Akhir 2017 PTPN III Targetkan Laba Bersih Rp700 Miliar

Laba bersih (net profit) yang diperoleh PTPN III (Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III) pada kuartal I April 2017 mengalami peningkatan sebesar Rp 488 miliar atau tumbuh 181% dibanding periode yang sama pada 2016.

Ada tiga faktor yang memengaruhi kondisi positif ini adalah produktivitas yang bertambah diiringi peningkatan penjualan, produksi Crude Palm Oil (CPO) yang meningkat, dan efisiensi yang digalakan perusahaan dari sisi on farm serta off farm.

Di tahun 2016 lalu, PTPN III Holding mengalami kerugian senilai Rp604 miliar, tapi tahun 2017 menjadi angin segar karena pertumbuhan laba bersih yang diperoleh juga ditopang dengan peningkatan penjualan akibat dampak meningkatnya produktivitas tanaman serta didorong oleh kenaikan harga komoditas. Upaya efisiensi yang dilakukan PTPN III holding juga patut mendapat apresiasi, karena dengan keputusan ini mampu menekan harga pokok.

Laba bersih kuartal I 2017 ini belum termasuk dengan biaya pemakaian pupuk seluruhnya. Biaya pemupukan jika direalisasikan 100% dari anggaran pemupukan mencapai Rp1,5 triliun untuk semester I 2017 dan proyeksi laba bersih semester I dapat mencapai sekitar Rp100 miliar.

Namun, manajemen optimistis laba bersih perusahaan hingga akhir 2017 akan mencapai Rp700 miliar dikarenakan bulan Agustus & Oktober akan ada panen puncak sehingga dapat meraih nilai optimal ke pendapatan dan tercapainya target RKAP yang ditetapkan pemegang saham (shareholder).

Kenaikan komoditas yang dihasilkan oleh PTPN III holding berbanding lurus dengan kenaikan penjualan (sales) terhitung hingga April 2017 sebesar Rp 11,2 triliun atau tumbuh 35%. Tahun 2016, periode yang sama, nilai penjualannya hanya sebesar Rp 8,3 triliun. Kenaikan sales di 2017 ini ditopang oleh peningkatan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sebesar 19% dan karet kering sebesar 5%.

“Pencapaian laba bersih konsolidasi sebesar Rp 488 miliar ini bukan saja berkah dari kenaikan harga komuditas, namun juga berasal dari evaluasi perbaikan kinerja yang terjadi dikarenakan adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional baik di on farm tau off farm,” ungkap Dasuki, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III pada acara buka puasa bersama media.

Perbaikan dari sisi operasional manajemen mampu mencatatkan net operating cash flow senilai Rp1,5 triliun dengan peningkatan sebesar 373% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 yang hanya sebesar Rp327 miliar.

Margin EBITDA perusahaan yang juga menjadi faktor fundamental kinerja keuangan, hingga April 2017 meningkat 182% atau sebesar Rp 2,5 triliun jika dibanding periode yang sama di 2016 yaitu sebesar Rp. 871 Miliar. Menurut Dasuki, meningkatnya perbaikan kinerja keuangan holding diiringi kembalinya kepercayaan perbankan. Perusahaan terus menjalankan program dan strategi turn around yang mulai menampakkan efek positif bagi kinerja keuangan holding.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)