penerbangan setiap harinya ke 33 kota di Indonesia dan regional dengan menggunakan 50 unit pesawat Airbus A320.

“Destinasi dengan load factor tinggi saat ini masih didominasi semua destinasi di Pulau Jawa, kemudian Denpasar, Medan, dan Palembang. Silangit, dan Banyuwangi,” ungkapnya. Rute di Pulau Jawa berkontribusi sekitar 60-70% untuk sales penerbangan.

Rencana ke depan, Citilink akan menambah frekuensi penerbangan ke Solo, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Tercatat, 6-7 destinasi yang akan dilakukan penambahan frekuensi. Sementara rute domestik, Citilink akan menambahkan 4-5 rute dengan melakukan konsolidasi bersama Garuda Indonesia.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!