Akhirnya Berca Main 4G | SWA.co.id

Akhirnya Berca Main 4G

Penyedia layanan akses Internet 4G LTE di Indonesia kembali bertambah dengan hadirnya Hinet dari PT Berca Hardayaperkasa. Ya, inilah mainan baru Berca. Diam-diam Hinet mulai hadir di Kota Denpasar, Makassar dan Pekanbaru. Layanan ini menawarkan kecepatan akses Internet hingga 75 Mbps dan saat jaringannya beroperasi penuh nanti, kecepatan yang ditawarkan bisa meningkat mencapai 125 Mbps. LTE Hinet beroperasi dengan teknologi TDD-LTE di 2,3 GHz, menawarkan mobile Wi-Fi dan indoor Wi-Fi.

Berca

Linggajaya Budiman, Direktur Pengelola PT Berca Hardayaperkasa

Masuknya Berca di bisnis LTE tentu tak lepas dari sejarahnya karena perusahaan ini mendapatkan lisensi menggelar WiMax. Tahun 2009 mereka memenangi lisensi operator BWA (broadband wireless access) frekuensi 2,3 GHz. “Kami pun meluncurkan layanan BWA dengan teknologi WiMax karena memenangi lisensi di 14 zona yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Denpasar, dan Nusa Tenggara,” kata Linggajaya Budiman, Direktur Pengelola PT Berca Hardayaperkasa.

Namun apa daya, teknologi WiMax di Indonesia sudah layu sebelum berkembang. Banyak pemain yang kemudian wait and see. Termasuk Berca, yang kemudian mencari solusi lain, hingga akhirnya pada Juni 2016 lulus Uji Laik Operasi untuk peralihan layanan ke teknologi LTE. “Kami mengusung brand Hinet yang akan kami luncurkan akhir November 2016,” kata Linggajaya.

Alasan memilih Denpasar, Makassar dan Pekanbaru sebagai kota yang pertama digarap 4G LTE, selain faktor perizinan yang sudah dikantongi, juga potensi pasar. “Di sana pasarnya cukup besar dengan karakteristik yang tidak sekompleks pasar Jakarta. Infrastrukturnya juga sudah tergolong maju,” katanya. Berca kini tengah memperkuat base transceiver station (BTS) serta berbagai sistem TI pendukung di tiga kota tersebut. “Target sampai akhir 2016 sudah punya 500 BTS. Hingga akhir November 2016 ini akan ter-deploy 80%,” lanjutnya.

Hinet menarget empat segmen utama, yaitu profesional, wanita atau ibu rumah tangga, pelajar dan para pelaku UKM. Keunggulan yang dicoba dikedepankan: 100% bandwidth akan digunakan untuk layanan data. “Dengan total bandwidth yang hingga 30 MHz, kecepatan akses datanya akan menjadi sangat optimal. Pelanggan kami juga bisa memilih modem Wi-Fi atau router yang dipaketkan dengan Hinet SIM Card,” kata Linggajaya.

Kini Berca mulai aktif mengenalkan Hinet ke konsumen. Mereka mulai mengadakan event-event kecil di pusat keramaian serta pemasangan atribut Hinet. “Kami juga promosi door-to-door di tiap wilayah yang dijangkau BTS kami,” ujarnya.

Sumardy, pengamat pemasaran Buzz & Co, membenarkan peluang pasar layanan Internet masih besar, termasuk di daerah. Apalagi, pemerintah mencanangkan hingga 2019 semua kabupaten dan kota sudah harus terkoneksi Internet. Strategi Berca masuk di tiga kota tersebut menurutnya juga relevan. Di samping adanya kemudahan regulasi dari pemerintah daerah, juga karena strategi menyasar dari pinggiran akan menjadi lebih efektif. “Kecenderungannya, dari segi pertumbuhan user di luar Pulau Jawa jauh lebih cepat,” katanya.

Konsumen luar Jawa masih tahap awal dalam penggunaan Internet sehingga mereka membutuhkan layanan dasar. “Berca bisa membesar dengan melakukan pendekatan yang berbeda, misalnya melalui direct marketing yang sifatnya jemput bola dan mengedukasi agar masyarakat menjadikan Internet sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dan sebagainya,” katanya.

Berca tampaknya sudah siap dengan strateginya. Bahkan, dikabarkan sudah menyiapkan dana investasi US$ 150 juta. “Kami akan ekspansi ke kota-kota lain yang kami punya lisensinya. Untuk wilayah Sumatera, masih ada kota-kota lain seperti Padang, Medan dan Jambi yang belum digarap. Lalu, kami akan masuk Pontianak dan Lombok. Selain itu, kami juga akan memperkaya product offering,” papar Linggajaya. Dalam hal ini, Hinet akan didukung peranti dari Huawei, baik tablet maupun ponsel pintar. Bahkan, Huawei juga mendukung dari sisi penyediaan jaringan infrastruktur.

Langkah Berca ini pasti akan membuat persaingan kian panas. Namun bagi konsumen, itu berarti semakin banyak pilihan yang bisa didapat.(*)

 

Editor : Tiffany Diahnisa
Journalist : Teguh Sri Pambudi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Kisah Pengusaha Kripik yang Juarai Kontes Bisnis Rp 2 Miliar

Dengan produk kripik pisang, pengusaha muda Gazan Azka Ghafara berhasil menyabet peringkat pertama kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC) 2016....

Close